Thursday, May 05, 2016

Klasifikasi Mahluk Hidup - IPA Kelas 7


Pernahkah kamu melihat kuda dan itik? Dapatkah kamu membedakannya? Coba kamu sebutkan ciri-ciri pembeda kedua hewan tadi! Kuda memiliki empat kaki sedangkan itik berkaki dua, selain itu kuda tidak memiliki sayap sedangkan itik memiliki sayap. Nah, kedua macam hewan ini dapat dikelompokan berdasarkan ciri-cirinya.
Begitu banyak jenis dan jumlah mahluk hidup di dunia ini. Baik hewan maupun tumbuhan memiliki ragam yang sangat bervariasi. Oleh karenanya, para ahli mencari cara bagaimana mempermudah mempelajarinya. Cara apa saja yang hisa dilakukan oleh para ahli? Para ahli melakukan pengelompokan mahluk hidup berdasarkan ciri-ciri tertentu yang dinamakan dengan istilah klasifikasi. Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan klasifikasi?
Coba bayangkan ketika kamu berjalan di dalam hutan dan kamu menemukan tumbuhan atau hewan yang tidak kamu ketahui namanya. Lalu, bagaimana cara kamu mengetahuinya? Kita dapat menggunakan suatu alat bantu yang dinamakan dengan kunci determinasi untuk menemukan nama tumbuhan atau hewan yang belum kita kenali.
Perhatikan mahluk hidup yang ada disekitarmu! Coba kamu catat di buku catatanmu, hewan dan tumbuhan apa saja yang mudah kamu temukan!
Berdasarkan hasil pengamatanmu tadi, mungkin kamu akan menemukan hewan dan tumbuhan yang berbeda jenisnya, misalnya kucing, kambing, sapi, burung, ikan, ayam dan lain sebagainya. begitu pula dengan tumbuhan, misalnya rumput-rumputan, mangga, pisang, rambutan dan sebagainya.
Berdasarkan data di atas maka dapat disimpulkan bahwa hewan dan tumbuhan memiliki jumlah dan jenis yang beranekaragam, oleh karena itu perlu dilakukan pengklasifikasian. Pengklasifikasian mahluk hidup bertujuan untuk mempermudah kita mempelajari suatu objek biologi.

Dasar-dasar Klasifikasi Mahluk Hidup

Cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang tata cara pengelompokan mahluk hidup disebut Taksonomi.
Prinsip pengelompokan mahluk hidup yang beranekaragam dilakukan dengan mencari persamaan ciri-cirinya. Mahluk hidup yang memiliki persamaan ciri tertentu dimasukan dalam satu kelompok. Kemudian berdasarkan banyak sedikitnya persamaan ciri tersebut disusunlah tingkat klasifikasi.

1. Klasifikasi Alami

Ada beberapa cara pengklasifikasian mahluk hidup secara alami, misalnya berdasarkan manfaat, habitat, dan morfologi.
a) Berdasarkan manfaatnya; tumhuhan dapat dibedakan menjadi tanaman pangan, tanaman obat, tanaman sandang, dan tanaman hias.
b) Berdasarkan habitnya; tumbuhan dikelompokan menjadi hidrofit, higrofit, xerofit, epifit, dan parasit.
  1. Hidrofit (tumbuhan air) seperti teratai, eceng gondok, dan hydrilla sp.
  2. Higrofit (tumbuhan yang hidup di tempat lembab) seperti lumut, jamur.
  3. Xerofit (tumbuhan yang hidup di tempat kering) seperti kaktus.
  4. Epifit (tumbuhan yang hidup menempel pada tumbuhan lain tetapi tidak merugikan tumbuhan yang ditempelinya) seperti anggrek dan vanili.
  5. Parasit (tumbuhan yang hidup menempel pada tumbuhan lain akan tetapi merugikan tumbuhan yang ditempelinya) seperti benalu,dan tali putri.
c) Berdasarkan morfologinya (tampak luar); tumbuhan dapat dikelompokan menjadi rumput, semak, perdu (tumbuhan berkayu tetapi tidak tinggi) dan pohon (tumbuhan berkayu dan tinggi).

2. Klasifikasi Buatan

Tokoh yang berjasa dalam pengembangan klasifikasi mahluk hidup adalah Carolus Linnaeus (1707 - 1778). Beliau mengenalkan klasifikasi mahluk hidup menjadi dua kelompok besar, yaitu dunia hewan (kingdom animalia) dan dunia tumbuhan (kingdom plantae).

Carolus Linnaeus
Carolus Linnaeus

Klasifikasi mahluk hidup menurut Carolus Linnaeus


KINGDOM Dalam Bahasa Indonesia
Animalia (Hewan) Plantae (tumbuhan)
Phylum Divisio Filum / Divisi
Classis Classis Kelas
Ordo Ordo Bangsa
Familia Familia Suku
Genus Genus Marga
Species Species Jenis


Nama Ilmiah Mahluk Hidup

Nama ilmiah adalah nama mahluk hidup yang telah disepakati para ahli menurut persetujuan internasional. Sistem pemberian nama mahluk hidup terdiri dari dua kata, kata pertama adalah Genus dan kata kedua adalah Petunjuk Jenis. Sistem pemberian nama tersebut dikenal dengan binominal nomenklatur.

Contoh penulisan nama ilmiah adalah sebagai berikut:

Melinjo         : Gnetum gnenum
Padi              : Oryza sativa
Harimau        : Felis tigris
Cacing tanah : Lumbricus terrestis

Tata cara penulisan/pemberian nama ilmiah adalah sebagai berikut:

  1. Nama mahluk hidup terdiri dari dua kata.
  2. Kata pertama menunjukan marga (genus) dan penulisannya diawali dengan huruf besar (kapital). Kata kedua menunjukan species (jenis) dan penulisannya menggunakan huruf kecil.
  3. Penulisan nama ilmiah dicetak miring atau digaris terpisah.

Lanjut baca : Klasifikasi Sistem Lima Kingdom

(ref: Musyawarah Guru Mata Pelaran IPA SMP Dinas Pendidikan Nasional)
Beri Komentar

0 comments