Sunday, July 16, 2017

Jaringan Epitel : Fungsi, Ciri, Klasifikasi, Gambar, dan Letaknya

Jaringan adalah struktur yang tersusun dari sel-sel dengan fungsi dan bentuk yang sama. Pada hewan, struktur jaringan terbagi menjadi 4 macam berdasarkan proses spesialiasinya, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan syaraf. Masing-masing jaringan ini memiliki fungsi yang saling berlainan untuk menunjang aktivitas kehidupan. Nah, di kesempatan kali ini kita akan membahas satu persatu dari fungsi jaringan-jaringan tersebut didahului dengan membahas fungsi jaringan epitel.

Jaringan Epitel


Apakah jaringan epitel itu? Dimana letak jaringan ini berada? Bagaimana ciri-ciri jaringan epitel yang membedakannya dengan struktur jaringan lainnya pada tubuh hewan? Simak pembahasan berikut untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan ini!

Jaringan Epitel
Jaringan Epitel

Fungsi Jaringan Epitel


Jaringan epitel adalah jaringan yang berfungsi sebagai pembatas atau pelapis yang menyelubungi permukaan organ, rongga, maupun saluran di organ dalam maupun di organ luar tubuh. Jaringan epitel yang menyelubungi permukaan organ luar tubuh disebut jaringan epidermis, contohnya seperti pada kulit kita. Jaringan epitel yang menyelubungi organ dalam disebut jaringan endotelium. Sementara jaringan epitel yang membatasi rongga disebut jaringan mesotelium. Baik epidermis, endotelium, maupun mesotelium, semuanya melekat pada membran dasar jaringan ikat. Membran ini mengandung serat kolagen yang tertanam dalam matriks sebagai penyokong jaringan epitel.

Secara umum, fungsi jaringan epitel adalah untuk membatasi atau  melindungi permukaan organ, rongga, maupun saluran di organ dalam maupun di organ luar tubuh. Namun, secara spesifik, fungsi jaringan epitel sangat beragam mulai dari sebagai alat pelindung, alat sekresi, alat penerima impuls, alat penyaring atau filtrasi, alat absorpsi, dan sebagai alat respirasi.

Ciri Ciri Jaringan Epitel


Jaringan epitel dapat dibedakan dengan struktur jaringan lainnya dengan melihat adanya beberapa ciri spesifik. Ciri-ciri jaringan epitel tersebut yaitu:
  1. Jaringan epitel tidak memiliki ruang antarsel karena sel-sel dalam jaringan tersusun rapat.
  2. Jaringan epitel tidak mengandung pembuluh darah, tapi memiliki ujung syaraf. Oleh karena itu, sel-sel dalam jaringan epitel memperoleh makanan dari kapiler darah yang terdapat pada membran dasar jaringan ikat.
  3. Jaringan epitel mempunyai kemampuan regenerasi yang cukup tinggi karena selama sel eputelium mendapat pasokan nutrien, maka pembelahan sel dapat berlangsung cepat untuk menggantikan sel sel yang rusak.

Klasifikasi Jaringan Epitel


Jaringan epitel dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuk dan jumlah lapisannya. Berdasarkan bentuknya, fungsi jaringan epitel dibedakan menjadi epitelium pipih, epitelium kubus, dan epitelium batang. Epitelium pipih memiliki nukleus yang berbentuk cakram, epitelirum kubus memiliki nukleus berbentuk bulat, sedangkan epitelium batang memiliki nukleus berbentuk oval memanjang. Perhatikan gambar di bawah ini untuk mengetahui jenis-jenis jaringan epitel beserta letaknya di dalam tubuh.

Fungsi Jaringan Epitel
Fungsi Jaringan Epitel

Adapun berdasarkan jumlah lapisannya, jaringan epitel dibedakan menjadi epitelium selapis dan epitelium berlapis. Epitelium selapis tersusun dari satu lapisan sel yang sama, misalnya epitelium pipih selapis, batang selapis, kubus selapir, atau batang berlapis semu. Sementara epitelium berlapis adalah jaringan epitel yang tersusun dari 2 atau lebih lapisan sel epitelium, misalnya epitelium pipih berlapis, epitelium kubus dan batang berlapis, epitelium transisional, dan epitelium kelenjar.

Letak Jaringan Epitel

Jaringan epitel terletak di organ luar maupun dalam tubuh hewan. Masing-masing organ tersebut dilapisi oleh jaringan epitel dengan struktur dan fungsi yang berbeda. Berikut ini jenis dan fungsi jaringan epitel beserta letaknya pada organ tubuh hewan.

Jenis JaringanFungsiLetak
Epitelium pipih selapisSebagai alat penyaring dan respirasiEndotelium pada organ sirkulasi pembuluh darah, nimfa, dan jantung; mesotelium yang melapisi rongga perut, membran jantung, dan membran paru-paru.
Epitelium kubus selapisSebagai alat sekresi dan absorbsiSaluran kelenjar ludah, keringat, dan saluran ginjal.
Epitelium batang selapisSebagai alat sekresi, absorbsi, dan transpor ionSaluran pencernaan dari lambung sampai anus.
Epitelium batang berlapis semuSebagai alat sekresiBagian dalam saluran pernapasan.
Epitelium pipih berlapisSebagai pelindung dan penerima impulsEpidermis kulit, rongga mulut, va9ina, dan eskofagus.
Epitelium kubus dan batang berlapisSebagai alat sekresiSaluran besar kelenjar susu, ludah, dan pangkal esofagus.
Epitelium transisionalSebagai alat penyaringOrgan urinari seperti ureter dan bagian dalam ginjal.
Epitelium kelenjarSebagai alat sekresiKelenjar endokrin dan kelenjar eksokrin.
Nah, demikianlah pemaparan tentang pengertian jaringan epitel, ciri, jenis-jenis, fungsi, dan letaknya. Semoga pembahasan fungsi jaringan epitel ini cukup lengkap dan dapat dengan mudah dipahami.

Artikel ini bersumber dari buku paket Biologi untuk kelas XI SMA terbitan Erlangga karyaPratiwi dkk. ref: http://www.ebiologi.com/2017/04/jaringan-epitel-fungsi-ciri-klasifikasi.html

Lanjutkan Baca

Tuesday, April 11, 2017

6 Cara Tumbuhan Melindungi Diri dilengkapi Contohnya

Seperti halnya hewan, tumbuhan juga melakukan perlindungan diri dari pemangsanya agar kelangsungan hidup dan generasinya tidak terganggu. Perlindungan diri yang dilakukan tumbuhan tentu berbeda dengan cara perlindungan diri yang dilakukan para hewan. Cara tumbuhan melindungi diri disesuaikan dengan bagian-bagian dan sifat dari tumbuhan itu sendiri. Berikut pada artikel kali ini kami akan menjelaskan cara-cara tersebut serta bagian tubuh yang digunakan lengkap dengan contohnya.

Cara Tumbuhan Melindungi Diri

Cara tumbuhan melindungi diri dapat dilakukan dengan menggunakan bagian-bagian tubuhnya, mulai dengan duri, bulu atau rambut, racun, getah, serta lewat aroma.
6 Cara Tumbuhan Melindungi Diri dilengkapi Contohnya
6 Cara Tumbuhan Melindungi Diri dilengkapi Contohnya

1. Tumbuhan yang melindungi diri dengan duri

Beberapa tumbuhan melakukan perlindungan diri dengan menggunakan duri yang ada pada tubuhnya. Perlindungan ini cukup efektif untuk mencegah dirinya dimangsa oleh hewan pemakan tumbuhan. dengan adanya duri, hewan yang tadinya hendak memakan bagian-bagian tubuh tumbuhan tersebut akan terganggu karena tertusuk oleh duri yang tajam. Beberapa contoh tumbuhan yang melindungi diri dengan organ ini misalnya bunga mawar, salak, durian, putri malu, alang-alang saat masih muda, kaktus, dan lain sebagainya.

2. Tumbuhan yang melindungi diri dengan bulu atau rambut

Selain dengan duri, beberapa tumbuhan juga melakukan perlindungan diri dengan menggunakan bulu atau rambut. Sebagian di antaranya menghasilkan bulu atau rambut yang menghasilkan rasa gatal pada kulit pemangsanya. Contoh tumbuhan yang melakukan cara perlidungan menggunakan bulu misalnya bambu. Pelepah bambu berfungsi melindungi tunas pada ruas. Pelepah ini dilengkapi dengan bulu yang dapat menyebabkan gatal sehingga tunas dapat terlindungi. Beberapa contoh tumbuhan yang melindungi diri dengan bulu atau rambut lainnya yaitu ijuk dan buah rambutan.

3. Tumbuhan yang melindungi diri dengan racun

Tumbuhan tertentu melindungi diri dari pemangsanya dengan memanfaatkan racun. Cara tumbuhan melindungi diri dengan racun diterapkan oleh beberapa umbi-umbian seperti singkong karet dan gadung. Selain itu, tumbuhan kecubung, jarak, dan pohon upas juga menerapkan cara ini untuk mencegah dirinya dimakan oleh hewan pemakan tumbuhan.

4. Tumbuhan yang melindungi diri dengan getah

Selain berfungsi sebagai media transportasi unsur hara dan fotosintat dalam pembuluh angkut, getah juga ternyata dapat berfungsi sebagai media perlindungan diri pada tumbuhan. Cara tumbuhan melindungi dirinya menggunakan getah diterapkan oleh tumbuhan nangka dan karet.

5. Tumbuhan yang melindungi diri dengan aroma

Beberapa tumbuhan juga ada yang melindungi dirinya dengan mengeluarkan aroma tertentu. Contohnya bunga bangkai yang sengaja mengeluarkan aroma bangkai untuk menghindari hewan lain memakannya.

6. Tumbuhan yang melindungi diri dengan cangkang keras

Beberapa tumbuhan memiliki biji yang dilengkapi dengan cangkang keras. Sebut saja buah kelapa, kelapa sawit, salak, biji mahoni, dan lain sebagainya. Cangkang tersebut juga berfungsi untuk melindungi dirinya agar tidak dimakan oleh hewan pemakan biji atau tumbuhan, sehingga ia dapat berkecambah dan dapat meneruskan kehidupannya. 
Lanjutkan Baca

Pengertian Ekosistem dan Macam-Macam Ekosistem

Pengertian ekosistem adalah sebuah sistem ekologi yang dibentuk oleh hubungan timbal balik atau interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Pengertian ekosistem dapat pula diartikan sebagai sebuah tatanan kesatuan utuh dan menyeluruh antara semua unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi satu sama lain. Ekosistem terbagi menjadi 2 macam. Macam-macam ekosistem tersebut antara lain ekosistem alami dan ekosistem buatan. Berikut ini kita akan membahas pengertian dari macam-macam ekosistem tersebut beserta tipe-tipe dan contohnya.

Pengertian Ekosistem Alami

Pengertian Ekosistem
Diagram Lingkaran Ekosistem di Dunia
Pengertian ekosistem alami adalah suatu ekosistem yang dibentuk secara alami, tanpa ada campur tangan manusia. Ekosistem alami dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu ekosistem darat dan ekosistem perairan.

1. Pengertian Ekosistem Darat (Terestrial)

Pengertian ekosistem darat (terestrial) adalah ekosistem yang faktor lingkungannya didominasi oleh daratan. Berdasarkan topografinya, ekosistem darat di Indonesia dapat dibedakan menjadi 2 yaitu, ekosistem vegetasi pamah dan ekosistem vegetasi pegunungan.

1) Ekosistem Vegetasi Pamah

Ekosistem vegetasi pamah adalah ekosistem yang membentang dari ketinggian 0 sampai 1000 meter di atas permukaan laut. Sebagian besar hutan Indonesia termasuk ke dalam ekosistem ini. Adapun dalam ekosistem ini, terdapat 2 vegetasi yang umum terbentuk, yaitu vegetasi rawa dan vegetasi darat.
  • Vegetasi rawa adalah vegetasi yang terdapat di daerah rawa yang tergenang air. Yang tergolong ekosistem vegetasi rawa antara lain ekosistem hutan mangrove, ekosistem hutan rawa air tawar, serta ekosistem hutan tepi sungai.
  • Vegetasi darat adalah vegetasi yang terdapat di darat yang tidak tergenang air. Tang tergolong ekosistem vegetasi darat misalnya ekosistem pantai, ekosistem padang rumput, dan ekosistem padang ilalang.
Pengertian Ekosistem
Keanekaragaman Ekosistem Darat

2) Ekosistem Vegetasi Pegunungan

Ekosistem vegetasi pegunungan adalah ekositem yang membentang pada ketinggian >1000 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan ketinggian tempatnya, ekosistem vegetasi pegunungan dibedakan kembali menjadi beberapa sub vegetasi ekosistem, yaitu:
  • Vegetasi hutan pegunungan, berupa wilayah dengan vegetasi pada ketinggian 1500- 3.300 meter dpl. Dalam ekosistem ini, semakin tinggi elevasinya, maka semakin pendek vegetasi dan semakin rendah keanekaragaman ekosistemnya. Dalam ekosistem ini dapat dijumpai beberapa tumbuhan seperti lumut, anggrek, dan tumbuhan epifit.
  • Vegetasi padang rumput pegunungan, berupa wilayah pada ketinggian 3.200-3.600 m dpl dengan vegetasi yang dominan berupa rumput yang dapat tumbuh mencapai tinggi 1 meter. Misalnya adalah padang rumput yang ada di pegunungan Irian Jaya.
  • Vegetasi terbuka lereng berbatu, berupa wilayah dengan vegetasi berupa rumput, tumbuhan paku, dan semak. Vegetasi ini terdapat di lereng-lereng bukit batuan kapur yang lembab.
  • Vegetasi rawa gambut, berupa wilayah dengan dominasi pertumbuhan rumput yang menutupi tanah gambut.

2. Pengertian Ekosistem Perairan (Akuatik)

Pengertian ekosistem perairan adalah ekosistem yang faktor lingkungannya didominasi oleh perairan. Ekosistem perairan dapat dibedakan jadi 2 ekosistem, yaitu ekositem air tawar dan ekosistem laut.

1. Ekosistem air tawar

Ekosistem air tawar adalah ekosistem perairan yang dicirikan dengan salinitas atau kadar garam yang rendah dari air yang mendominasinya. Beberapa ciri ekosistem air tawar ini antara lain:
  • Salinitas (kadar garam) rendah.
  • Perbedaan suhu siang dan malam tidak terlalu besar.
  • Penetrasi (masuknya) cahaya matahari terbatas.
  • Pengaruh iklim dan cuaca relatif kecil pada ekosistem ini.

Berdasarkan pergerakannya, ekosistem air tawar dibedakan menjadi 2 habitat yaitu habitat lotik dan habitat lentik. Habitat lotik adalah habitat yang airnya mengalir, contohnya ekosistem sungai. Sedangkan habitat lentik adalah habitat yang airnya tidak mengalir secara terus menerus, contohnya ekosistem danau.
Macam macam Ekosistem
Ekosistem Perairan (akuatik)

2. Ekosistem laut

Ekosistem laut adalah ekosistem perairan yang dicirikan dengan salinitas atau kadar garam yang tinggi dari air yang mendominasinya. Ciri-ciri ekosistem air laut antara lain:
  • Salinitas (kadar garam) tinggi sekitar 0,3%.
  • Terdapat kehidupan di semua kedalaman, kecuali di zona batial.
  • Rantai makanan relatif panjang.

Pengertian Ekosistem Buatan

Pengertian ekosistem buatan adalah suatu ekosistem yang dibentuk melalui adanya campur tangan manusia. Ekosistem buatan dicirikan dengan rendahnya keanekaragaman organisme yang hidup di dalamnya. Adapun beberapa contoh ekosistem buatan misalnya ekosistem bendungan, ekosistem sawah, dan ekosistem pemukiman.
(ref: disini)
Lanjutkan Baca

Contoh Rantai Makan Dari Berbagai Ekosistem

Interaksi antar mahluk hidup yang terjadi dalam suatu ekosistem ada banyak sekali jenisnya. Salah satu yang paling sering terjadi adalah interaksi makan dan dimakan antar mahluk hidup yang biasa kita kenal dalam istilah rantai makanan. Dalam peristiwa makan dan dimakan tersebut, sejatinya telah terjadi suatu proses perpindahan energi antara jenjang organisme dari tingkat trofik yang rendah ke tingkat trofik yang tinggi. Oleh karena itu, dalam hal ini rantai makanan sering diartikan sebagai suatu proses perpindahan energi makanan yang bergerak secara linier dari organisme produsen ke konsumen teratas.

Contoh Rantai Makanan

Contoh rantai makanan sejatinya dapat dengan mudah kita temukan, bahkan di sekitar tempat tinggal kita. Misalnya, rumput yang tumbuh liar di pekarangan rumah yang dimakan oleh serangga, serangga tersebut dimakan oleh ayam, lalu ayam disembelih dan dimakan oleh kita sebagai konsumen akhir, dan seterusnya.
Contoh Rantai Makanan
Contoh Rantai Makanan
Nah, kendati begitu, rantai makanan juga tidak hanya terjadi di sekitar pekarangan rumah kita. rantai makanan juga terjadi di semua ekosistem di bumi ini. Berikut ini contoh contoh rantai makanan dari berbagai ekosistem tersebut lengkap dengan gambarnya yang akan kita bahas satu persatu.

1. Rantai Makanan di Sawah

Yang pertama, mari kita bahas tentang contoh rantai makanan di ekosistem sawah. Sawah merupakan ekosistem buatan yang terdiri dari organisme yang nyaris homogen pada semua tingkat trofik. Dalam ekosistem ini, tanaman padi dan rerumputan menjadi organisme autotrof atau produsen yang dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis. Oleh karena itu, kedua organisme inilah yang menjadi tingkat trofik paling rendah dalam rantai makanan di sawah. Berikut ini contohnya.
  • Energi matahari – Padi – Burung pemakan biji – Ular sawah – Elang – Pengurai.
  • Energi matahari – Rumput – Serangga – Tikus – Ular sawah – Pengurai.
  • Energi matahari – Padi – Tikus – Elang – Pengurai.
  • Energi matahari – Padi – Serangga – Katak – Ular sawah – Elang – Pengurai.
  • Energi matahari – Padi – Keong mas – Katak – Ikan – Ular sawah – Pengurai.

2. Rantai Makanan di Ekosistem Laut

Laut adalah ekosistem perairan yang paling luas di dunia. Oleh karenanya, banyak sekali mahluk hidup yang menjadikan laut sebagai habitatnya. Saking banyak mahluk hidup yang tinggal di laut membuat di dalam ekosistem laut terdapat jaring-jaring makanan yang kompleks. Kendati begitu, dalam hal organisme yang menjadi produsen dalam ekosistem ini umumnya sama, yaitu alga dan fitoplankton. Nah, berikut ini contoh rantai makanan di laut yang telah kami susun.
  • Energi matahari - alga - ikan kecil - ikan besar - hiu - pengurai
  • Energi matahari - fitoplankton - ikan kecil - burung bangau - ular laut - pengurai
  • Energi matahari - fitoplankton - udang - ikan - singa laut - hiu - pengurai
Contoh Rantai Makanan di Laut
Contoh Rantai Makanan di Laut

3. Rantai Makanan Di Sungai

Sungai disebut ekosistem perairan lotik atau ekosistem perairan yang mengalir. Di sungai, organisme yang berperan sebagai produsen umumnya adalah para algae yang dapat melakukan fotosintesis dengan bantuan cahaya matahari. Berikut ini beberapa contoh rantai makanan di sungai.
  • Energi matahari - alga - ikan - burung bangau - buaya - pengurai
  • Energi matahari - alga - ikan - beruang - pengurai

4. Rantai Makanan Di Hutan

Ekosistem hutan termasuk ekosistem alami yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Oleh karena itu, rantai makanan di ekosistem hutan juga tergolong sebagai rantai yang kompleks. Berikut ini contoh rantai makanan di ekosistem hutan yang dapat kami susun.
  • Energi matahari - rumput - kelinci - ular - elang - pengurai
  • Energi matahari - tanaman - tikus - ular - elang - pengurai
  • Energi matahari - rumput - kambing - harimau - pengurai
Contoh Rantai Makanan di Hutan
Contoh Rantai Makanan di Hutan

5. Rantai Makanan Di Danau

Danau termasuk ekosistem perairan yang terbentuk secara alami. Kendati begitu, adapula danau buatan yang biasanya disebut dengan istilah waduk. Contoh rantai makanan di danau berikut ini menggambarkan tentang peranan fitoplankton yang sangat besar dalam menunjang kehidupan organisme di ekosistem danau.
  • Energi matahari - fitoplankton - zooplankton - larva capung - ikan - burung bangau - pengurai
  • Energi matahari - fitoplankton - ikan - ular - burung elang - pengurai

6. Rantai Makanan Di Ekosistem Gurun

Suhu udara dan ketersediaan air yang sangat sedikit di ekosistem gurun membuat keterbatasan jumlah organisme yang dapat bertahan hidup di sana. Kendati begitu, beberapa tumbuhan xerofit atau tumbuhan yang dapat bertahan dengan ketersediaan air sedikit tetap dapat menjadi produsen bagi kelangsungan hidup organisme gurun. Beberapa contoh rantai makanan di ekosistem gurun berikut ini menggambarkan tentang peran penting tumbuhan xerofit tersebut.
  • Energi matahari - rumput - Cottontail kelinci - rubah kit - coyote - pengurai
  • Energi matahari - rumput - kelinci - ular - elang - pengurai

7. Rantai Makanan Di Ekosistem Kebun

Ekosistem kebun merupakan ekosistem buatan. Oleh karenanya, keanekaragaman mahluk hidup dalam ekosistem ini pun terbilang rendah. Beberapa contoh rantai makanan di kebun telah kami sajikan sebagai mana berikut.
  • Energi matahari - bunga - ulat - burung pipit - elang - pengurai
  • Energi matahari - sawi - ulat - burung - kucing - pengurai

8. Rantai Makanan Di Ekosistem Kolam

Sama seperti ekosistem kebun, ekosistem kolam juga termasuk ekosistem yang secara sengaja dibuat oleh manusia. Peran fitoplankon dan alga dalam rantai makanan di ekosistem ini sangatlah tinggi. Buktinya bisa kita lihat pada bagan berikut.
  • Energi matahari - pitoplankton - ikan - burung bangau - pengurai
  • Energi matahari - alga - ikan - ular - elang - pengurai

9. Rantai Makanan Di Ekosistem Rawa

Rawa adalah daerah yang secara musiman atau permanen selalu tergenang oleh air. Ekosistem rawa biasanya dapat kita temukan di daerah yang dekat dengan laut. Adapun contoh rantai makanan di ekosistem rawa beberapa di antaranya yaitu:
  • Energi matahari - ganggang - ikan - kucing - pengurai
  • Energi matahari - alga - ikan - burung bangau - pengurai

10. Rantai Makanan Di Ekosistem Savana

Savana atau ekosistem padang rumput adalah ekosistem yang umumnya terbentuk di daerah yang beriklim tropis atau subtropis dengan curah hujan antara 25 sd 30 cm per tahun. Karena dihuni oleh banyak rumput, maka ekosistem ini adalah tempat yang paling nyaman bagi para herbivora. Herbovora yang berkumpul di sana membuat karnivora berdatangan untuk memangsa mereka. berikut ini contoh dari rantai makanan yang terjadi secara siklus di ekosistem savana.
  • Energi matahari - rumput - zebra - singa - pengurai
  • Energi matahari - rumput - domba - serigala - pengurai
  •  
Lanjutkan Baca

Komponen Ekosistem IPA Kelas VII

contoh ekosistem kebun
contoh ekosistem kebun
Perhatikan Gambar diatas. Gambar apakah itu? Gambar itu menunjukkan salah satu contoh ekosistem kebun. Dalam ekosistem tersebut, dapatkah kamu menyebutkan makhluk hidup dan benda tak hidup yang ada di dalamnya? Pohon, rumput, ulat, bahkan jasad renik yang tidak tampak oleh mata telanjang merupakan makhluk hidup. Makhluk hidup itu yang disebut komponen biotik (bio = hidup). Tanah, udara, air, cahaya matahari termasuk komponen abiotik (a = tidak, bio = hidup). Apakah peran kedua komponen itu dalam ekosistem?

1. Komponen Abiotik

Marilah kita mulai dengan tempat hidup suatu tumbuhan, yaitu tanah. Tanah terdiri dari butiran-butiran tanah yang mengandung unsur hara/unsur anorganik dan bahan organik. Tanah gembur yang banyak rongga udara akan mempermudah akar tumbuhan mendapat makanan. Kebutuhan makanan tidak hanya diperoleh dari dalam tanah, tetapi juga dari udara yang mengandung oksigen, nitrogen, hidrogen dalam bentuk uap air dan karbondioksida. Gas karbon dioksida digunakan tumbuhan dalam proses fotosintesis. Oksigen yang dihasilkan dari proses ini dikeluarkan ke udara bebas untuk respirasi makhluk hidup.

Tahukah kamu, bahwa sebagian tubuh kita dan makhluk hidup lainnya terdiri atas air? Dari manakah air diperoleh? Coba perhatikan Gambar berikut:
Siklus Air
Siklus Air
Sinar matahari menguapkan air, dan uap air pada ketinggian tertentu membentuk awan. Suhu dingin menyebabkan awan berkondensasi menjadi embun yang pada akhirnya turun sebagai hujan di atas permukaan tanah maupun di sungai dan mengalir ke laut.

Air meresap ke dalam tanah sebagai air tanah kemudian diserap tumbuhan. Air diperlukan semua organisme untuk berlangsungnya proses-proses dalam tubuh.

Sinar matahari merupakan sumber energi bagi tumbuhan untuk melakukan fotosintesis yang menghasilkan zat makanan. Zat makanan merupakan energi kimia yang dibutuhkan oleh semua organisme untuk menghasilkan energi untuk melakukan proses-proses kehidupannya.

2. Komponen Biotik

Komponen biotik meliputi semua makhluk hidup yang terdapat dalam ekosistem. Berdasarkan fungsinya di dalam ekosistem, makhluk hidup dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu produsen, konsumen, dan dekomposer atau pengurai.

a. Produsen

Tumbuhan hijau mampu memanfaatkan cahaya matahari untuk menghasilkan zat makanan melalui proses potosintesis, sehingga disebut sebagai produsen. Organisme yang dapat membuat makanan sendiri disebut organisme autotrof. Gambaran reaksi kimia proses fotosintesis adalah sebagai berikut.
reaksi kimia proses fotosintesis
reaksi kimia proses fotosintesis
Zat makanan yang terbentuk merupakan energi kimiawi yang tersimpan pada bagian daun, batang, akar atau buah. Hasil fotosintesis lainnya adalah berupa oksigen dilepas ke udara bebas dan digunakan oleh makhluk hidup lainnya.

b. Konsumen

Manusia dan hewan termasuk dalam golongan konsumen karena keduanya tidak dapat membuat makanan sendiri. Konsumen disebut juga organisme heterotrof, artinya organisme yang tergantung organisme lain untuk mendapatkan makanan.
Berdasarkan jenis makanannya, organisme yang mendapatkan makanan dari tumbuhan saja disebut herbivora, organisme yang hanya makan hewan disebut karnivora. Organisme yang mendapatkan makanan dari tumbuhan maupun hewan disebut omnivora.

Contoh Hewan Herbivora
Hewan herbivora adalah hewan pemakan tumbuhan. Hewan-hewan ini menjadikan tumbuhan sebagai makanan dan sumber energinya. Beberapa ciri yang dimiliki oleh hewan herbivora di antaranya memiliki gigi geraham yang banyak dan rapat, berdarah panas, berkaki empat, beranak (vivipar), dan hidup di daratan. Pada contoh hewan herbivora berikut ini Anda akan menemukan semua ciri-ciri tersebut.
  1. Zebra (Equus burchelli)
  2. Kambing (Capra aegagrus sp.)
  3. Kuda (Equus caballus sp.)
  4. Sapi (Bos taurus)
  5. Rusa (Cervidae goldfuss)
  6. Serangga (Insekta)
  7. Badak (Ceratotherium simum)
  8. Tapir (Tapirus bairdii)
  9. Jerapah (Giraffa camelopardalis)
  10. Gajah (Elephas maximus)
Zebra (Equus burchelli)
Zebra (Equus burchelli)
Serangga (Insekta)
Serangga (Insekta)
Contoh Hewan Herbivora
Contoh Hewan Herbivora
Contoh Hewan Karnivora
Hewan karnivora adalah hewan pemakan daging. Hewan-hewan dari jenis ini memangsa hewan lain kemudian menjadikannya sebagai makanan dan sumber energi. Hewan karnivora memiliki ciri-ciri yaitu punya gigi taring yang tajam dan cakar yang kuat. Gigi taring digunakan untuk mencabik-cabik makanannya yang berupa daging sedangkan cakar kuat digunakan untuk mencengkram mangsanya. Secara lebih lengkap, silakan pahami contoh hewan karnivora beserta nama latinnya berikut ini.
  1. Singa (Panthera leo)
  2. Harimau (Panthera tigris)
  3. Serigala (Canis lupus)
  4. Anjing (Canis familiaris)
  5. Kucing (Felis catus)
  6. Buaya (Crocodylus sp.)
  7. Elang (Nisaetus bartelsi)
  8. Ular Kobra (Naja sp.)
  9. Ikan Tongkol (Euthynnus affinis)
  10. Ikan Hiu (Selachimorpha sp.)
Contoh Hewan Karnivora
Contoh Hewan Karnivora
Contoh Hewan Omnivora
Hewan omnivora adalah hewan yang jenis makanannya berupa hewan dan tumbuhan. Hewan jenis ini sering pula disebut hewan pemakan segalanya. Ciri hewan omnivora adalah adanya gigi seri yang tajam dan gigi geraham yang rapat. Gigi seri yang tajam digunakan untuk memotong dan mengigit, sedangkan gigi geraham yang rapat digunakan untuk mengunyah makanan yang ia peroleh. Selain itu, hewan omnivora umumnya juga mempunyai sistem pencernaan yang lebih rumit. Hal ini dikarenakan jenis makanan yang dicerna olehnya memiliki sifat yang lebih beragam. Berikut ini adalah beberapa contoh hewan omnivora lengkap dengan gambar dan nama latinnya.
  1. Tikus (Rattus argentiventer)
  2. Monyet (Macaca fascicularis)
  3. Burung (Aves)
  4. Babi (Sus barbatus)
  5. Ayam (Gallus gallus domesticus)
  6. Bebek (Merginae sp.)
  7. Musang Luwak (Paradoxurus hermaphroditus)
  8. Angsa (Genera coscoroba)
Contoh Hewan Omnivora
Contoh Hewan Omnivora

c. Dekomposer atau Pengurai

Apa yang terjadi pada sisa-sisa bagian pohon yang tumbang/mati setelah 1 minggu, 1 bulan atau lebih? Di permukaan batang tanaman yang mati akan terlihat jamur maupun bakteri yang melakukan pembusukkan. Di sinilah nampak peran dari dekomposer atau pengurai dalam menguraikan zat organik yang terdapat pada makhluk hidup yang sudah mati menjadi zat yang lebih sederhana, seperti mineral atau zat organik lain.
Jamur - Contoh Organisme Pengurai
Jamur - Contoh Organisme Pengurai
Makhluk hidup yang berperan sebagai pengurai adalah bakteri dan jamur saprofit. Zat mineral atau zat hara hasil penguraian meresap ke dalam tanah yang sangat dibutuhkan oleh tumbuhan.

Keseimbangan ekosistem dapat terjadi bila ada hubungan timbal balik yang harmonis antarkomponen biotik dan abiotik.
(ref: Dinas Pendidikan Nasional)
Lanjutkan Baca

Monday, January 23, 2017

Tingkat Reproduksi - Biologi Kelas 9

Tingkat reproduksi adalah kemampuan suatu organisme untuk berkembang biak. Artinya, tingkat reproduksi adalah kemampuan suatu organisme untuk menghasilkan keturunan. Tingkat reproduksi sangat mempengaruhi kelangsungan hidupnya suatu organisme.
Kelinci
Tingkat Reproduksi Tinggi (Kelinci)

Tingkat organisme dapat dikatakan rendah bila jumlah keturunan yang dihasilkan sedikit dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Akibatnya, organisme tersebut akan mengalami kepunahan dan menjadi langka. Contohnya adalah badak bercula satu. Untuk menghasilkan satu keturunan atau satu anak membutuhkan waktu ± 6 tahun. Contoh lain adalah harimau sumatra, panda, dan koala.

Tingkat organisme dikatakan tinggi bila mampu menghasilkan keturunan yang banyak dalam waktu yang singkat. Makin banyak suatu makhluk hidup menghasilkan anak atau keturunan, secara tidak langsung kelangsungan hidup makhluk hidup tersebut mampu dipertahankan dan terhindar dari kepunahan. Contohnya adalah sapi, kambing, kelinci, ayam, itik, dan kuda.

(ref: Musyawarah Guru Mata Pelaran IPA SMP Dinas Pendidikan Nasional)
Lanjutkan Baca

Perkembangbiakan pada Hewan - Kelas 9

Perkembangbiakan pada hewan bisa terjadi secara aseksual dan seksual. Hewan avertebrata memiliki cara reproduksi yang berbeda dengan hewan vertebrata.
Perkembangbiakan pada Hewan
Perkembangbiakan pada Hewan

Reproduksi pada Hewan Avertebrata

Reproduksi pada hewan avertebrata dapat terjadi secara vegetatif maupun generatif.

Secara Vegetatif

Perkembangbiakan secara vegetatif pada hewan avertebrata adalah dengan cara-cara sebagai berikut.

Pembelahan biner, contoh: Protozoa.
Fragmentasi (memisahkan sebagian koloni), contoh: Volvox.
Sporalasi (dengan membentuk spora), contoh: Plasmodium.
Tunas atau gemule, contoh: hydra, porifera, dan colenterata.
Regenerasi (membentuk kembali bagian tubuh yang hilang). Contoh: cacing planaria dan bintang laut.

Secara Generatif

Perkembangbiakan secara generatif pada hewan avertebrata adalah dengan cara-cara sebagai berikut.

Partenogenesis (individu baru berasal dari sel telur yang tidak dibuahi), contoh: semut jantan dan lebah jantan.
Dengan pembuahan, individu baru berasal dari peleburan sel kelamin betina atau sel telur dan sel kelamin jantan atau spermatozoa.
Konjugasi, yaitu reproduksi pada organisme yang belum jelas alat kelaminnya, antara individu jantan dan betina belum bisa dibedakan. Contoh: cacing dan Paramecium.
Anisogami, peleburan gamet yang tidak sama besar. Contoh: terjadi pada plasmodium dalam tubuh nyamuk.
Hermafrodit, merupakan peristiwa yang menyimpang dari kebiasaan, yaitu individu mampu menghasilkan sel kelamin jantan dan betina.
Contoh: hydra, cacing pita, dan cacing tanah.

Reproduksi pada Hewan Vertebrata

Reproduksi pada hewan vertebrata hanya terjadi secara generatif. Terjadinya individu baru didahului dengan adanya peleburan sel kelamin jantan dan betina (pembuahan/ fertilisasi). Reproduksi pada vertebrata dibedakan menjadi ovipar, vivipar, dan ovovivipar.

Ovipar (bertelur)

Ovivar terjadi pada hewan yang meletakkan telurnya di luar tubuh induk betina. Contoh: unggas, ikan, dan katak.

Ovovivipar (bertelur beranak)

Sebenarnya hewan ini bertelur, tetapi embrio berkembang pada saat telur masih berada di dalam tubuh induk betina. Contoh: pada sebagian reptil (kadal dan ular).

Vivipar (beranak)

Embrio berkembang dalam rahim induk betina. Embrio mendapatkan makanan dari tubuh induk betina melalui plasenta. Contoh: mamalia dan manusia.

Proses Pembuahan pada Hewan

Pada hewan tingkat tinggi, jenis kelamin antara hewan jantan dan betina dapat dibedakan. Proses pembuahan berdasarkan tempatnya, dibedakan menjadi pembuahan di luar tubuh dan pembuahan di dalam tubuh.

Pembuahan di luar tubuh

Pembuahan di luar tubuh dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu:

Pembuahan luar secara acak, yaitu peristiwa pengeluaran sperma dan sel telur oleh hewan jantan dan betina secara bersamaan di sembarang tempat dalam air. Contoh: katak dan ikan.
Pembuahan luar dalam sarang, sperma dan sel telur disimpan di dalam sarang atau cekungan.

Pembuahan di dalam tubuh

Pembuahan di dalam tubuh disebut juga fertilisasi internal, terjadi dalam tubuh induk betina. Sel telur dari ovarium yang dihasilkan hewan betina dewasa disalurkan ke saluran telur. Sedangkan, hewan jantan memasukkan sperma ke dalam organ reproduksi betina. Dalam saluran telur terjadi pembuahan atau pertemuan antara sel telur dan sperma. Pembuahan ini dilakukan umumnya pada hewan-hewan reptil, burung, mamalia, serta beberapa jenis ikan dan amfibi.

Perkembangbiakan Seksual pada Mamalia

Perkembangbiakan secara seksual pada mamalia adalah sebagai berikut.

Alat perkembangbiakan pada hewan jantan
Hewan jantan mempunyai sepasang testis berbentuk bulat, terletak di dalam kantung yang disebut skrotum. Testis memproduksi sel kelamin jantan (spermatozoa) yang dikeluarkan melalui saluran sperma (vas deferens). Pada alat kelamin bagian luar terdapat penis yang mempunyai fungsi untuk memasukkan sel sperma ke dalam alat kelamin betina.

Alat perkembangbiakan pada hewan betina
Hewan betina mempunyai sepasang ovarium yang terletak di sebelah kanan dan kiri ginjal, ukurannya sangat kecil, berfungsi menghasilkan ovum (sel telur). Jika ovum telah matang, akan terjadi ovulasi (pelepasan ovum) dan keluar ke oviduk menuju uterus (rahim). Uterus merupakan tempat pertumbuhan dan perkembangan embrio. Setelah uterus, terdapat vagina yang merupakan alat perkawinan luar, yaitu lubang tempat masuknya sel sperma.

Cara perkembangbiakan secara seksual

Jika hewan telah memasuki tahap kedewasaan, sel telur akan dihasilkan dan terjadi ovulasi. Bila terjadi perkawinan, sperma masuk ke dalam alat reproduksi betina. Ovum yang telah diovulasi akan dibuahi dan terjadi di dalam oviduk. Setelah terjadi pembuahan, dihasilkan zigot yang akan bergerak menuju uterus dan menempel pada dinding uterus. Zigot tumbuh dan berkembang menjadi embrio. Untuk memperoleh makanan dan oksigen dari induk, embrio dan induk dihubungkan dengan plasenta dan tali pusat. Embrio setelah mencapai kesempurnaan berubah menjadi fetus (janin) dan siap dilahirkan. Lamanya fetus atau masa kehamilan dalam uterus tiap hewan berbeda-beda.


(ref: BSE Pelaran IPA SMP Dinas Pendidikan Nasional)
Lanjutkan Baca

Perkembangbiakan pada Tumbuhan Kelas 9

Perkembangbiakan pada tumbuhan dibagi menjadi dua macam, yaitu perkembangbiakan generatif atau seksual dan vegetatif atau aseksual. Perkembangbiakan generatif adalah perkembangbiakan secara kawin, terjadinya individu baru didahului dengan peleburan sel kelamin jantan dan betina. Sedangkan, vegetatif adalah perkembangbiakan secara tak kawin.

Cara Reproduksi pada Tumbuhan

Berikut ini adalah cara-cara reproduksi pada beberapa tumbuhan, baik secara vegetatif maupun generatif.

Reproduksi Vegetatif

Reproduksi vegetatif atau aseksual adalah perkembang-biakan secara tidak kawin, individu baru berasal dari bagian-bagian tubuh induknya. Reproduksi vegetatif dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu vegetatif alami dan vegetatif buatan.

Vegetatif alami

Jenis-jenis perkembangbiakan secara vegetatif alami pada tumbuhan adalah sebagai berikut.

Membelah diri atau pembelahan biner

Perkembangbiakan dengan membelah diri adalah satu sel induk membelah menjadi dua atau lebih sel anak. Setiap sel anak tumbuh menjadi individu baru. Sel anak sama dengan sel induk. Contohnya adalah pembelahan biner pada ganggang biru.
pembelahan biner pada ganggang biru.
Pembelahan biner

Spora

Individu baru terbentuk dari spora yang dihasilkan oleh induknya. Tiap spora bisa tumbuh menjadi individu baru. Perkembangbiakan dengan spora terjadi pada alga, jamur, lumut, dan paku-pakuan.
spora
spora

Stolon atau geragih

Stolon adalah cabang yang tumbuh mendatar di atas permukaan tanah. Contohnya, stroberi, rumput teki, dan daun kaki kuda.
Stolon atau geragih
Stolon atau geragih

Umbi

Umbi adalah bagian tanaman yang berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan. Umbi dibagi menjadi tiga macam, yaitu:
Umbi
Umbi

Umbi akar
Umbi akar adalah akar yang tumbuh membesar dan beberapa tempat pada umbi tersebut terdapat calon tunas yang dapat tumbuh menjadi individu baru. Contoh: ubi.

Umbi batang
Umbi batang adalah batang yang tumbuh membesar. Contoh: wortel, lobak, dan bit.

Umbi lapis
Merupakan modifikasi dari pelepah daun yang tersusun rapat membentuk umbi. Pada setiap ketiak lapisan terdapat calon tunas. Bagian dasar umbi yang berbentuk cakram merupakan modifikasi dari batang. Contoh: bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay.

Rimpang atau akar tinggal

Akar tinggal disebut juga rhizoma, yaitu batang yang tumbuh mendatar di dalam tanah. Contoh: kunyit, jahe, kencur, dan temu lawak.

Tunas

Tunas adalah tumbuhan yang tumbuh dari batang yang berada di dalam tanah. Umumnya, individu baru tumbuh tidak jauh dari induknya sehingga tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas membentuk rumpun. Contoh: pisang, bambu, dan tebu.

Tunas adventif

Tunas adventif adalah tunas yang tumbuhnya tidak pada batang, misalnya di daun. Contoh: cocor bebek, cemara, dan sukun.

Vegetatif buatan

Vegetatif buatan terbagi menjadi beberapa macam, antara lain:
Vegetatif buatan
Vegetatif buatan

Mencangkok, hanya bisa dilakukan pada tumbuhan yang berkambium (dikotil). Contoh: jeruk, mangga, belimbing, dan jati.

Menyambung atau mengenten, dengan tujuan menyambung dua jenis tanaman yang berbeda sifatnya, biasanya dilakukan pada pucuk tanaman. Contoh: singkong karet dengan singkong biasa.

Menempel atau okulasi, yaitu menggabungkan dua jenis tanaman yang berbeda sifatnya dengan menggunakan lapisan kulitnya (pada mata tunas). Contoh: jeruk bali dengan jeruk limau.

Stek, yaitu cara memperbanyak tanaman dengan menggunakan potongan-potongan dari bagian tubuh tanaman, baik akar, batang, atau daun. Contoh: tebu, tanaman bunga, dan singkong.

Merunduk, yaitu membengkokkan cabang atau ranting tanaman ke bawah. Contoh: alamanda dan apel.

Reproduksi Generatif

Tumbuhan melakukan reproduksi generatif dengan cara sebagai berikut:

Konjugasi, yaitu reproduksi generatif pada tumbuhan yang belum jelas alat kelaminnya. Contoh: Spyrogyra (ganggang hijau) yang koloninya berbentuk benang.

Isogami, yaitu peleburan 2 sel gamet atau kelamin yang sama besar. Contoh: Clamydomonas (ganggang biru).

Anisogami, yaitu peleburan 2 sel gamet yang besarnya tidak sama. Gamet 1 lebih kecil (mikrogamet) dan gamet 2 lebih besar (makrogamet). Contoh: Ulva (ganggang yang berbentuk lembaran).

Penyerbukan yang diikuti dengan pembuahan. Terjadi pada tumbuhan berbunga (Antophyta) atau tumbuhan berbiji (Spermatophyta). Alat kelamin jantan berupa benang sari dan alat kelamin betinanya berupa putik.

Metagenesis

Penjelasan tentang metagenesis adalah sebagai berikut:

Terjadinya reproduksi bergantian antara vegetatif dan generatif.
Terjadi pada tumbuhan lumut dan paku-pakuan.
Setiap generasi mengalami pergiliran keturunan, yaitu dari generasi gametofit (generasi penghasil gamet) ke generasi sporofit (generasi penghasil spora).

Penyerbukan

Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari di kepala putik. Berdasarkan penyebab sampainya serbuk sari di kepala putik, penyerbukan dibedakan menjadi:
Anemogami (penyerbukan yang dibantu oleh angin), contohnya rumput, jagung, padi.
Zoidiogami (penyebabnya hewan), dibagi menjadi beberapa macam, yaitu:
Entomogami (serangga), contoh: bunga matahari.
Kiropterogami (kelelawar), contoh: jambu biji.
Ornitogami (burung), contoh: padi.
Malakogami (siput), contoh: tumbuhan buah.
Hidrogami (air), contoh: tumbuhan air.
Antropogami (manusia), contoh: vanili.

Berdasarkan asal serbuk sarinya, penyerbukan dibedakan menjadi:

Autogami (penyerbukan sendiri). Serbuk sari berasal dari bunga yang sama. Autogami yang terjadi sebelum bunga mekar disebut kleistogami.
Geitonogami (penyerbukan tetangga). Serbuk sari berasal dari bunga lain, tetapi masih satu pohon.
Alogami. Serbuk sari berasal dari pohon lain, tapi masih satu varietas.
Bastar. Serbuk sari dari pohon lain yang berbeda varietas.

Pembuahan

Pembuahan adalah proses peleburan antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina menjadi zigot sebagai calon individu baru.

Pembuahan pada Tumbuhan Biji Terbuka

(Gymnospermae)
Tumbuhan Gymnospermae disebut tumbuhan berbiji tertutup karena bijinya tidak tertutup, contohnya melinjo dan pakis haji. Serbuk sari terdiri atas dua sel, yaitu sel vegetatif (besar) dan sel generatif (kecil).

Serbuk sari yang jatuh di kepala putik berada pada tetes penyerbukan, diisap masuk ke ruang serbuk sari melalui mikrofil. Serbuk sari ini akan tumbuh membentuk buluh serbuk sari, kemudian bergerak menuju ruang arkegonium yang berisi sel telur.

Sel generatif akan membelah menjadi dua, yaitu membentuk sel dinding (sel dislokator) dan sel spermatogen. Selanjutnya, sel spermatogen membelah membentuk dua spermatozoid yang mempunyai bulu getar. Jika buluh serbuk sari sudah sampai ke arkegonium, sel vegetatif akan lenyap, sel spermatozoid akan membuahi sel telur dan membentuk zigot. Proses pembuahan ini hanya terjadi satu kali sehingga disebut pembuahan tunggal.

Pembuahan pada Tumbuhan Biji Tertutup

(Angiospermae)
Apabila serbuk sari jatuh di kepala putik, serbuk sari melekat. Serbuk sari tumbuh menjadi buluh serbuk sari yang di dalamnya terdapat satu inti vegetatif dan dua inti generatif. Buluh serbuk sari menuju ruang bakal biji dengan inti vegetatif sebagai petunjuk jalan. Sesampainya serbuk sari di dalam bakal biji, inti vegetatif mati. Inti generatif 1 membuahi ovum dan menghasilkan zigot, inti generatif 2 membuahi inti kandung lembaga sekunder yang berfungsi menghasilkan cadangan makanan (endosperm) bagi calon individu baru. Pembuahan ini disebut pembuahan ganda karena terjadi dua pembuahan.
Angiospermae
Angiospermae

Pemencaran Organisme
Area atau daerah distribusi organisme satu dengan yang lain tidak sama karena kehidupan organisme sangat bergantung pada kondisi lingkungan. Tumbuhan dapat hidup secara optimum apabila syarat yang diperlukan untuk tumbuh dan lingkungannya dapat dipenuhi.

Pemencaran Tumbuhan dengan Bantuan Faktor Dalam
Pemencaran ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pemencaran alat reproduksi vegetatif dan pemencaran alat reproduksi generatif.

Pemencaran alat reproduksi vegetatif
Terjadi pada tumbuhan yang tidak menghasilkan biji. Contoh: pemencaran dengan stolon, rhizoma, umbi batang, dan tunas.

Pemencaran alat reproduksi generatif (pemencaran secara mekanik)
Pemencaran dapat terjadi melalui cara-cara berikut ini:
Mekanisme ledakan
Terjadi pada buah polongan, misalnya: petai cina. Jika kulit buah kering karena sinar matahari, maka akan mengerut dan pecah mendadak (meledak).

Gerak higroskopis
Terjadi pada buah dalam keadaan basah dan karena perbedaan kadar air, kulit buah akan pecah. Misalnya: nangka

Mekanisme pedupaan (dengan penggoyangan), misalnya jagung
Terjadi karena adanya penggoyangan, misalnya oleh tiupan angin. Contoh: jagung.

Pemencaran Tumbuhan dengan Bantuan Faktor Luar
Pemencaran ini dibedakan menjadi anemokori, hidrokori, zookori, dan antropokori.

Anemokomori
Anemokori adalah pemencaran dengan bantuan angin. Biasanya terjadi pada struktur biji yang dapat terbang, misalnya ringan dan kecil (biji anggrek), bersayap (biji mahoni), dan berjambul (biji aster, gerbera, dan kapas).

Hidrokori
Hidrokori adalah pemencaran tumbuhan dengan bantuan air. Terjadi pada biji yang berat jenisnya kurang dari satu dan mempunyai perlindungan yang baik (kulit biji ada 3 lapis), misalnya pada kelapa.

Zookori
Zookori adalah pemencaran tumbuhan dengan bantuan hewan. Zookori dibedakan menjadi:
Entomokori (dengan bantuan serangga, misalnya tumbuhan bunga).
Ornitokori (dengan bantuan burung, misalnya tumbuhan biji-bijian).
Kiropterokori (dengan bantuan kelelawar, misalnya tumbuhan buah-buahan).
Mamokori (dengan bantuan mamalia, misalnya kopi oleh musang).
Antropokori (dengan bantuan manusia)

Antropokori dapat terjadi secara sengaja (eksozoit). Misalnya, terjadi pada tumbuhan yang mendatangkan keuntungan (kopi, cengkeh, padi, dan lain-lain). Secara tidak sengaja (endozoit), misalnya biji rumput jarum yang menempel pada pakaian atau bahan lain yang dibawa oleh manusia.

Source: Departemen Pendidikan Nasional
Lanjutkan Baca