Tuesday, May 03, 2016

Gejala Alam Biotik dan Abiotik - IPA Kelas 7

Biologi merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan alam. Istilah biologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Bios yang artinya hidup dan Logos yang artinya ilmu. Jadi Biologi adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk mahluk hidup dan proses kehidupan, selain itu dalam ilmu biologi juga mempelajari faktor pendukung kelestarian mahluk hidup.
Faktor pendukung kelestarian mahluk hidup ada yang berupa lingkungan biotik dan lingkungan abiotik. Kedua komponen ini tentunya memiliki keterkaitan. Apa sajakah lingkungan lingkungan biotik dan abiotik itu? Bagaimana dengan hubungan keterkaitannya? Silakan anda pelajari dan baca lebih lanjut pada pembahasannya dibawah ini.
Komponen abiotik merupakan komponen penyusun alam semesta yang berasal dari mahluk tak hidup, misalnya udara, air dan cahaya. Sedangkan komponen biotik merupakan komponen penyusun alam semesta yang berasal dari mahluk hidup, misalnya manusia, hewan, tumbuhan, jamur, dan bakteri.
Setiap komponen dalam lingkungan tadi menunjukan gejala yang dapat mempengaruhi kehidupan. Gejala tersebut disebut juga gejala alam biotik dan gejala alam abiotik.

Gejala Alam Biotik dan Gejala Alam Abiotik

Gejala Alam Abiotik

Gejala alam abiotik adalah suatu keadaan lingkungan sekitar kita yang ditunjukan oleh keadaan benda tidak hidup.
Beberapa contoh gejala alam abiotik yang dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya:
  1. Kebakaran hutan atau ladang perkebunan yang dapat menimbulkan asap berlebihan, akibatnya atmosfer akan tertutupi oleh asap.
  2. Banjir besar yang diakibatkan oleh hujan yang terus menerus.
  3. Tanah tandus karena kemarau panjang, dan sebagainya.

Cara mengenali objek abiotik

Gejala abiotik dapat kita kenali melalui warna, ukuran, bentuk, bau, rasa, dan tekstur.
  1. Warna; Objek abiotik dapat kita melalui warnanya, misalnya batu berwarna hitam atau putih, sedangkan tanah berwarna coklat, merah dan hitam.
  2. Ukuran; Objek dapat juga kita kenali melalui ukuran besar dan kecil.
  3. Bau; Bau merupakan gejala abiotik yang dapat menunjukan keberadaan atau kondisi objek tersebut, misalnya air yang berbau menandakan air tersebut telah tercemar, begitu juga dengan udara.
  4. Rasa; Melalui rasa kita juga dapat mengenali objek abiotik, misalnya rasa manis adalah ciri khas dari gula, asin adalah ciri khas dari garam.
  5. Bentuk dan Tekstur; Berbagai macam benda abiotik memiliki bentuk yang khas, misalnya pasir indentik dengan butiran, sedangkan tekstur cadas identik dengan batu gunung.

Gejala Alam Biotik

Gejala alam biotik merupakan sutu keadaan lingkungan disekitar kita yang ditunjukan oleh keadaan mahluk hidup.
Beberapa macam gejala biotik yang sering kamu jumpai dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
  1. Keadaan danau, kolam, atau sungai yang permukaan airnya tertutup oleh tumbuhan eceng gondok atau ganggang.
  2. Ledakan hama yang menyerang ladang pertanian.
  3. Munculnya nyamuk yang membawa virus demam berdarah dadaerah pemukiman penduduk dan sebagainya.

Cara mengenali objek biotik

Objek bitok dapat kamu kenali melului ciri yang dimilikinya seperti, bergerak, bernapas, makan, tumbuh, berkembang biak dan peka terhadap rangsangan (iritabilitas)
  1. Bergerak; Semua mahluk hidup dapat bergerak, hanya saja cara bergeraknya berbeda-beda. Gerak dapat dibedakan menjadi gerak aktif dan gerak pasif. Gerak aktif artinya menghasilkan perpindahan, misalnya manusia berjalan atau berlari. Sementara gerak pasif adalah gerak yang tidak menghasilkan perpindahan tempat dan sulit diamati. Contoh gerak pasif pada tumbuh-tumbuhan yaitu, bunga mekar, bertambah tingginya batang, perkecambahan dari biji dan lain-lain.
  2. Bernapas; Mahluk hidup seperti manusia dan hewan perlu bernapas yang artinya menghirup oksigen dari udara bebas dan mengelurakan krbon dioksida kelingkungan. Tumbuhan juga bernapas, yaitu melakukan pertukaran gas melalui stomata dan lentisel.
  3. Makan; Semua mahluk hidup memerlukan makan untuk kelangsungan hidupnya.
  4. Tumbuh; Mahluk hidup mengalami pertumbuhan yang artinya terjadi perubahan ukuran, baik tinggi maupun bertambah besar (volume). Pada tumbuhan, pertumbuhan dapat diukur denga  alat yang bernama auksanometer.
  5. Berkembang biak; Perkembangan adalah proses menuju kedewasaan yang artinya mulai berfungsi organ reproduksi, dengan demikian mahluk hidup dapat berkembang biak atau menghasilkan keturunan.
  6. Peka terhadap rangsangan; Mahluk hidup peka terhadap rangsangan tuntuk mempertahankan diri. Gejala manakah yang dapat membuktikan bahwa mahluk hidup peka terhadap rangsangan? Daun putri malu akan mengatup jika disentuh, begitu juga dengan seekor anjing akan mengonggong ketika melihat orang yang mencurigakan. Nah fenomena tersebut merupakan contoh ciri mahluk hidup yang peka terhadap rangsangan.
(ref: Musyawarah Guru Mata Pelaran IPA SMP Dinas pendidikan Nasional)


Beri Komentar

0 comments