Sunday, May 08, 2016

Klasifikasi Sistem Lima Kingdom - IPA Kelas 7

Pada tahun 1969, ahli biologi Amerika Serikat bernama Robert H. Whittaker mengusulkan klasifikasi mahluk hidup kedalam lima kingdom, yaitu Monera, Protista, Fungi, Plantae,  dan Animalia.

1) Kingdom Monera

Kingdom ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Tubuhnya terdiri atas satu sel.
  2. Selnya merupakan prokariotik (tidak mempunyai membran inti sel).
  3. Dapat membuat makanan sendiri (autotrof)
  4. Karbohidrat disimpan sebagai cadangan makanan dalam bentuk glikogen. Sedangkan lipid disimpan dalam bentuk minyak.
Organisme yang termasuk dalam kingdom ini adalah bakteri (contohnya Rhizobium sp), ganggang biru atau lebih dikenal Cyanobacteria (blue green bacteria) yang hidup di dasar laut, misalnya Spirulina dan Anabaena. 

Spirulina
Spirulina via wikipedia.org
Anabaena
Anabaena via wikipedia.org

2) Kingdom Protista

Kingdom ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut
  1. Sel tubuhnya eukariotik (mempunyai membran inti sel).
  2. Tubuhnya uniseluler.
  3. Cadangan makanan berupa lipid yang disimpan dalam bentuk minyak.
Contoh organismenya yaitu, Euglena sp, Amoeba sp, Paramaecium sp. Ganggang atau alga juga termasuk dalam kingdom protista.

Diagram Euglena sp
Diagram Euglena sp via wikipedia.org
Habitat ganggang adalah air tawar, air laut atau di tempat yang lembab dan basah. Ganggang mampu melakukan fotosintesis karena memiliki pigmen klorofil (berwarna hijau). Ganggang tidak hanya memiliki pigmen hijau tetapi memiliki pigmen lainnya seperti pigmen karoten (berwarna kuning), pigmen fukosantin (berwarna coklat), dan fikosianin (berwarna biru).
Berdasarkan struktur dan dan warnanya ganggang dibedakan menjadi ganggang hijau (Chlorophyta),  ganggang merah (Rhodophyta), dan ganggang kersik (Bacillariophyta).

3) Kingdom Fungi

Fungi disebut juga jamur yang merupakan organisme eukariotik (artinya jamur memiliki inti sel yang dibatasi oleh membran).

Ciri-ciri khusus dari kingdom fungi adalah sebagai berikut:
  1. Selnya merupakan eukariotik.
  2. Dinding selnya mengandung kitin.
  3. Tubuhnya multiseluler (banyak sel) atau uniseluler (sel tunggal)
  4. Tidak memiliki kloroplas sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis.
  5. Menyimpan karbohidrat dalam bentuk glikogen dan lipid dalam bentuk minyak.
  6. Berkembang biak secara seksual dan aseksual dengan spora.
Organisme yang termasuk dalam kingdom fungi adalah:
  • fungi uniseluler (bersel satu), contohnya adalah jamur ragi (yeast) dengan nama ilmiah Saccharomyces cerevisiae.
  • fungi multiseluler (bersel banyak), contohnya adalah jamur tempe (Rhizopus sp) yang memiliki tubuh seperti anyaman benang atau sering disebut dengan miselium.

    4) Kingdom Plantae

    Kingdom plantae memiliki ciri-ciri khusus, yaitu
    a) selnya eukariotik (memiliki membran inti)
    b) tubuhnya multiseluler
    c) memiliki klorofil yang tersimpan dalam kloroplas untuk berfotosintesis.
    Kelompok tumbuhan (plantae) terdiri dari tumbuhan lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan biji.

    1. Tumbuhan lumut

    Lumut (Bryophyta) merupakan tumbuhan higrofit. Tumbuhan higrofit adalah tumbuhan yang dapat tumbuh di tempat lembab dan teduh.
    Berdasarkan bentuk talus dan perkembangan sporogoniumnya, tumbuhan lumut dibagi menjadi tiga, yaitu lumut tanduk, lumut hati, dan lumut daun.

    # Lumut Tanduk

    Anthocerotopsida
    Anthocerotopsida

    Lumut tanduk atau disebut juga Anthocerotopsida adalah anggota tumbuhan tidak berpembuluh dan tumbuhan berspora yang termasuk dalam superdivisi tumbuhan lumut atau Bryophyta. Hidup ditempat yang basah dengan rizoid. Ciri khas memiliki kotak spora (sporangium) berbentuk seperti tanduk.

    # Lumut Hati
    Marchantia polymorpha
    Marchantia polymorpha

    Lumut hati atau Hepaticae tumbuh dipermukaan tanah atau batu yang terlindungi dari sinar matahari. Contoh: Marchantia polymorpha.

    # Lumut Daun
    Sphagnum
    Sphagnum

    Dikenal sebagai musci, banyak ditemukan di tempat lembab, biasanya hidup di atas tanah, batu, atau tembok.
    Contoh: Sphagnum

    2. Tumbuhan Paku

    Tumbuhan paku dibagi menjadi empat kelas, yaitu paku purba (Psilophytinae), paku kawat (Lycopodinae), paku ekor kuda (Equisetinae), dan paku benar (Filicinae).

    # Paku Purba
    Psilotum nudum
    Psilotum nudum

    Paku purba adalah paku yang sudah punah, merupakan paku telanjang (tidak berdaun) atau berdaun kecil-kecil (mikrofil) yang belum terdeferensiasi. Misalnya, Psilotum nudum.

    # Paku Kawat
    Lycopodium clavatum
    Lycopodium clavatum

    Memiliki akar dan batang bercabang-cabang menggarpu, daun-daun kecil, tidak bertangkai, dan pada beberapa jenis memiliki lidah (ligula).
    Contoh paku kawat yaitu, Lycopodium clavatum dan Lycopodium cernuum.

    # Paku Ekor Kuda
    Equisetum debile
    Equisetum debile

    Umumnya paku ini berkelompok dalam jumlah yang besar di tempat yang lembab, susunan batangnya bercabang dan berkarang dengan ruas-ruas terlihat jelas. Misalnya, Equisetum debile.

    #Paku Benar
    Platycerium biforcatum
    Platycerium biforcatum

    Disebut juga paku sejati (paku benar) umumnya lebih dikenal dengan tumbuhan pakis. Tumbuhan pakis terbagi dalam tiga macam, yaitu paku tanah, paku air, dan paku epifit. Paku tanduk rusa (Platycerium biforcatum) merupakan tanaman hias, sedangkan Dryopteris felixmas bermanfaat sebagai obat-obatan.

    3. Tumbuhan Berbiji

    Tumbuhan berbiji dibagi dua yaitu tumbuhan berbiji terbuka dan berbiji tertutup.

    #Tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae)
    Merupakan tumbuhan yang bijinya tidak diselimuti oleh daun buah. Tumbuhan yang tergolong berbiji terbuka antara lain pakis haji (Cycas rumpii), pinus, melinjo, (Gnetum genom), dan Ginkgo biloba.

    #Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae)
    Tumbuhan berbiji tertutup memiliki bakal biji tertutup oleh daun buah. Berdasarkan susunan bijinya, tumbuhan berbiji tertutup dibedakan menjadi tumbuhan dikotil dan monokotil.

    a) Tumbuhan dikotil
    Tumbuhan dikotil merupakan tumbuhan yang bijinya berkeping dua, ciri ciri tumbuhan dikotil secara umum, yaitu:
    • Susunan akar tunggang
    • Batang umumnya bercabang dan memiliki kambium
    • Susunan daun pada batang tersebar berhadap-hadapan atau berkarang, tulang daun menyirip
    • Bagian daun berjumlah 2, 4, 5 atau kelipatannya.
    Contoh tumbuhan dikotil meliputi suku Euphorbiaceae (jarak-jarakan), Papilionaceae (Kacang-kacangan), Solanaceae (Terung-terungan), Malvaceae (Kapas-kapasan), Myrtaceae (Jambu-jambuan), dan Rutaceae (Jeruk-jerukan).

    b) Tumbuhan monokotil
    Tumbuhan monokotil memiliki ciri-ciri:
    • Mempunyai akar serabut
    • Urat daun memanjang atau melengkung atau menjari
    • Kelopak dan mahkota bunga berjumlah tiga atau kelipatannya
    • Biji berkeping satu (tunggal)
    Tumbuhan termasuk monokotil misalnya, suku Padi-padian (Solanaceae), Jahe-jahean (Zingiberaceae), Lili (Liliaceae), Anggrek (Orchidaceae) dan Palem (Palmae).
    Berdasarkan ada atau tidaknya berkas pengangkut, tumbuhan dibedakan menjadi:
    • Tumbuhan tidak berpembuluh; yaitu tumbuhan yang tidak memiliki berkas pengangkut.
    • Tumbuhan berpembuluh; yaitu tumbuhan yang memiliki berkas pengangkut. Tumbuhan berpembuluh disebut juga sebagai tumbuhan kormus karena memiliki akar, batang, dan daun sejati.

    5) Kingdom Animalia

    Secara umum kingdom animalia memiliki ciri-ciri khusus sebagai berikut:
    1. Merupakan organisme eukariotik
    2. Memiliki sistem saraf
    3. Bersifat heterotrofik, tidak dapat berfotosintesis
    4. Sel hewan tidak memiliki dinding sel
    5. Menyimpan lipid dalam bentuk lemak dan menyimpan karbohidrat dalam bentuk glikogen
    6. Reproduksi seksual sel jantan menghasilkan sel sperma dan sel kelamin betina menghasilkan telur (ovum)
    Berdasarkan ada tidaknya tulang belakang, hewan dapat dikelompokan menjadi hewan tidak bertulang belakang dan hewan bertulang belakang.

    a) Hewan tidak bertulang belakang (avertebrata)
    Hewan ini dikelompokan lagi menjadi delapan filum, yaitu Porifera (hewan berpori-pori), Coelenterata (hewan berongga), Platyhelminthes (cacing pipih), Nemathelminthes (cacing gilig), Annelida (cacing gelang), Mollusca (hewan bertubuh lunak), Arthropoda (hewan berbuku-buku), dan Echinodermata (hewan berkulit duri).

    b) Hewan bertulang belakang (vertebrata)
    Hewan ini dikelompokan kedalam lima kelas, yaitu Pisces (ikan), Amphibia (amfibi), Reptilia (reptil), Aves (burung-burungan), dan Mamalia (hewan menyusui).





    (ref: Musyawarah Guru Mata Pelaran IPA SMP Dinas Pendidikan Nasional Kota Palembang)
    Beri Komentar

    0 comments