Tuesday, May 03, 2016

Prosedur Penggunaan Alat dan Bahan Pengamatan (Keselamatan Kerja) - IPA Kelas 7

Dalam proses belajar biologi, kamu tidak akan lepas dari kegiatan penggunaan alat-alat dilaboratorium. Jika kamu tidak berhati-hati menggunakan alat dan bahan dengan dengan benar di dalam laboratorium, maka bisa terjadi kecelakaan. Nah agar kecelakaan itu tidak terjadi, maka kamu perlu mengetahui apa saja yang dibutuhkan untuk menjaga Keselamatan Kerja.
Pada penjelasan berikut ini kita akan mempelajari bagaimana cara menjaga keselamatan kerja saat kamu menggunakan berbagai alat dan bahan dilaboratorium. Dengan harapan hal-hal yang tidak diinginkan seperti, luka, terbakar, ataupun keracunan bahan yang ada dilaboratorium tidak terjadi. Selain itu kuga kamu akan mempelajari tata tertib di dalam laboratorium dan mengenal berbagai simbol serta cara menggunakan alat dan bahan dengan benar.
Laboratorium adalah salah satu tempat yang dapat kamu gunakan dalam mempelajari ilmu pengetahuan alam (IPA). Didalam laboratorium kamu akan menemukan berbagai peralatan seperti tabung reaksi, sarung tangan, jas laboratorium, cawan petri, pipet, masker, corong, pinset, plat tetes, gelas ukur, labu erlenmeyer, pembakar spritus, statif, termometer, dan masih banyak lagi lainnya. Peralatan tersebut haruslah dipergunakan sesuai dengan prosedur yang benar.

Prosedur Penggunaan Alat dan Bahan Pengamatan (Keselamatan Kerja)
Sebagian Kecil Peralatan Laboratorium
Selain memperhatikan prosedur penggunaan alat dengan benar, salah satu cara untuk mencegah kecelakaan adalah dengan dibuatnya tatatertib laboratorium.

Tata Tertib Laboratorium

Bentuk tata tertib laboratorium dapat dicontohkan sebagai berikut.
  1. Tidak diperkenankan masuk laboratorium apabila tidak ada guru pembimbing didalamnya.
  2. Apabila mengadakan kegiatan laboratorium hendaknya menggunakan baju khusus (jas lab).
  3. Dilarang makan, minum, dan merokok di laboratorium.
  4. Harus selalu hati-hati dan menghindarkan kecelakaan (misalnya, kayu atau kertas yang terbakar atau menyala jangan dibuang dalam kotak sampah sebelum benar-benar dimatikan).
  5. Alat dan bahan jangan dibuang keluar ruangan laboratorium tanpa seizin guru pembimbing.
  6. Apabila karena suatu hal terjadi kerusakan atau ada alat yang pecah segera beritahukan kepada guru pembimbing. Pecahan kaca dibuang pada tempat yang sudah disediakan.
  7. Selesai menggunakan alat segera kembalikan ketempat semula dan bersihkan terlebih dahulu.
  8. Setelah selesai kegiatan tangan harus dicuci dengan bersih menggunakan sabun.
  9. Kebersihan meja dan ruangan laboratorium harus selalu dijaga dan dipertahankan.
  10. Hampir semua zat kimia bersifat racun maka harus berhati-hati dalam penggunaannya.
  11. Label/Keterangan pada botol jangan sampai rusak, dan bila terjadi kerusakan segera lapor kepada guru terlebih dahulu.

Lambang-lambang Zat Berbahaya

Sebelum kamu mengambil bahan yang ada dilaboratorium, cermatilah lambang yang ada pada label botol bahan kimia karena lambang-lambang tersebut mempunyai informasi penting yang memuat tentang sifat bahan kimia tersebut.
Contoh Lambang-lambang Zat Berbahaya

Contoh Lambang-lambang Zat Berbahaya
Contoh Lambang-lambang Zat Berbahaya

Cara Umum Mencegah Kecelakaan

Berikut ini adalah cara-cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan dilaboratorium.
  1. Ketika laboratorium sedang digunakan semua jalan/gang dan pintu harus bebas halangan.
  2. Kotak P3K harus diletakan pada posisi yang mudah dilihat.
  3. Keadaan kabel, stop kontak dan perangkat listrik lainnya harus diperiksa secara berkala.
  4. Setiap laboratorium harus memiliki alat pemadam kebakaran.
  5. Mengikuti petunjuk atau prosedur kegiatan dengan baik.

Cara Memperlakukan Bahan Kimia

Beberapa cara yang harus dilakukan untuk menghindari kecelakaan dalam menggunakan bahan kimia adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengambil bahan kimia yang berbentuk padat, gunakanlah spatula, jangan menggunakan tangan secara langsung.
  2. Pastikan kamu benar-benar mengerti label pada bahan kimia.
  3. Gunakan bahan kimia secukupnya menurut perlakuan.
(ref: Musyawarah Guru Mata Pelaran IPA SMP Dinas pendidikan Nasional)
Beri Komentar

0 comments