Friday, October 20, 2017

Jaringan Saraf : Fungsi, Ciri, Struktur, Gambar, dan Letaknya

Manusia dan hewan dapat merasa sakit, dingin, panas, mendengar, melihat, atau mencium dan melakukan respon terhadap kondisi tersebut karena disebabkan adanya sebuah jaringan yang mampu menghantarkan impuls (rangsangan) dari indra yang dimiliki ke sistem saraf pusat (otak).

Jaringan tersebut bukan berupa jaringan epitel, jaringan ikat, ataupun jaringan otot, melainkan suatu jenis jaringan lain yang bernama jaringan saraf. Nah, di kesempatan artikel kali ini kita akan mengulas tentang seperti apa bentuk, struktur, ciri, dan fungsi jaringan tersebut beserta penjelasan bagian-bagian dan jenis-jenisnya. Ingin tahu lebih lengkap tentang jaringan saraf? Silakan simak dengan seksama pembahasan berikut ini!

Jaringan Saraf

Jaringan saraf adalah jaringan yang hanya terdapat pada manusia dan hewan. Jaringan ini berfungsi untuk menghantarkan impuls (rangsangan) yang diterima sistem syaraf tepi menuju sistem syaraf pusat, dan sebaliknya.
Jaringan Saraf : Fungsi, Ciri, Struktur, Gambar, dan Letaknya
Jaringan Saraf : Fungsi, Ciri, Struktur, Gambar, dan Letaknya

Perlu diketahui, sistem saraf pada hewan tingkat tinggi dan manusia dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu sistem saraf pusat yang terdiri dari sumsum tulang belakang dan otak; serta sistem saraf tepi yang terdiri dari sistem saraf somatik (sistem indra) dan sistem saraf otonom (sistem saraf di luar kesadaran).

Keduanya saling terhubung untuk dapat berfungsi sebagai sebuah sistem koordinasi, mulai dari menerima informasi dalam bentuk rangsangan (stimulus), memproses informasi yang diterima, dan memberi tanggapan (respon) terhadap rangsangan.
Sistem saraf - Fungsi Jaringan Saraf
Sistem saraf - Fungsi Jaringan Saraf

Struktur Sel Saraf

Sistem saraf, baik yang berupa sistem saraf pusat maupun sistem saraf tepi, tersusun atas jaringan-jaringan saraf. Jaringan saraf tersebut tersusun lagi oleh jutaan sel saraf dengan struktur yang sama. Sel saraf inilah yang dinamakan neuron.

Neuron atau sel saraf adalah sel yang berbeda dengan sel-sel pada jaringan penyusun tubuh lainnya. Terdapat ciri spesifik yang dimilikinya yaitu adanya penjuluran sitoplasma yang panjang, serta adanya komponen penyusun lain seperti dendrit dan akson.

Secara lengkap, struktur dan bagian-bagian sel saraf dapat Anda lihat pada gambar di bawah ini!
Bagian-bagian sel saraf (neuron) - Jaringan Saraf
Bagian-bagian sel saraf (neuron) - Jaringan Saraf

1. Badan Sel

Badan sel adalah komponen sel syaraf yang berukuran paling besar. Di dalamnya terdapat nukleus (inti sel) dan sitoplasma yang memanjang dan bercabang. Badan sel berfungsi sebagai penerima impuls (rangsangan) dari cabang sitoplasma yang bercabang (dendri) menuju ke akson.

2. Inti Sel (Nukleus)

Inti sel adalah inti dari sel saraf yang berfungsi sebagai regulator segala kegiatan yang terjadi di sel saraf. Intisel berada di tengah badan sel, mengambang di antara sitoplasma.

3. Sitoplasma

Sitoplasma adalah cairan sel yang mengandung protein tinggi. Sitoplasma dibungkus atau diselubungi oleh sel neurologia yang juga membantu sel dalam memperoleh suplai makanan.

4. Dendrit

Dendrit adalah sekumpulan serabut sel saraf pendek yang bercabang-cabang halus dan merupakan perluasan dari badan sel. Dendrit berfungsi sebagai penerima impuls dan menyampaikan impuls yang diterimanya menuju badan sel.

5. Neurit (Akson)

Neurit atau akson adalah sebuah serabut sel saraf panjang yang merupakan perluasan dari badan sel. Akson berfungsi untuk mengirimkan impuls yang telah diolah badan sel menuju sel saraf lainnya melalui sinapsis. Akson dilindung oleh selubung meilin. Selubung ini berupa selaput berbahan lemak yang berfungsi melindungi akson dari kerusakan.

6. Sel Schwann

Pada beberapa vertebrata, akson pada sel sarafnya diselubungi oleh sel schwann. Sel schwann adalah sel penyokong akson yang berfungsi menyediakan suplai makanan bagi metabolisme akson dan membantu regenerasi akson. Antara satu sel schwan satu dengan sel schwann lainnya terdapat pengubung yang berfungsi untuk mempercepat pengiriman (transmisi) impuls menuju sinapsis. Penghubung ini bernama nodus rainver.

7. Sinapsis

Sinapsis adalah ujung dari akson yang berfungsi untuk meneruskan impuls menuju ke neuron lainnya. Sinapsis dari satu neuron akan terhubung dengan dendrit dari neuron lainnya. Transmisi impuls dilakukan dengan mengeluarkan bahan kimia yang bernama neurotransmitter sebagai impuls baru bagi dendrit di neuron lainnya.

Neurotransmitter dihasilkan oleh kantong yang terdapat di ujung akson, bernama bulbus akson. Neurotransimitter sendiri berupa campuran asetilkolin dan kolinesterase yang berfungsi dalam penyampaian impuls saraf dari sinapsis.

Jenis Jenis Sel Saraf

Berdasarkan cara kerjanya dalam mengirim impuls dan posisinya dari sel lain, sel saraf dapat diberdakan menjadi 3 jenis. Jenis-jenis sel saraf tersebut yaitu sel saraf sensorik (neuron sensori), sel saraf penghubung (neuron intermediat), dan sel saraf motorik (neuron motor).

1. Sel Saraf Sensorik (Neuron Sensori)

Sel saraf sensorik adalah sel saraf yang berfungsi menyampaikan impuls (rangsangan) dari reseptor (penerima rangsangan) menuju ke sel saraf penghubung atau sistem saraf pusat (sumsum tulang belakang dan otak). Sel saraf ini memiliki badan sel yang saling bergerombol membentuk ganglion dan sambung menyambung menuju sumsum tulang belakang.

2. Sel Saraf Penghubung (Neuron Intermediat)

Sel saraf penghubung adalah sel saraf yang membentuk rantai penghubung antara sel saraf sensorik dan sistem saraf pusat, atau antara saraf pusat dengan sel saraf motorik. Sel saraf penghubung terdapat hampir di seluruh bagian tubuh dan menjadi lintasan impuls bagi koordinasi saraf. (Baca selengkapnya : Bagian Bagian Otak dan Fungsinya)

3. Sel Saraf Motorik (Neuron Motor)

Sel saraf motorik adalah sel saraf yang berfungsi mengirimkan impuls berupa perintah dari sistem saraf pusat menuju ke jaringan otot dan kelenjar untuk melakukan respon. Secara sederhana, hubungan ketiga jenis sel saraf ini dapat diilustrasikan sebagaimana berikut.

Kulit kita digigit nyamuk – sistem saraf tepi (dalam hal ini indera peraba atau kulit) menerima impuls adanya gigitan nyamuk – sel saraf tepi mengirimkan impuls tersebut menuju sel saraf sensorik – sel saraf sensori meneruskan impuls tersebut ke sel saraf penghubung – sel saraf penghubung menyampaikan impuls ke sistem saraf pusat (otak) – otak mengolah impuls menjadi data yang berupa rasa sakit dan perintah untuk menghilangkan rasa sakit itu – data berupa perintah dikirim ke sel saraf motorik melalui sel saraf penghubung – sel saraf motorik merespon perintah tersebut dengan tindakan – sel saraf yang ada di otot tangan diperintahkan untuk menepuk pipi agar si nyamuk yang menggigit mati.

Rangkaian proses pengiriman dan penerimaan impuls serta respon yang dihasilkan otak atas sebuah impuls terjadi dalam waktu yang sangat-sangat singkat. Bayangkan, bila rangkaian tersebut terjadi dalam waktu seperti yang dibutuhkan Anda untuk membaca ilustrasi di atas, tentu darah Anda sudah akan habis saat tangan mulai bergerak untuk menepuk si nyamuk. Itulah keistimewaan dari kerja sel-sel di jaringan saraf.

(ref: ebiologi.com)
Lanjutkan Baca

4 Alat Ekskresi Pada Manusia : Struktur, Bagian-Bagian, dan Fungsinya

Proses metabolisme yang dilakukan oleh tubuh setiap hari telah menghasilkan energi dan zat-zat yang berguna bagi kehidupan kita. Akan tetapi, selain menghasilkan zat-zat yang diperlukan, proses metabolisme nyatanya juga menghasilkan berbagai zat sisa yang akan membahayakan tubuh apabila tidak dikeluarkan. Pengeluaran zat-zat sisa metabolisme dari dalam tubuh ini dilakukan melalui proses ekskresi.

Proses ekskresi adalah proses pengeluaran zat sisa yang dilakukan oleh beberapa organ di tubuh kita yang memiliki fungsi sebagai alat ekskresi. Nah, di artikel kali ini kita akan membahas tentang apa saja alat ekskresi pada manusia tersebut lengkap dengan fungsi, bagian-bagian, serta gambarnya.

Alat Ekskresi Pada Manusia

Ada banyak organ di tubuh kita, namun, di antara organ-organ tersebut, yang memiliki peran sebagai alat ekskresi pada manusia hanya ada 4, yaitu kulit, ginjal, paru-paru, dan hati.
4 Alat Ekskresi Pada Manusia
4 Alat Ekskresi Pada Manusia

1. Kulit

Kulit adalah organ yang terdapat di seluruh permukaan tubuh manusia. Organ ini berupa lapisan tipis yang tebalnya hanya beberapa milimeter saja. Meski tipis, kulit ternyata dapat dibagi menjadi beberapa lapisan, yaitu kulit ari (epidermis), kulit jangat (dermis), dan jaringan bawah kulit (subkutan). Secara lengkap, bagian-bagian kulit tersebut dapat Anda lihat pada gambar di bawah.

Meski merupakan organ yang tipis, kulit manusia nyatanya memiliki beragam fungsi penting bagi kelangsungan hidup kita. Selain sebagai organ pelindung tubuh, pencegah masuknya kuman penyakit, pengatur keseimbangan suhu tubuh, dan sebagai indra peraba, kulit juga berfungsi sebagai salah satu alat ekskresi pada manusia.

Fungsi kulit sebagai alat ekskresi terkait dengan proses pengeluaran keringat dari dalam tubuh. Air keringat sendiri secara umum mengandung garam dan urea, 2 zat sisa metabolisme kita.

Keringat dihasilkan dari kelenjar keringat yang terdapat pada lapisan kulit jangat (dermis). Air keringat tersebut kemudian dikeluarkan dalam jumlah tertentu ke permukaan kulit untuk mengatur keseimbangan suhu tubuh. Jumlah keringat yang keluar dari kulit dapat dipengaruhi beberapa faktor, seperti aktivitas yang dilakukan, suhu lingkungan, suhu tubuh, emosi, makanan, dan kondisi kesehatan.
Bagian-bagian Kulit dan Fungsinya
Bagian-bagian Kulit dan Fungsinya

2. Ginjal

Ginjal adalah organ berbentuk seperti biji kacang merah yang terdapat di bagian kiri dan kanan rongga perut manusia. Organ ini berwarna merah keunguan, berjumlah 2 buah dengan ginjal kiri terletak lebih tinggi dibanding yang kanan. Meski beratnya tidak lebih dari 170 gram pada orang dewasa, namun fungsi ginjal ternyata sangat penting bagi kesehatan hidup manusia, terutama dalam hal mekanisme ekskresi atau pengeluaran zat sisa yang bersifat racun dari hasil metabolisme tubuh kita.
Bagian-bagian Ginjal dan Fungsinya
Bagian-bagian Ginjal dan Fungsinya

Sebagai salah satu alat ekskresi pada manusia, ginjal tersusun atas 3 bagian utama, yaitu kulit ginjal (korteks), sumsum ginjal (medula), rongga ginjal (pelvis renalis). Bagian-bagian ini terhubung langsung dengan beberapa organ lainnya di dalam rongga perut seperti pembuluh arteri dan ureter. Hubungan ini sangat menunjang fungsi ginjal sebagai alat ekskresi terutama dalam hal penyaringan darah dan pembentukan urine.

Untuk diketahui, mekanisme pembentukan urine yang dilakukan ginjal melalui 3 tahapan, yaitu filtrasi (penyaringan darah), reabsorbsi (penyerapan kembali zat-zat yang berguna di dalam urin), dan augmentasi (pengumpulan urin).

3. Paru-paru

Selain sebagai organ penting dalam sistem pernapasan, paru-paru juga berfungsi dalam sistem ekskresi manusia. Zat sisa yang dikeluarkan paru-paru dalam fungsinya sebagai alat ekskresi adalah uap air (H2O) dan karbondioksida (CO2). Kedua zat ini dihasilkan dari proses pernapasan.
Bagian bagian paru paru dan fungsinya
Bagian bagian paru paru dan fungsinya

Mekansime pernapasan manusia dimulai dengan masuknya udara melalui hidung. Paru-paru kemudian mengikat oksigen dari udara tersebut menggunakan alveolus. Alveolus adalah bagian paru-paru berbentuk gelembung-gelembung berukuran kecil yang berfungsi untuk mengikat oksigen serta melepaskan karbondioksida dan air.

4. Hati

Hati adalah kelenjar terbesar yang ada di dalam rongga perut manusia. Kelenjar ini terletak di sebelah kanan rongga perut, tepat di bawah diafragma. Beratnya sendiri bisa mencapai 2 kg dan warnanya merah.
Bagian bagian hati dan fungsinya
Bagian bagian hati dan fungsinya

Sebagai alat ekskresi pada manusia, hati menghasilkan empedu. Empedu adalah cairan racun berwarna kehijauan, berasa pahit, berpH netral, serta mengandung kolesterol, garam-garam mineral, dan zat warna empedu (bilirubun dan biliverdin). Empedu merupakan akumulasi racun-racun yang secara sengaja maupun tidak sengaja, masuk ke dalam tubuh kita melalui makanan, udara, maupun dari penyerapan kulit. Jika tidak disaring oleh hati dan disimpan dalam kantung empedu, racun-racun tersebut tentu akan menyebabkan kerusakan pada organ-organ tubuh yang lain.

(ref: ebiologi.com)
Lanjutkan Baca

Saturday, August 12, 2017

6 Daur Biogeokimia : Proses dan Gambar Ilustrasinya

Daur biogeokimia adalah proses daur ulang komponen-komponen kimia (unsur kimia) seperti air, fosfor, sulfur, nitrogen, karbon, dan oksigen yang melibatkan peran serta seluruh komponen penyusun ekosistem baik biotik maupun abiotik. Daur biogeokimia punya peranan penting bagi kelangsungan hidup manusia. Mengenalinya lebih dalam tentu adalah hal wajib agar kita bisa memahami bagaimana sebetulnya seluruh unsur yang kita gunakan ini tetap tersedia meski telah digunakan secara terus menerus. Berikut  6 daur biogeokimia sebagai bahan belajar kita bersama.

Daur Biogeokimia


Biogeokimia adalah suatu perubahan atau pertukaran unsur-unsur penting yang berlangsung secara terus menerus antara komponen abiotik dan komponen biotik. Fungsi daur biogeokimia adalah untuk menjaga keberlangsungan kehidupan di bumi, karena materi hasil daur biogeokimia ini bisa digunakan oleh semua komponen penyusun ekosistem untuk memperoleh kondisi homeostatis.

Daur Biogeokimia
Gambar Ilustrasi Proses Daur Biogeokimia

Ada 6 daur biogeokimia di alam semesta ini. Keenam daur tersebut antara lain daur air, daur fosfor, daur sulfur, daur nitrogen, daur karbon, dan daur oksigen.

1. Daur Air

Daur air adalah sirkulasi tiada henti dari air yang di bumi, dimana air mampu berpindah dari daratan ke udara, lalu kembali ke daratan lagi melalui 3 fase perubahan yaitu cair dalam berbentuk air, padat dalam berbentuk es, dan gas dalam berbentuk uap air.

Daur biogeokimia air dimulai dari adanya penguapan yang terjadi di permukaan bumi. Panas matahari membuat air berubah menjadi uap air. Karena massa jenis uap air yang lebih rendah dibanding massa jenis udara, uap air kemudian naik ke atas atmosfer, terkondensasi, dan akhirnya membentuk awan. Awan yang terbentuk kemudian berubah menjadi hujan karena pengaruh udara panas dan perubahan suhu. Air hujan jatuh ke permukaan bumi, mengalir ke tempat terendah, dan kembali ke lautan. Air yang sampai di laut kemudian menguap kembali dan begitu seterusnya. Nah, untuk lebih jelas mengenai bagaimana daur air berlangsung, kamu dapat lihat gambar di atas atau menuju link ini.

2. Daur Fosfor

Daur fosfor adalah daur biogeokimia yang berlangsung dengan memakan waktu paling lama. Daur posfor dimulai dari terjadinya erosi atau pelapukan batuan. Ion fosfor atau ion fosfat (PO43-) digunakan oleh tanaman untuk pertumbuhannya. Tanaman dimakan oleh hewan dan manusia dan fosfor di dalamnya sebagai sumber energi metabolisme pada sel. Semua organisme yang mati kemudian juga akan melapuk sehingga fosfor akan terlepas ke tanah, terbawa oleh aliran air hujan dan tertumpuk menjadi sedimentasi posfor di dasar lautan. Sedimen ini akan naik kembali ke ke atas permukaan jika terjadi geseran gerak dasar bumi yang membentuk daratan baru.

3. Daur Sulfur

Di alam, sulfur hanya tersedia dalam bentuk sulfur anorganik. Sulfur akan direduksi menjadi sulfur dioksida (SO2) atau hidrogen sulfida (H2S) oleh bakteri desulfibrio dan desulfomaculum.

Daur sulfur dimulai dari adanya proses pembakaran bahan bakar fosil atau karena adanya aktivitas gunung berapi. Terjadinya proses pembakaran sulfur ini kemudian membuat gas sulfur naik ke atmosfer bersatu dengan uap air dan membentuk awan. Sulfur akan ikut turun bersama air hujan dan kondisi inilah yang dikenal dengan istilah hujan asam.

Air hujan asam akan masuk ke dalam tanah, dan sulfur akan diubah menjadi Sulfat, zat yang sangat peting untuk metabolisme tumbuhan. Sulfat di alam hanya tersedia dalam bentuk anorganik (SO42-). Sulfat ini mampu berpindah dari bumi atau alam ke tubuh tumbuhan melalui penyerapan akar.

4. Daur Nitrogen

Senyawa organik seperti protein dan asam nukleat serta senyawa anorganik seperti nitrat, nitrit, dan amonia adalah senyawa-senyawa yang dibentuk oleh unsur nitrogen. Unsur nitrogen dapat tersedia di alam karena adanya daur nitrogen yang berlangsung secara terus menerus melalui pola berikut ini:

Nitrogen yang terdapat di atmosfer jatuh ke permukaan tanah ikut bersama air hujan atau karena proses fiksasi N oleh beberapa bakteri akar dan ganggang seperti bakteri Rhizobium, bakteri Azotobacter, Clostridium, dan ganggang hijau.

Nitrogen di tanah kemudian digunakan oleh produsen dan tanaman sebagai bahan baku pembentukan protein. Tanaman tersebut dikonsumsi oleh hewan dan manusia dan oleh manusia nitrogen di dalamnya diubah ke dalam bentuk NH3 (gas amoniak) dan NH4+ melalui proses amonifikasi.
Bakteri Nitrosomonas bia mengubah ammonium dan amoniak menjadi Nitrat melalui proses denitrifikasi dan menjadikannya kembali berubah sebagai nitrogen dalam bentuk gas untuk memulai kembali daur biogeokimia nya.

5. dan 6. Daur Karbon dan Oksigen

Daur karbon dan oksigen adalah daur biogeokimia yang terkait erat dengan terjadinya proses respirasi dan fotosintesis yang berlangsung antar mahluk hidup. Tanaman dan para produsen menggunakan karbondioksida sebagai bahan baku dalam proses fotosintesis yang menghasilkan oksigen, sedangkan manusia, hewan, dan para konsumen menggunakan oksigen dan menghasilkan karbondioksida melalui proses respirasi atau pernapasan.

(ref: ebiologi.com)
Lanjutkan Baca

Siklus Hidrologi, Pengertian, Proses, Gambar, dan Penjelasannya

Ketersediaan air di daratan bumi dapat tetap terjaga karena adanya hujan. Hujan dapat tercipta karena adanya suatu mekanisme alam yang berlangsung secara siklus dan terus menerus. Dalam pengaturan penyebaran air di daratan bumi, mekanisme alam yang dimaksud tersebut dikenal dengan istilah siklus hidrologi atau siklus air. Pada artikel kali ini, kita akan membahas siklus hidrologi ini mulai dari pengertian, proses terjadi, gambar ilustrasi, hingga macam-macamnya.

Siklus hidrologi adalah salah satu dari 6 siklus biogeokimia yang berlangsung di bumi. Siklus hidrologi adalah suatu siklus atau sirkulasi air dari bumi ke atmosfer dan kembali lagi ke bumi yang berlangsung secara terus menerus. Siklus hidrologi memegang peran penting bagi kelangsungan hidup organisme bumi. Melalui siklus ini, ketersediaan air di daratan bumi dapat tetap terjaga, mengingat teraturnya suhu lingkungan, cuaca, hujan, dan keseimbangan ekosistem bumi dapat tercipta karena proses siklus hidrologi ini.

Siklus Hidrologi
Proses Siklus Hidrologi

Proses Terjadinya Siklus Hidrologi

Adapun pada praktiknya, dalam siklus hidrologi ini air melalui beberapa tahapan seperti dijelaskan gambar di atas. Tahapan proses terjadinya siklus hidrologi tersebut antara lain evaporasi, transpirasi, evapotranspirasi, sublimasi, kondensasi, adveksi, presipitasi, run off, dan infiltrasi. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing tahapan siklus tersebut.

1. Evaporasi

Siklus hidrologi diawali oleh terjadinya penguapan air yang ada di permukaan bumi. Air-air yang tertampung di badan air seperti danau, sungai, laut, sawah, bendungan atau waduk berubah menjadi uap air karena adanya panas matahari. Penguapan serupa juga terjadi pada air yang terdapat di permukaan tanah. Penguapan semacam ini disebut dengan istilah evaporasi.

Evaporasi mengubah air berwujud cair menjadi air yang berwujud gas sehingga memungkinkan ia untuk naik ke atas atmosfer bumi. Semakin tinggi panas matahari (misalnya saat musim kemarau), jumlah air yang menjadi uap air dan naik ke atmosfer bumi juga akan semakin besar.

Evaporasi
Evaporasi

2. Transpirasi

Penguapan air di permukaan bumi bukan hanya terjadi di badan air dan tanah. Penguapan air juga dapat berlangsung di jaringan mahluk hidup, seperti hewan dan tumbuhan. Penguapan semacam ini dikenal dengan istilah transpirasi.

Sama seperti evaporasi, transpirasi juga mengubah air yang berwujud cair dalam jaringan mahluk hidup menjadi uap air dan membawanya naik ke atas menuju atmosfer. Akan tetapi, jumlah air yang menjadi uap melalui proses transpirasi umumnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah uap air yang dihasilkan melalui proses evaporasi.

3. Evapotranspirasi

Evapotranspirasi adalah penguapan air keseluruhan yang terjadi di seluruh permukaan bumi, baik yang terjadi pada badan air dan tanah, maupun pada jaringan mahluk hidup. Evapotranspirasi merupakan gabungan antara evaporasi dan transpirasi. Dalam siklus hidrologi, laju evapotranspirasi ini sangat mempengaruhi jumlah uap air yang terangkut ke atas permukaan atmosfer.

4. Sublimasi

Selain lewat penguapan, baik itu melalui proses evaporasi, transpirasi, maupun evapotranspirasi, naiknya uap air dari permukaan bumi ke atas atmosfer bumi juga dipengaruhi oleh proses sublimasi.

Sublimasi adalah proses perubahan es di kutub atau di puncak gunung menjadi uap air tanpa melalui fase cair terlebih dahulu. Meski sedikit, sublimasi juga tetap berkontribusi terhadap jumlah uap air yang terangkut ke atas atmosfer bumi melalui siklus hidrologi panjang. Akan tetapi, dibanding melalui proses penguapan, proses sublimasi dikatakan berjalan sangat lambat.

5. Kondensasi

Ketika uap air yang dihasilkan melalui proses evaporasi, transpirasi, evapotranspirasi, dan proses sublimasi naik hingga mencapai suatu titik ketinggian tertentu, uap air tersebut akan berubah menjadi partikel-partikel es berukuran sangat kecil melalui proses kondensasi. Perubahan wujud uap air menjadi es tersebut terjadi karena pengaruh suhu udara yang sangat rendah di titik ketinggian tersebut.

Partikel-partikel es yang terbentuk akan saling mendekati dan bersatu satu sama lain sehingga membentuk awan. Semakin banyak partikel es yang bergabung, awan yang terbentuk juga akan semakin tebal dan hitam.

6. Adveksi

Awan yang terbentuk dari proses kondensasi selanjutnya akan mengalami adveksi. Adveksi adalah proses perpindahan awan dari satu titik ke titik lain dalam satu horizontal akibat arus angin atau perbedaan tekanan udara. Adveksi memungkinkan awan akan menyebar dan berpindah dari atmosfer lautan menuju atmosfer daratan. Perlu diketahui bahwa, tahapan adveksi tidak terjadi pada siklus hidrologi pendek.

7. Presipitasi

Awan yang mengalami adveksi selanjutnya akan mengalami proses presipitasi. Proses prepitasi adalah proses mencairnya awan akibat pengaruh suhu udara yang tinggi. Pada proses inilah hujan terjadi. Butiran-butiran air jatuh dan membasahi permukaan bumi.

Apabila suhu udara di sekitar awan terlalu rendah hingga berkisar < 0 derajat Celcius, presipitasi memungkinkan terjadinya hujan salju. Awan yang mengandung banyak air akan turun ke litosfer dalam bentuk butiran salju tipis seperti yang dapat kita temui di daerah beriklim sub tropis.

8. Run Off

Setelah presipitasi terjadi sehingga air hujan jatuh ke permukaan bumi, proses run off pun terjadi. Run off atau limpasan adalah suatu proses pergerakan air dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah di permukaan bumi. Pergerakan air tersebut misalnya terjadi melalui saluran-saluran seperti saluran got, sungai, danau, muara, laut, hingga samudra. Dalam proses ini, air yang telah melalui siklus hidrologi akan kembali menuju lapisan hidrosfer.

9. Infiltrasi

Tidak semua air hujan yang terbentuk setelah proses presipitasi akan mengalir di permukaan bumi melalui proses run off. Sebagian kecil di antaranya akan bergerak ke dalam pori-pori tanah, merembes, dan terakumulasi menjadi air tanah. Proses pergerakan air ke dalam pori tanah ini disebut proses infiltrasi. Proses infiltrasi akan secara lambat membawa air tanah kembali ke laut.

Nah, setelah melalui proses run off dan infiltrasi, air yang telah mengalami siklus hidrologi tersebut akan kembali berkumpul di lautan. Air tersebut secara berangsur-angsur akan kembali mengalami siklus hidrologi selanjutnya dengan di awali oleh proses evaporasi.

Macam Macam Siklus Hidrologi

Berdasarkan panjang pendeknya proses yang di alaminya siklus hidrologi dapat dibedakan menjadi 3 macam. Macam macam siklus hidrologi tersebut yaitu siklus hidrologi pendek, siklus hidrologi sedang, dan siklus hidrologi panjang.

a. Siklus Hidrologi Pendek


Gambar Siklus Hidrologi Pendek
Gambar Siklus Hidrologi Pendek

Siklus hidrologi pendek adalah siklus hidrologi yang tidak melalui proses adveksi. Uap air yang terbentuk melalui siklus ini akan diturunkan melalui hujan di daerah sekitar laut. Berikut penjelasan singkat dari siklus hidrologi pendek ini:
  • Air laut mengalami proses evaporasi dan berubah menjadi uap air akibat adanya panas matahari.    
  • Uap air akan mengalami kondensasi dan membentuk awan.
  • Awan yang terbentuk akan menjadi hujan di permukaan laut.

b. Siklus Hidrologi Sedang


Gambar Siklus Hidrologi Sedang
Gambar Siklus Hidrologi Sedang

Siklus hidrologi sedang adalah siklus hidrologi yang umum terjadi di Indonesia. Siklus hidrologi ini menghasilkan hujan di daratan karena proses adveksi membawa awan yang terbentuk ke atas daratan. Berikut penjelasan singkat dari siklus hidrologi sedang ini:
  • Air laut mengalami proses evaporasi dan berubah menjadi uap air akibat adanya panas matahari.
  • Uap air mengalami adveksi karena angin sehingga bergerak menuju daratan.
  • Di atmosfer daratan, uap air membentuk awan dan berubah menjadi hujan.
  • Air hujan di permukaan daratan akan mengalami run off menuju sungai dan kembali ke laut

c. Siklus Hidrologi Panjang


Gambar Siklus Hidrologi Panjang
Gambar Siklus Hidrologi Panjang

Siklus hidrologi panjang adalah siklus hidrologi yang umumnya terjadi di daerah beriklim subtropis atau daerah pegunungan. Dalam siklus hidrologi ini, awan tidak langsung diubah menjadi air, melainkan terlebih dahulu turun sebagai salju dan membentuk gletser. Berikut penjelasan singkat dari siklus hidrologi panjang ini:
  • Air laut mengalami proses evaporasi dan berubah menjadi uap air akibat adanya panas matahari.
  • Uap air yang terbentuk kemudian mengalami sublimasi
  • Awan yang mengandung kristal es kemudian terbentuk.
  • Awan mengalami proses adveksi dan bergerak ke daratan.
  • Awan mengalami presipitasi dan turun sebagai salju.
  • Salju terakumulasi menjadi gletser.
  • Gletser mencair karena pengaruh suhu udara dan membentuk aliran sungai.
  • Air yang berasal dari gletser mengalir di sungai untuk menuju laut kembali.

Nah, demikianlah pemaparan mengenai pengertian siklus hidrologi, proses dan tahapan, serta macam-macamnya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua dalam pengetahuan ilmu ekosistem.

(ref: ebiologi.com)
Lanjutkan Baca

Thursday, August 03, 2017

Rahasia Kecoa yang Jarang Diketahui Orang

Tahukah kamu, kecoa yang suka bersarang dan menetap di tempat lembab, gelap dan kotor, ternyata memiliki sejumlah rahasia, lho!

1. Kecoa pada umumnya jarang terbang

Jika terbang, tubuh kecoa akan panas. Namun, ada sebagian kecoa yang gemar sekali terbang yang biasanya hidup di Amerika Tengah dan Selatan.

Rahasia Kecoa yang Jarang Diketahui Orang
Rahasia Kecoa yang Jarang Diketahui Orang

2. Kecoa penyebab global warming

Studi menunjukkan bahwa kecoa kentut rata-rata tiap 15 menit. Bahkan setelah mati, kecoa akan tetap melepaskan metana hingga 18 jam. Dalam skala global, gas dalam perut serangga diperkirakan menyumbang 20% dari semua emisi metana. Fakta ini menempatkan kecoa sebagai salah satu kontributor terbesar global warming. Kontributor besar lainnya adalah rayap dan sapi.

3. Kecoa akan mati jika telentang

Kecoa bisa mati karena tidak dapat membetulkan posisinya setelah jatuh. Tanpa kemampuan untuk mengontrol ototnya, kecoa bisa mati dalam keadaan telentang.

Kecoa akan mati jika telentang
Kecoa akan mati jika telentang

4. Kecoa tidak berkepala

Kecoa tidak membutuhkan kepala untuk dapat bertahan hidup. Sebagai pembanding:

Fungsi kepala bagi manusia:

  • bernapas melalui hidung dan mulut, dan pernapasan dikontrol oleh otak;
  • kehilangan kepala menyebabkan kehilangan darah secara drastis; dan
  • kita makan melalui mulut.

Fungsi kepala bagi kecoa:

  • kecoa bernapas melalui ventilator di seluruh tubuhnya dan otak tidak mengontrol fungsi ini;
  • serangga tidak memiliki tekanan darah seperti pada mamalia dan tidak akan ‘bleed out’; dan
  • sebagai seekor hewan berdarah dingin, makanan yang sedikit dapat bertahan sebulan penuh. Kecoa tanpa kepala dapat bertahan hidup cukup lama bahkan sampai 9 hari.

5. Kecoa bisa menyebabkan asma

Alergi kecoa pertama kali dilaporkan sekitar 50 tahun yang lalu dan sangat berbahaya. Alergi kecoa adalah kotorannya dan serpihan-serpihan dari bangkai kecoa yang menjadi debu dan masuk ke dalam tabung bronchial. Kepekaan terhadap debu ini memicu reaksi alergi bronkial yang dikenal sebagai asma.

6. Pertumbuhan yang super cepat

Kecoa betina dapat memproduksi 6-8 tempat telur selama 6 bulan hidupnya, yang bisa membuat 180-320 kecoa baru. Jika hanya 10 anaknya menjadi betina subur (dan itu merupakan perkiraan kecilnya – jumlahnya bisa lebih dari 100), maka akan ada ribuan ekor kecoa dalam beberapa bulan saja.

7. Kecoa adalah pelari yang sangat cepat

Penelitian menunjukkan bahwa kecepatan kecoa Amerika tercepat tercatat mendekati 2 mil per jam (75 cm per detik). Untuk ukuran tubuh segitu, itu udah tergolong sangat cepat.

8. Kecoa dapat bertahan walaupun di bom dengan bom atom

Ada pembicaraan yang menyatakan kecoa merupakan satu-satunya yang dapat bertahan hidup dalam serangan bom nuklir. Belum terbukti secara ilmiah namun ada beberapa bukti logisnya. Sel-sel hidup sensitif pada radiasi terutama ketika kecoa sedang membelah (itulah efektivitas dari radiasi pada sel kanker). Sel-sel kecoa membelah hanya pada saat siklus molting, sekitar sekali seminggu. Maka kecoa bersifat sensitif pada radiasi hanya sekitar 48 jam, atau 1/4 minggu. Manusia memiliki darah dan immine stem-cell yang membelah secara konstan. Dengan radiasi bom nuklir, semua manusia akan mati, namun hanya 1/4 dari kecoa yang akan bertahan hidup. Yang menarik, Mythbusters melakukan tes dan ternyata kecoa dapat hidup pada intensitas radiasi 10x yang dibutuhkan untuk membunuh manusia.

9. Tahan Banting

Kecoa memiliki pelindung yang kuat di punggungnya yang membuat ia tidak mudah mati dipukul. Jangan kira kecoa langsung mati ketika dipukul, ya! Beberapa menit kemudian, kecoa itu akan kembali berjalan dan kabur entah kemana.

10. Makan Kotoran

Kecoa suka makan kotoran dan sisa makanan yang berceceran. Ada juga kecoa yang senang dengan kotoran feses manusia. Terkadang makanan yang kita simpan pun dimakan kecoa jika kita tidak hati-hati menyimpan makanan.

11. Buang Kotoran Sembarangan

Tidak hanya kotoran saja yang dikeluarkan kecoa, namun juga telur kecoa yang bercangkang keras yang ditempatkan di tempat yang tersembunyi dan sulit dijangkau.


(ref: tahukahkamu.org)
Lanjutkan Baca

Wednesday, August 02, 2017

Bagaimana Beruang Kutub Beradaptasi di Suhu yang Dingin?

Beruang kutub merupakan salah satu hewan karnivora yang terbesar di dunia, berat badannya bahkan bisa mencapai satu ton. Jika kita membayangkan, beruang kutub pasti terlihat sangat lucu karena tubuhnya yang besar itu diselimuti oleh rambut putih dan lembut. Namun hal yang kita ketahui mengenai rambut beruang kutub yang putih itu adalah salah.

Sebenarnya rambut beruang kutub berwarna bening atau tidak berwarna. Warna putih yang terlihat oleh mata manusia merupakan pantulan dari lingkungan tempat tinggal beruang kutub yang diselimuti oleh salju. Tentu saja ada banyak alasan mengapa beruang kutub diciptakan memiliki rambut yang bening. Selain untuk kamuflase, rambut bening beruang kutub berguna sebagai penyerapan radiasi matahari secara efisien. Lingkungan beruang kutub yang berada di Kutub Utara memiliki pancaran sinar matahari yang sedikit, oleh sebab itu rambut bening beruang kutub yang bersifat fiber optic akan sangat berguna sebagai keberlangsungan hidup beruang kutub. Fiber optic merupakan sifat yang mampu mentransmisikan radiasi matahari ke kulit beruang kutub.

Bagaimana Beruang Kutub Beradaptasi di Suhu yang Dingin?
Bagaimana Beruang Kutub Beradaptasi di Suhu yang Dingin?

Beruang kutub ternyata memiliki lapisan lemak bewarna cokelat kehitaman dibawah kulitnya. Hal tersebut ternyata berkaitan dengan prinsip benda hiam, dimana benda yang bewarna gelap akan lebih cepat menyerap radiasi dibandingkan warna terang. Sehingga kombinasi antara rambut beruang kutub yang bening serta warna lemak cokelat kehitaman yang dimiliki beruang kutub sangat menguntungkan beruang kutub agar bisa tetap menjaga kehangatan tubuhnya di lingkungan yang ekstrim.

Beruang kutub memiliki mekanisme beradaptasi yang cukup unik, namun kita mengetahui bahwa perubahan iklim yang terjadi di bumi membuat populasi beruang kutub semakin lama akan semakin berkurang. Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan bahwaa dua per tiga populasi beruang Kutub akan punah pada pertengahan abad 21 dan dalam beberapa dekade Kutub Utara (Artik) akan kehilangan lapisan es yang sangat besar. Walaupun beruang kutub merupakan mamalia yang menghabiskan sebagian besar waktunya berenang di lautan, akan tetapi bongkahan es yang ada di Kutub Utara sangat dibutuhkan beruang kutub disaat melahirkan anak serta menjaga anak mereka sampai cukup kuat untuk hidup mandiri.

Oleh sebab itu, kita sebagai manusa harus berusaha melakukan tindakan yang berguna untuk mengurangi perubahan iklim yang sebagian bersumber dari emisi berlebihan dari pabrik, penebangan liar, serta ekstrasi bahan bakar fosil yang besar. Agar habitat beruang kutub tetap terjaga dan terlindungi.


(ref: Disadur dari berbagai sumber tahukahkamu.org)
Lanjutkan Baca

Tahukah Kamu, Hukum Archimedes Ditemukan oleh Archimedes Ketika Ia Melangkahkan Kakinya ke Dalam Bak Air?

Ternyata, hukum Archimedes yang dikenal sampai sekarang, ditemukan secara tidak sengaja. Ada sebuah cerita menarik mengenai Archimedes. Ia diperintahkan oleh Raja Hieron untuk membuktikan apakah mahkota raja terbuat dari emas murni atau terbuat dari emas campuran, tetapi tanpa merusak mahkotanya itu. Berhari-hari Archimedes berfikir keras untuk mencari pemecahannya. Ketika kepalanya terasa panas karena terlalu banyak berfikir, Archimedes masuk ke dalam bak mandi umum dengan melepas seluruh pakaianya.
Archimedes
Archimedes

Tiba-tiba ia bangkit dan berlari sepanjang jalan Syracuse sambil berteriak "Eureka...! Eureka...!" yang artinya "Sudah kutemukan", sesaat setelah Archimedes melihat air melimpah dari bak mandi saat ia melangkahkan kakinya ke dalam bak mandi. Archimedes menyadari bahwa limpahan air itu sama dengan jumlah keseluruhan dari badannya sendiri yang ia masukkan kedalam air. Archimedes akhirnya menemukan hukum gaya apung dan membuktikan bahwa mahkota raja terbuat dari emas campuran.

Selain dikenal sebagai penemu sifat gaya apung (Hukum Archimedes), Archimedes juga menemukan Hukum Tuas Katrol dan model orbit bintang.

(ref: tahukahkamu.org)
Lanjutkan Baca

Sunday, July 30, 2017

Bagian Bagian Telinga dan Fungsinya + Gambar Ilustrasi

Indera pendengaran yang kita miliki ditunjang oleh organ yang bernama telinga. Dengan adanya telinga, kita bisa mendengar bunyi dan suara dengan frekuensi antara 20 Hz – 20.000 Hz yang terdapat di sekitar kita. Untuk menunjang fungsinya ini, telinga tersusun atas bagian-bagian yang memiliki fungsinya masing-masing.

Apa saja bagian-bagian telinga dan fungsinya tersebut? Simak pembahasan dan gambar ilustrasi yang akan kami sampaikan berikut ini.

Secara umum, telinga dibagi menjadi 3 bagian utama. Ketiga bagian tersebut adalah bagian telinga luar, bagian telinga tengah, dan bagian telinga dalam. Berikut ini kami jelaskan bagian-bagian telinga dan fungsinya tersebut untuk Anda pahami.
Bagian Bagian Telinga dan Fungsinya
Bagian Bagian Telinga dan Fungsinya


1. Telinga Luar

bagian-bagian telinga dan fungsinya
Telinga Luar


Bagian telinga luar adalah bagian-bagian telinga yang masih dapat dilihat dari luar. Telinga luar terdiri atas 3 bagian utama, yaitu aurikula (daun telinga), analis auditoris eksternal (saluran telingan luar), dan membran timpani (gendang telinga). Bagian-bagian telinga luar dan fungsinya dapat dijelaskan sebagaimana berikut:

Aurikula (daun telinga) adalah bagian yang tersusun oleh tulang rawan. Bagian ini memiliki bentuk yang khas sehingga menunjang fungsinya dalam memusatkan gelombang suara agar masuk ke dalam teling.
Analis auditoris eksternal (saluran telingan luar) adalah bagian yang memiliki kenecjar sudorifera. Kelenjar ini menghasilkan cairan serumen yang dapat mengeras. Cairan serumen yang dihasilkan kelenjar sudorifera berbau tidak sedap dan berfungsi membersihkan kotoran dan mencegah masuknya serangga.
Membran timpani (gendang telinga) adalah bagian telinga luar yang berfungsi sebagai penangkap gelombang suara.

2. Telinga Tengah

bagian-bagian telinga dan fungsinya
Telinga Tengah


Telinga tengah adalah bagian telinga yang berupa rongga udara yang sisinya dilapisi oleh sel epitel. Telinga tengah berfungsi meneruskan gelombang suara yang diterima telinga luar ke telinga dalam.

Pada telinga tengah, terdapat suatu bagian bernama tuba eustachius, sebuah bagian yang menghubungkan telinga dengan faring di rongga mulut dan berfungsi menyeimbangkan tekanan udara antara keduanya. Tuba eustachius selalu menutup kecuali ketika kita sedang menelan atau menganga, oleh karenanya saat telinga berdenging, kita disarankan untuk menelan atau menganga. Berdenging pada telinga biasanya terjadi karena tekanan udara yang terlalu rendah di dalam rongga telinga. Untuk menyeimbangkan tekanan tersebut, menganga atau menelan adalah cara paling ilmiah yang dapat dilakukan.

Telinga tengah tersusun dari 3 tulang pendengaran utama yaitu tulang martil (maleus), tulang landasan (incus), dan tulang sanggurdi (stapes). Ketiga tulang ini saling terkait dan dapat bergerak karena dihubungkan oleh persendian. Ketiga tulang pendengaran utama ini terangkai sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi untuk mengirimkan getaran yang diterima dari membran timpani di telinga bagian luar menuju ke jendela oval di telinga bagian dalam.

3. Telinga Dalam

bagian-bagian telinga dan fungsinya
Telinga Dalam


Telinga dalam (labirin) adalah bagian telinga yang terletak paling dalam. Bagian telinga ini dalam tersusun atas bagian tulang (labirin osea) dan bagian membran (labirin membran).

Labirin osea adalah rongga berisikan cairan perilimfe yang terdapat pada tonjolan tulang pelipis, sementara labirin membran terdapat pada tempat yang lebih dalam lagi dan dilapisi oleh sel epitel berisi cairan endolimfe.

Labirin osea atau tulang labirin tersusun atas 3 bagian utama yang memiliki fungsi masing-masing, yaitu koklea (rumah siput) yang berfungsi menunjang pendengaran, vestibuli berfungsi menjaga keseimbangan, dan kanalis semisirkurali berfungsi menjaga tekanan.

Koklea berbentuk seperti tabung bengkok berlilit yang mengelilingi tulang sehingga menyerupai kerucut di ujungnya. Bagian ini berfungsi sebagai reseptor dari gelombang bunyi yang diterima telinga karena memiliki banyak sel saraf di dalamnya.

Vestibuli terdiri dari sakula dan utrikula yang disusun oleh macula acustika, sel rambut berstruktur khusus. Macula acustika pada sakula tersusun vertikal, sementara macula acustika pada utrikula tersusun horizontal.
Kanalis semisirkularis berupa saluran setengah lingkaran pada telinga dalam yang tersusun atas 3 saluran semisirkularis, kanalis semisirkularis horizontal, kanalis semisirkularis vertikal superior, dan kanalis semirikularis vertikal posterior.

(ref: www.ebiologi.com)
Lanjutkan Baca

17 Bagian-Bagian Mata dan Fungsinya + Gambar Ilustrasi

Mata merupakan salah satu sistem indera yang dimiliki tubuh kita. Organ ini berfungsi sebagai indera penglihatan. Kita dapat melihat benda, membedakan gelap terang, membedakan warna, dan lain sebagainya karena ditunjang oleh peran mata. Adapun untuk menjalankan perannya ini, mata ternyata ditunjang oleh beberapa bagian vital yang memiliki fungsinya masing-masing. Apa saja bagian bagian mata dan fungsinya

itu? Untuk tahu jawabannya, simaklah uraian berikut ini lengkap dengan gambarnya!

Sedikitnya ada 17 bagian pada mata yang berperan penting dalam mekanisme penglihatan. Ketujuh belas bagian-bagian mata dan fungsinya tersebut antara lain seperti ditunjukan gambar bagian-bagian mata berikut ini.

Bagian-Bagian Mata dan Fungsinya
Bagian-Bagian Mata dan Fungsinya


1. Kornea

Kornea (korneos) adalah bagian mata yang terletak di lapisan paling luar. Bagian ini berupa selaput bening yang bersifat tembus pandang (transparan). Sifat kornea ini membuat cahaya dapat masuk ke dalam sel-sel penerima cahaya di bagian dalam bola mata. Selain berfungsi melindungi mata dari benda-benda asing dari luar, kornea juga berfungsi dalam melakukan refraksi di lensa mata.

2. Iris

Iris adalah bagian mata yang berfungsi mengatur besar kecilnya pupil. Bagian ini jugalah yang memberi warna pada mata. Sebagai contoh, orang Asia memiliki mata dengan warna hitam hingga coklat, orang Eropa memiliki mata berwarna biru hingga hijau, dan lain sebagainya.

3. Pupil

Pupil adalah bagian mata yang berupa sebuah lubang kecil yang berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke bola mata. Besar kecilnya pupil diatur oleh iris. Ketika cahaya yang datang terlalu terang, pupil akan mengecil. Sedangkan saat cahaya yang datang terlalu redup, pupil akan membesar. Mekanisme kerja pupil ini membentu mata agar dapat menerima cahaya dalam jumlah tepat.

4. Retina

Retina adalah bagian mata berupa lapisan tipis sel yang terletak di bagian belakang bola mata. Bagian ini berfungsi menangkap bayangan yang dibentuk lensa mata kemudian mengubahnya menyadi sinyal syaraf. Retina merupakan bagian mata yang sangat sensitif cahaya karena ia memiliki 2 sel fotoreseptor, yaitu rods dan cones.

5. Lensa mata

Lensa mata adalah bagian mata yang berfungsi membentuk sebuah gambar. Gambar yang dibentuk lensa mata kemudian diteruskan untuk kemudian diterima retina. Lensa mata dapat menipis atau menebal sesuai dengan jarak mata dengan benda yang dilihatnya. Saat jarak benda terlalu dekat, lensa mata akan menipis, sedangkan saat jarak benda terlalu jauh, lensa mata akan menebal.

6. Akomodasi otot

Mekanisme menebal dan menipisnya lensa mata dapat terjadi akibat adanya fungsi akomodasi otot lensa. Otot ini bekerja mendorong dan menarik lensa mata sehingga dapat menebal dan menipis.

7. Bintik kuning

Bintik kuning adalah bagian mata yang paling sensitif terhadap cahaya. Saat bayangan benda jatuh pada bagian mata ini, benda tersebut akan sangat terlihat jelas, sementara jika bayangan benda jatuh sebelum atau sesudah bintik kuning, maka benda tersebut tidak terlihat jelas (lamur).

8. Bintik buta

Bintik buta atau blind spot adalah bagian mata yang tidak sensitif terhadap cahaya. Jika bayangan benda jatuh tepat pada bagian ini, maka benda tidak dapat terlihat oleh mata.

9. Syaraf optik

Syaraf optik adalah bagian mata yang berfungsi meneruskan informasi bayangan benda yang diterima retina menuji otak. Melalui saraf inilah sebetulnya kita dapat menentukan bagaimana bentuk suatu benda yang kita lihat. Jika syaraf optik ini rusak, itu berarti kita tidak dapat melihat alias buta.

10. Aqueous humor

Aqueus humor adalah cairan yang menyerupai plasma berlendir transparandengan konsentrasi protein yang rendah. Aqueous humor diproduksi oleh silia tubuh dan berfungsi sebagai struktur pendukung lensa.

12. Vitreous humor

Vitreous humor atau juga disebut badan vitreous adalah semacam gel yang berfungsi mengisi ruang antara retina dan lensa.

13. Sklera

Sklera adalah bagian dinding putih mata. Bagian ini memiliki ketebalan rata-rata sekitar 1 mm, akan tetapi ia juga dapat menebal hingga 3 mm karena adanya otot irensi.

Selain ke 13 bagian-bagian mata dan fungsinya di atas, bagian luar mata juga dilindungi beberapa organ, di antaranya:

Bagian-Bagian Mata dan Fungsinya
Bagian-Bagian Mata dan Fungsinya


14. Bulu mata

Bulu mata berfungsi untuk menjaga mata dari masuknya benda-benda asing berukuran kecil seperti debu atau pasir.

15. Alis

Alis berfungsi menahan air keringat atau air yang jatuh dari kening (dahi) agar tidak masuk ke dalam mata. Beberapa orang mencukur alisnya, padahal secara logika mencukur alis sebetulnya tidak baik.

16. Kelopak mata

Kelopak mata berfungsi untuk menjaga bola mata dari masuknya benda asing dari luar mata seperti debu, goresan, pasir, atau asap. Selain itu, bagian mata ini juga berfungsi untuk menyapu bola mata dengan cairan dan mengatur jumlah cahaya yang masuk menuju mata. Fungsi-fungsi dari kelopak mata ini ditunjang oleh mekanisme buka tutup (berkedip) oleh otot kelopak.

17. Kelenjar lakrima

Kelenjar lakrima atau kelenjar air mata adalah bagian mata yang berfungsi menghasilkan air mata. Air mata bermanfaat untuk melembabkan mata, membersihkan mata dari debu, serta mematikan kuman yang masuk ke mata.

Nah, demikianlah sekilas pemaparan kami mengenai bagian-bagian mata dan fungsinya. Dengan memahami bagian-bagian mata tersebut, semoga kita semakin peduli dengan kesehatan mata kita. Bisa melihat adalah salah satu nikmat yang Tuhan telah berikan. Kita harus bisa menjaga nikmat ini! Salam.
(ref: www.ebiologi.com)
Lanjutkan Baca