Tuesday, May 03, 2016

Mengenal Mikroskop - IPA Kelas 7

Kemampuan indera manusia sangat terbatas, oleh karena itu banyak pengamatan yang hanya bisa dilakukan dengan menggunakan bantuan alat. Salah satau alat yang banyak membantu manusia dalam melakukan pengamatan adalah mikroskop. Alat ini dapat digunakan untuk mengamati materi-materi atau organisme yang sangat kecil yang tidak dapat diamati oleh mata biasa.
Mikroskop pertama sekali digunakan oleh Jansen pada tahun 1590. Selanjutnya pada tahun 1610, Galileo menggunakan mikroskop untuk mengamati materi-materi IPA. Beberapa tahun kemudian Anthony Van Leuwenhoek dari Belanda membuat sususan mikroskop yang dapat membesarkan objek sampai 300 kali.

Bagian-bagian Mikroskop
Bagian-bagian Mikroskop

Peneliti pada umumnya menggunakan tiga macam mikroskop, yaitu:
  1. Mikroskop Cahaya
  2. Mikroskop Stereo
  3. Mikroskop elektron.

Mikroskop Cahaya

Mikroskop ini mempunyai pembesaran maksimum 1000 kali dan mempunyai 3 sistem lensa, yaitu lensa okuler, lensa objektif dan lensa kondensor. Lensa okuler dapat berbentuk lensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler)

Mikroskop Cahaya
Mikroskop Cahaya

Mikroskop Stereo

Mikroskop ini hanya bisa digunakan untuk objek benda yang berukuran relatif besar. Mikroskop ini mempunyai pembesaran 7-30 kali objek yang diamati dan dapat terlihat secara 3 dimensi. Komponen utama mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop cahaya.

Mikroskop Stereo
Mikroskop Stereo

Mikroskop Elektron

Mikroskop ini mempunyai pembesaran sampai 100.000 kali. Elektron digunakan sebagai pengganti cahaya.
Terdapat dua tipe mikroskop elektron yaitu, Scanning Electron Microscope (SEM) dan Transmission Electron Microscope (TEM). SEM digunakan untuk studi permukaan sel, sedangkan TEM digunakan untuk mengamati struktur internal sel.

Scanning Electron Microscope (SEM)
Scanning Electron Microscope (SEM)

Bagian-bagian Mikroskop

Mikroskop terdiri atas dua bagian, yaitu bagian optik dan bagian statif.

Bagian-bagian Mikroskop
Bagian-bagian Mikroskop

Bagian Optik

Optik terdiri dari atas lensa okuler, lensa objektif, kondensor, cermin dan diafragma.

Lensa Okuler

Lensa okuler terdapat dibagian ujung atas tabung dan berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa objekstif. Pembesaran bayangan yang terbentuk berkisar antara 4-25 kali.

Lensa Objektif

Lensa objektif terletak diatas meja preparat. Lensa ini bekerja dalam pembentukan bayangan pertama sehingga sangat menentukan struktur dan bagian renik pada bayangan akhir. Lensa ini mempunyai 4 buah lensa dengan pembesaran 4x, 10x, 40x dan 100x.

Kondensor

Kondensor berfungsi untuk mendukung pencahayaan pada objek yang difokuskan, sehingga dengan pengaturan yang tepat dapat diperoleh daya pisah maksimal.

Cermin

Cermin digunakan untuk memantulkan cahaya yang berasal dari sumber cahaya kedalam lensa kondensor.

Diafragma

Diafragma berfungsi untuk mengatur besar kecilnya berkas cahaya yang masuk.

Bagian Statif

Statif terdiri atas kaki, lengan, meja, tabung, revolver dan pemfokus kasar serta halus.
  • Kaki atau alas, merupakan bagian bawah atau dasar dari mikroskop
  • Lengan, berguna sebagai pegangan ketika membawa mikroskop.
  • Meja preparat, berguna untuk meletakan objek yang akan diamati (preparat). Meja preparat ini dilengkapi dengan penjepit objek. Di bagian tengah meja preparat terdapat lubang yang berguna untuk meneruskan cahaya dari lensa kondensor.
  • Tabung Mikroskop, terletak anatar lensa okuler dengan lensa objektif.
  • Revolver, terletak dibagian bawah tabung mikroskop, bagian ini berfungsi untuk memasang lensa objektif yang dapat diputar-putar untuk menyesuaikan pembesaran lensa objektif yang digunakan.
  • Pemfokus kasar dan halus, berguna untuk mefokuskan preparat.

Cara Mengamati Benda Dengan Mikroskop Cahaya

Cara menggunakan mikroskop adalah sebagai berikut:
  1. Meletakan mikroskop diatas meja pengamat, pasang lensa okuler dengan pembesaran lemah, misalnya pembesaran 5 kali.
  2. Mengatur cahaya. Bila menggunkan mikroskop konvensional, carilah cahaya dengan menggerakan cermin kearah lampu yang terdapat didasar mikroskop. Gunakan diafragma untuk mengatur besar kecilnya cahaya sehingga terbentuk lingkaran terang yang disebut lingkaran pandang.
  3. Meletakan kaca objek yang diatasnya telah terdapat preparat dan jepit dengan penjepit. Aturlah letak kaca objek, sehingga objek tepat diatas lubang meja preparat.
  4. Memutar revolver agar kamu dapat menggunakan lensa objektif dengan pembesaran lemah.
  5. Memutar pemfokus kasar (makrometer) sampai bayangan preparat terlihat (hati-hati jangan sampai lensa objektif menyentuh kaca objek).
  6. Memutar pemfokus halus (mikrometer) sampai bayangan preparat terlihat jelas.
  7. Setelah bayangan terlihat jelas dengan pembesaran lemah, maka amati bayangan preparat dengan pembesaran kuat dengan memutar makrometer.

Prosedur Pemeliharaan Mikroskop

Agar mikroskop kita bekerja dengan baik dan tidak cepat rusak, maka haruslah memperhatikan hal-hal berikut ini;
  1. Cara membawa mikroskop dengan benar, membawa mikroskop yang benar yaitu dengan menggunakan kedua belah tangan.
  2. Membersihkan lensa, membersihkan lensa dengan menggunkan tissue yanhg telah dibasahi alkohol, lysol atau air sabun.
  3. Minyimpan mikroskop, mikroskop dibungkus dengan menggunakan palstik dan masukan kembali kedalam kotaknya.

Membuat Objek Pengamatan

Preparat atau sediaan merupakan benda yang menjadi objek pengamatan mikroskop. Preparat dapat dibuat melalui pengirisan atau tanpa pengirisan. Apabila kita ingin membuat preparat melalui pengirisan, maka kita dapat membuat irisan melintang atau membujur dari objek yang akan kita amati.
Setelah preparat diletakan diatas gelas objek, teteskan air diatas preparat. Pegang kaca penutup dengan posisi 450 terhadap kaca objek. Sentuhkan bagian bawah kaca penutup pada permukaan medium dan secara perlahan-lahan rebahkan sehingga kaca penutup terletak diatas kaca objek. Setelah itu preparat siap diamati dengan menggunkan mikroskop.

Membuat irisan melintang dan membujur batang tanaman

  1. Membuat irisan melintang dan membujur; Setiap irisan benda yang akan diamati harus dibuat setipis mungkin agar cahaya dapat menembus dengan baik.
  2. Membuat preparat tanpa pengirisan; Preparat tanpa pengirisan bisa berupa mahluk hidup yang berukuran kecil, seperti alga, bakteri dan protozoa.

Berikut ini cara membuat preparat dari air rendaman jerami

  1. Sediakan kaca objek dan penutup yang bersih
  2. Letakan kaca objek diatas meja datar
  3. Tetesi dengan air rendaman jerami melalui pipet
  4. Tutup dengan kaca penutup dan jangan sampai timbul gelembung air
  5. Sediaan (preparat) siap diamati. Kamu dapat mengamati berbagai macam protozoa yang terdapat di air rendaman jerami.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan mikroskop

  1. Meja preparat harus tetap horizontal untuk mencegah jatuhnya preparat.
  2. Bersihkan semua kotoran yang ada pada mikroskop dengan menggunkan kertas tisu sebelum dan sesudah menggunakannya.
  3. Gunakan pembesaran lemah terlebih dahulu, setelah objek ditemukan barulah gunakan pembesaran kuat.
  4. Tutuplah mikroskop agar tidak terkena debu ketika tidak sedang digunakan.
  5. Hindari mikroskop dari benturan bendah secara tiba-tiba.
  6. Sebelum menggunkan mikroskop, bersihkanlah lensa mikroskop dengan tisu jangan menggunakan tangan.
  7. Pasang lensa objektif berukuran rendah bila sedang tidak digunakan.
  8. Tutuplah diafragma bila sedang tidak digunakan.
  9. Simpanlah mikroskop dalam lemari yang bercahaya.
(ref: Musyawarah Guru Mata Pelaran IPA SMP Dinas pendidikan Nasional)
Beri Komentar

0 comments