Friday, September 28, 2018

Jenis-jenis Hujan, Penjelasan, dan Gambarnya

Hujan adalah sebuah fenomena alam yang menyebabkan turunnya air dari langit ke permukaan bumi. Terjadinya hujan disebabkan faktor-faktor abiotik pada lingkup litosfer, atmosfer, dan hidrosfer yang saling berinteraksi dalam proses daur air atau siklus hidrologi. Berdasarkan beberapa parameter, hujan sendiri dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis. Di artikel kali ini, kita akan membahas jenis-jenis hujan tersebut lengkap dengan gambar ilustrasi dan penjelasannya.

Jenis-jenis Hujan, Penjelasan, dan Gambarnya
Jenis-jenis Hujan, Penjelasan, dan Gambarnya

Hujan dapat diklasifikasikan berdasarkan 3 hal, yaitu berdasarkan proses terjadinya, berdasarkan ukuran butiran airnya, dan berdasarkan besarnya curah hujannya. Secara lengkap jenis-jenis hujan berdasarkan 3 parameter tersebut dijelaskan sebagai mana berikut:

a. Jenis Jenis Hujan Berdasarkan Proses Terjadinya


Berdasarkan proses terjadinya, hujan dikelompokan menjadi 8 jenis, yaitu:


1. Hujan Siklonal
Hujan siklonal adalah hujan yang terjadi akibat naiknya udara panas dari permukaan bumi disertai adanya angin yang berputar-putar pada titik tertentu. Jenis hujan siklonal umumnya hanya dapat terjadi di daerah sekitar katulistiwa.Ciri identik dari hujan ini bisa kita lihat dengan mendung gelap pekat secara mendadak dan menghasilkan guyuran hujan yang sangat deras.

2. Hujan Senithal
Hujan senithal (zenithal) adalah hujan yang diakibatkan pertemuan angin pasat tenggara dan angin pasat timur. Hujan jenis ini juga umumnya hanya terjadi di sekitar katulistiwa. Udara panas hasil pertemuan kedua angin tersebut naik ke atmosfer dan menyebabkan suhu di sekitar awan turung secara perlahan. Penurunan suhu ini, terjadilah kodensasi yang secara berangsur-angsur menyebabkan awan mencapai titik jenuhnya. Pada saat di titik inilah hujan senithal kemudian turun membasahi bumi.

3. Hujan Orografis
Hujan orografis adalah hujan yang terjadi akibat pergerakan awan ke arah horizontal yang dibawa angin. Angin membawa awan mencapai suatu daerah pegunungan dan mengalami kondensasi karena suhu dingin yang ada di sekitarnya. Kondensasi berangsur-angsur membuat awan mencapai titik jenuhnya sehingga terciptalah hujan.

Jenis Jenis Hujan Berdasarkan Proses Terjadinya
Jenis Jenis Hujan Berdasarkan Proses Terjadinya

4. Hujan Frontal
Hujan Frontal adaah hujan yang terjadi akibat pertemuan massa udara dingin dengan massa udara panas. Pertemuan kedua udara tersebut terjadi pada sebuah tempat yang bernama “bidang front”. Pertemuan ini mengakibatkan masa udara dingin berada di bawah dan menstimulasi terjadinya hujan di sekitar bidang front.

Jenis Jenis Hujan dan Gambarnya
Jenis Jenis Hujan dan Gambarnya

5. Hujan Muson
Hujan muson adalah hujan yang diakibatkan pengaruh angin muson. Angin muson sendiri terjadi akibat pengaruh gerak semu tahunan matahari terhadap katulistiwa bumi. Di Indonesia, jenis jenis hujan ini terjadi antara Oktober sampai April, sementara di kawasan Asia Timur terjadi antara Mei sampai Agustus. Karena siklus angin dan hujan muson inilah kita mengenal adanya musim hujan dan musim kemarau.

6. Hujan Buatan
Hujan buatan adalah hujan yang terjadi akibat campur tangan manusia dalam memanipulasi keadaan fisik atmosfer lokal, tepatnya dengan memanfaatkan proses tumbuhkan dan penggabungan dalam pembentukan awan (ice nucleation). Di antara jenis-jenis hujan lainnya, hujan buatan-lah yang biasanya hanya menghasilkan curah hujan yang sedikit.

b. Jenis Jenis Hujan Berdasarkan Partikelnya


Berdasarkan jenis dan ukuran partikelnya, hujan dibedakan menjadi 5 jenis. Jenis jenis hujan tersebut antara lain:
  1. Hujan Gerimis adalah hujan yang menjatuhkan partikel air dengan butiran berukuran diameter < 0,5 mm. Hujan deras adalah hujan yang menjatuhkan partikel air dengan butiran berukuran diameter >7,0 mm.
  2. Hujan Salju adalah hujan yang menjatuhkan kristal-kristal es dengan suhu di bawah 0 Celcius.
  3. Hujan Es adalah hujan yang menjatuhkan es berukuran lebih besar dari salju. Fenomena hujan es sangat jarang terjadi
  4. Hujan asam adalah hujan yang menjatuhkan partikel air dengan tingkat keasaman tinggi. biasanya air hujan ini mengandung senyawa NO3 atau H2S.

c. Jenis Jenis Hujan Berdasarkan Curahnya


BMKG atau Badan Metereologi dan Geofisika mengelompokan hujan berdasarkan seberapa besarnya curah atau jumlah air yang diterima permukaan bumi dalam satu periode hujan. Pengelompokan ini menghasilkan jenis jenis hujan yang antara lain hujan sedang (20 sd 50 mm/hari), lebat (50 sd 100 mm/hari), dan hujan sangat lebat (>100 mm/hari).

Nah, itulah klasifikasi jenis jenis hujan berdasarkan 3 parameter, yaitu berdasarkan proses terjadinya, jenis partikel, dan besarnya jumlah air yang diterima permukaan bumi (curah hujan). Semoga pemaparan ini dapat menambah pemahaman Anda dalam pembelajaran siklus hidrologi.

(ref: ebiologi.com)
Lanjutkan Baca

Proses Pembentukan Tulang, Urutan, dan Gambarnya Lengkap

Saat masih bayi, manusia memiliki 270 tulang yang menyusun rangka tubuhnya. Jumlah tulang ini akan menyusut ketika manusia mulai tumbuh dewasa. Saat dewasa, jumlah tulang tersebut hanya tinggal 206 tulang.

Proses Pembentukan Tulang

Adapun meski jumlah tulang pada saat bayi lebih banyak dibandingkan jumlah tulang saat dewasa, namun tulang bayi umumnya masih belum dapat berfungsi sempurna dalam menopang tegaknya tubuh.

Gambar Proses Pembentukan Tulang
Gambar Proses Pembentukan Tulang

Tulang-tulang pada bayi harus melalui proses osifikasi (proses pembentukan tulang) sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Pada artikel kali ini, kami akan menjelaskan tentang urutan proses pembentukan tulang tersebut secara singkat lengkap dengan gambar ilustrasinya. Silakan disimak!

1. Pembentukan Tulang di Dalam Rahim

Tulang pada manusia mulai tumbuh sejak dalam masa embrio, tepatnya ketika usia 6-7 minggu dari proses pembuahan di dalam rahim ibu. Pertumbuhan tulang ini terus menerus berlangsung hingga tersusun lengkap pada usia kehamilan 3 bulan. Pada fase ini, proses pembentukan tulang dipengaruhi oleh kalsium dan hormon plasenta. Tulang yang terbentuk pun masih sangat lunak. Akan tetapi, ia akan terus tumbuh dan mengeras hingga proses persalinan tiba.

2. Pembentukan Tulang pada Bayi

Setelah dilahirkan, proses pembentukan tulang pada bayi akan dipengaruhi oleh kalsium, aktivitasnya sehari-hari, serta dipengaruhi oleh hormon pertumbuhan. Hormon pertumbuhan yang berpengaruh dalam proses ini adalah osteoblas dan osteoklas. Kedua hormon tersebut bekerja secara bertolak belakang. Osteoblas bekerja dengan memicu proses pertumbuhan tulang, sedangkan osteoklas bekerja menghambat proses tersebut. Mekanisme ini terjadi untuk menghasilkan proses pembentukan tulang yang benar-benar seimbang. Dalam fase ini, tulang-tulang yang terbentuk adalah tulang-tulang rawan (kartilago) yang teksturnya masih sangat lunak dan warnanya masih transparan.

3. Pembentukan Tulang pada Orang Dewasa


Gambar Proses Pembentukan Tulang
Gambar Proses Pembentukan Tulang


Dari usia bayi hingga usia 25 tahun, tulang manusia akan terus mengeras melalui proses osifikasi. Tulang rawan (kartilago) akan berubah menjadi tulang keras (osteon) melalui serangkaian proses panjang tersebut sehingga dapat menghasilkan tulang yang dapat berfungsi sempurna untuk menopang aktivitas sehari-hari seperti duduk, berdiri, berlari, dan gerakan-gerakan lainnya.

Dalam proses osifikasi, rongga pada tulang rawan (kartilago) akan terisi osteoblas. Osteoblas akan membentuk sel-sel tulang (osteosit) yang kemudian mengisi pembuluh darah dan serabut syaraf secara melingkar (sistem havers). Matriks ini kemudian akan menghasilkan kapur dan fosfor dan membuat tulang mengeras dan terus tumbuh.

Berdasarkan jenis tulang yang terbentuk, proses pembentukan tulang (osifikasi) pada fase ini dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:
  • Osifikasi endokondral adalah proses pembentukan tulang dari kartilago (tulang rawan), misalnya pada tulang panjang.
  • Osifikasi intramembranosus adalah proses pembentukan tulang dari sel-sel mesenkim, misalnya pada tulang pipih tengkorak.
  • Osifikasi heterotopik adalah proses pembentukan tulang yang terjadi di luar jaringan lunak.

4. Penurunan Fungsi Tulang

Setelah pertumbuhan dan pembentukan tulang terhenti dan stagnan pada usia 25 tahun, tulang-tulang manusia akan mengalami penurunan fungsi. Beberapa masalah kesehatan tulang banyak menghampiri. Yang paling sering misalnya adalah osteoporosis.

Osteoporosis adalah penyakit degenerasi yang terjadi karena proses pengapuran tulang. Osteoporosis membuat garam-garam tulang, terutama kalium dan magnesium terlarut untuk proses metabolisme. Pada wanita, resiko osteoporosis umumnya lebih besar pada usia-usia > 45 tahun. Osteoporosis atau pengapuran tulang membuat massa tulang secara perlahan akan berkurang sehingga fungsi tulang dalam menopang tubuh manusia semakin menurun.

Demikianlah urutan proses pembentukan tulang pada manusia yang dapat kami jelaskan pada artikel kali ini. Semoga dapat bermanfaat bagi Anda sebagai tambahan wawasan dalam materi sistem gerak pada manusia.

(ref: ebiologi.com)
Lanjutkan Baca

Monday, September 03, 2018

Sistem Ekskresi Hati : Fungsi Hati sebagai Alat Ekskresi

Hati adalah salah satu alat eksresi pada manusia yang memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan metabolisme tubuh. Hati menghasilkan dan mengeluarkan zat siza berupa getah empedu, amoniak, dan urea. Dalam usaha menghasilkan dan mengeluarkan zat sisa tersebut, serangkaian proses terjadi di hati. Sistem eksresi hati beserta fungsi hati sebagai alat ekskresi dapat Anda pelajari pada pembahasan berikut.

Sistem Ekskresi Hati

Hati merupakan kelenjar terbesar yang ada dalam tubuh manusia. Bobot organ ini pada tubuh orang dewasa mencapai 1,5 kg atau 3-5% dari total berat badan. Ia terletak tepat di rongga kanan perut di bawah diafragma.

 Sistem Ekskresi Hati : Fungsi Hati sebagai Alat Ekskresi

Sistem Ekskresi Hati : Fungsi Hati sebagai Alat Ekskresi

Gambar di atas adalah gambar anatomi hati manusia. Yang kiri adalah gambar hati tampak depan dan yang kanan adalah gambar hati tampak belakang. Dilihat pada gambar tersebut, hati manusia terdiri dari 4 bagian utama yaitu lobus kiri, lobus kiri, lobus kaudatus, dan lobus quadratus. Untuk lobus kaudatus dan quadratus letaknya tersembunyi di bagian belakang hati. Dalam lobus-lobus tersebut, terdapat sel-sel yang menghasilkan berbagai jenis enzim yang berperan dalam proses metabolisme tubuh. Setiap sel ini dipisah oleh jaringan ikat berisi pembuluh darah yang memenuhi hati.

Fungsi Hati sebagai Alat Ekskresi

Hati merupakan organ ekskresi karena mengekskresikan beberapa zat sisa metabolisme tubuh seperti getah empedu, amoniak, dan urea. Berikut ini adalah fungsi hati sebagai alat ekskresi tersebut:

Sistem Ekskresi Hati : Fungsi Hati sebagai Alat Ekskresi


a. Menghasilkan getah empedu


Getah empedu merupakan getah hasil perombakan sel darah merah. Getah ini tersusun atas dua komponen utama yaitu garam empedu dan zat warna empedu. Garam empedu dalam sistem pencernaan pada manusia berfungsi sebagai pengemulsi lemak. Garam ini bersama dengan zat warna akan keluar bersamaan dengan feses dan urine. Inilah yang menyebabkan warna dari urine dan feses menjadi agak kekuning-kuningan.

Proses pembentukan getah empedu sendiri terjadi dalam sinusoid yang banyak terdapat di dalam hati. Dalam sinusoid, haemoglobin sel darah merah yang sudah tua dirombak menjadi unsur yang lebih sederhana yaitu, kristal (hemin), globin, dan zat besi. Zat besi dan globin yang sudah terbentuk dari proses ini oleh hati kemudian dikirimkan ke sumsum tulang merah untuk dibentuk kembali menjadi antibodi atau hemoglobin yang baru, sedangkan hemin oleh hati dirombak menjadi bilirubin dan biliverdin. Dua zat yang menjadi zat warna hijau biru dalam getah empedu.

b. Menghasilkan urea dan amonia


Dalam sistem ekskresi hati, urea dan amonia merupakan sisa dari proses perombakan protein dalam tubuh. Kedua senyawa ini bersifat racun dan harus dibuang dari dalam tubuh. Urea dan amonia diperoleh dari proses filtrasi darah yang kerjakan oleh hati dan ginjal. Kedua zat ini terbuang bersama urine dan menyebabkan urine kita jadi punya bau khas yang sangat menyengat.

Terkait fungsi hati sebagai alat ekskresi, urea dan amonia terbentuk ketika sel tubuh memiliki kelebihan asam amino. Asam amino sistem ekskresi hati akan diurai melalui proses deaminasi. Dalam proses ini, gugus amin (-NH) dari asam amino dipisah dan dipindahkan untuk pembentukan sitrulin. Sitrulin kemudian dibawa ke sitosol kemudian bereaksi dengan aspartat. Reaksi ini menghasilkan arginin dan fumarat. Dengan bantuan enzim arginase, hati akan mengubah fumarat dan arginin menjadi ornitin dan urea. Ornitin akan dibawa ke empedu dan dikeluarkan bersama feses sedangkan urea akan dikeluarkan melalui urine.

(ref: ebiologi.com)
Lanjutkan Baca

Sunday, September 02, 2018

Pembahasan Soal SBMPTN Biologi Sistem Ekskresi

Pembahasan soal SBMPTN bidang studi biologi tentang sistem eksresi ini meliputi beberapa sub topik dalam bab sistem ekskresi yaitu limbah hasil metabolisme atau ekskret, sistem ekskresi manusia, organ-organ ekskresi, proses pembentukan urin, faktor yang mempengaruhi produksi urin, sistem ekskresi hewan, dan kelainan atau penyakit pada sistem ekskresi manusia. Dari beberapa soal yang pernah keluar di SBMPTN biologi, model soal tentang sistem ekskresi yang sering keluar antara lain mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi sistem ekskresi pada manusia, menjelaskan sistem ekskresi pada ikan, mengenali kelainan atau penyakit pada sistem ekskresi manusia, mengidentifikasi zat-zat sisa yang diproses atau dikeluarkan melalui sistem ekskresi, dan mengidentifikasi karakter dan fungsi organ-organ ekskresi.

Pembahasan Soal SBMPTN Biologi Sistem Ekskresi
Pembahasan Soal SBMPTN Biologi Sistem Ekskresi 

Soal 1
Pada badan Malpighi ginjal terjadi proses ...
A. Penyerapan kembali glukosa
B. Filtrasi cairan darah
C. Reabsorbsi protein
D. Reabsorpsi air
E. Pengeluaran protein

Pembahasan :
Ginjal merupakan salah satu organ pada sistem ekskresi yang memiliki peran sangat penting. Ginjal bertugas dalam proses pembentukan urin dan mengendalikan potensial air pada darah yang melewatinya.

Ginjal tersusun atas banyak nefron yaitu suatu unit struktural dan fungsional ginjal. Setiap nefron mengandung badan malpighi dan saluran nefron yang panjang dan berbelit.

Badan malpighi terdiri atas beberapa bagian, yaitu:
1. Glomerulus
2. Kapsula Bowman

Badan malpighi terlibat dalam proses pembentukan urin. Glomerulus pada badan malpighi merupakan tempat berlangsungnya tahapan filtrasi yaitu proses penyaringan darah.

Cairan darah yang sudah mengalami penyaringan menjadi bersih karena sisa-sisa metabolismenya sudah terbuang ke dalam urin primer.
Jawaban : B

Soal 2
Organ tubuh manusia yang mempunyai fungsi filtrasi dan reabsorbsi adalah ...
A. Hati
B. Ginjal
C. Kulit
D. Usus
E. Paru-paru

Pembahasan :
Filtrasi adalah proses penyaringan sedangkan reabsorpsi adalah proses penyerapan kembali. Berhubungan dengan sistem organ, maka filtrasi dan reabsorbsi merupakan proses-proses yang terjadi di dalam sistem ekskresi.

Filtrasi dan reabsorpsi merupakan dua tahapan proses yang berlangsung selama pembentukan urin. Filtrasi adalah proses penyaringan darah yang berlangsung di glomerulus.

Reabsorpsi adalah proses penyerapan kembali zat-zat yang masih berguna seperti glukosa dan ion organik. Zat-zat tersebut diserap kembali dari urin primer dan berlangsung di tubulus kontortus proksimal.

Glomerulus dan tubulus kontortus proksimal merupakan bagian-bagian dari ginjal. Jadi, organ tubuh yang mempunyai fungsi filtrasi dan reabsorpsi adalah ginjal.
Jawaban : B

Soal 3
NH3 sebagai hasil metabolisme protein dan CO2 sebagai hasil respirasi dapat membentuk ure yang kemudian diekskresikan. Pembentukan urea tersebut terjadi di dalam ....
A. Hati
B. Ginjal
C. Kantung urin
D. Usus besar
E. Usus halus

Pembahasan :
NH3 dan CO2 merupakan zat sisa yang bersifat beracun sehingga harus segera dikeluarkan dari tubuh. Proses menetralisir NH3 dan CO2 dikenal dengan siklus ornitin.

Siklus ornitin berkaitan dengan peran enzim arginase yang berfungsi untuk mengubah asam amino arginin menjadi asam amino ornitin dan urea.

Ornitin yang tebentuk berfungsi untuk mengikat NH3 dan CO2 yang bersifat racun. Dalam sel-sel tubuh, ornitin diubah menjadi asam amino sitrulin.

Sitrulin berperan mengikat NH3 menjadi arginin yang hanya dapat diuraikan di dalam hati, sedangkan urea dari hati diangkut ke ginjal untuk dikeluarkan bersama urin.

Hati merupakan satu-satunya kelenjar yang menghasilkan enzim arginase. Jadi, pembentukan urea tersebut terjadi di dalam hati.
Jawaban : A

Soal 4
Volume air yang dikeluarkan dari tubuh manusia tergantung pada ...
1. Jumlah air yang diminum
2. Jumlah garam yang dikeluarkan darah
3. Kerja hormon antidiuretik
4. Jumlah air di dalam jaringan

Pembahasan :
Volume air yang dikeluarkan dari tubuh berhubungan dengan proses pembentukan urin dan ekskresi keringat. Banyaknya jumlah urin yang dibentuk ginjal bergantung pada beberapa faktor berikut:
1. Jumlah air yang diminum
2. Jumlah garam yang harus dikeluarkan dari darah
3. Hormon antidiuretik ADH
4. Zat-zat diuretik

Sehubungan dengan volume air yang dikeluarkan melalui keringat, maka volume air yng dikeluarkan dari tubuh manusia juga bergantung pada jumlah air di dalam jaringan karena keringat merupakan cairan jaringan yang mengandung air, larutan garam beserta urea.

Dengan demikian, 1, 2, 3, dan 4 benar.
Jawaban : E

Soal 5
Jika dalam urine seseorang terdapat glukosa sedangkan ia tidak menderita diabetes melitus, maka kemungkinan terjadi kerusakan pada bagian ...
A. Glomerulus
B. Kapsula Bowman
C. Tubulus proksimal
D. Tubulus distal
E. Lengkung Henle

Pembentukan urine melalui beberapa tahapan, yait:
1. Filtrasi
2. Reabsorpsi
3. Augmentasi

Filtrasi merupakan proses penyaringan darah yang terjadi di glomerulus. Hasil penyaringan berupa filtrat gomerulus atau yang disebut urin primer.

Reabsorbsi merupakan proses lanjutan dari filtrasi yaitu proses penyerapan kembali zat-zat yang masih berguna seperti glukosa, asam amino, dan ion-ion organik. Reabsorpsi berlangsung di tubulus proksimal.

Augmentasi merupakan proses penambahan zat-zat dan urea yang berlangsung di tubulus distal. Dalam proses augmentasi terbentuklah urin yang sesungguhnya. Urin tersebut dikumpulkan pada tubulus pengumpul dan selanjutnya masuk ke pelvis, dilanjutkan ke organ berikutnya.

Jika urin seseorang mengandung glukosa dan dia tidak menderita diabetes melitus, berarti glukosa tidak diserap kembali pada tahapan reabsorpsi sehingga ikut dikeluarkan bersama urine.

Jadi, karena reabsorpsi berlangsung di tubulus proksimal maka kemungkinan besar terjadi kerusakan pada bagian tubulus kontortus proksimal.
Jawaban : C

Soal 6
Proses pembentukan urin dimulai dengan penyaringan yang terjadi di badan malpighi untuk menghasilkan urin primer.
SEBAB
Badan malpighi yang terdiri dari glomerulus dan kapsula Bowman befungsi dalam proses filtrasi.

Pembahasan :
Proses pembentukan urine dimulai dengan tahapan filtrasi yaitu penyaringan darah yang berlangsung di kapsula Bowman dan glomerulus. Kapsula Bowman dan glomerulus merupakan penyusun badan malpighi.

Jadi, pernyataan benar, alasan benar dan menunjukkan sebab akibat.
Jawaban : A

Soal 7
Ekskresi sebagai salah satu ciri makhluk hidup berfungsi untuk ...
A. Membuang sampah sisa metabolisme
B. Merangsang pengeluaran hormon
C. Menjaga keseimbangan tekanan osmosis tubuh
D. Merombak zat-zat yang tidak diperlukan tubuh
E. Mengeluarkan zat yang berperan dalam metabolisme

Pembahasan :
Sistem ekskresi merupakan salah satu sistem organ yang melibatkan paru-paru, hati, ginjal, dan kulit. Sistem eksresi bertugas untuk mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme yang sudah tidak diperlukan lagi oleh tubuh.

Eksresi bertujuan untuk membuang racun atau bahan-bahan yang sudah tidak berguna agar tidak menumpuk di dalam tubuh. Hal ini dimaskudkan agar tubuh tidak keracunan.

Jadi, fungsi utamanya adalah membuang sampah sisa metabolisme.
Jawaban : A

Soal 8
Untuk menyesuaikan diri pada kehidupan di laut, ikan harus banyak minum air laut dengan mengeksresikan sedikit urine.
SEBAB
Urin pada ikan laut mengandung urea cukup banyak sehingga meningkatkan tekanan osmosis darah.

Pembahasan :
Tubuh ikan laut bersifat hipotonis terhadap air laut. Secara proses osmosis, air dalam tubuh ikan akan hilang melalui insang. Sebaliknya, konsentrasi ion garam di air laut yang tinggi akan memasuki tubuh ikan.

Jika tidak ada proses homoestatis, ikan akan mati karena terjadi dehidrasi pada tubuhnya. Untuk mengatasi hal tersebut, ikan laut harus meminum banyak air sehingga tidak mengalami dehidrasi.

Selain itu, ginjal pada ikan laut hanya mengandung sedikit glomerulus sehingga ekskresi air yang terjadi hanya sedikit. Dengan kata lain, untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, ikan laut melakukan beberapa hal, yaitu:
1. Terus menerus meminum air
2. Pengeluaran air dilakukan secara osmosis melalui insang
3. Garan diekskresikan secara aktif melalui insang
4. Menghasilkan sedikit urine

Jadi, pernyataan benar tapi alasan salah.
Jawaban : C

Soal 9
Zat-zat yang direabsorbsi pada tubulus kontortus ginjal sehingga menghasilkan urine sekunder adalah ...
1. Glukosa
2. Garam-garam
3. Asam amino
4. Urea

Pembahasan :
Reabsorpsi merupakan proses penyerapan kembali zat-zat yang masih berguna dari urine primer. Proses ini berlangsung di tubulus kontortus proksimal dan menghasilkan urine sekunder.

Zat-zat yang diserap kembali pada tahapan ini adalah air, glukosa, asam amino, dan ion-ion organik. Jadi, zat yang diserap kembali adalah (1) dan (3).
Jawaban : B

Soal 10
Bila hasil tes urin sesorang dengan reagen Millon Nase diperoleh warna ungu, maka bagian ginjal yang diduga mengalami kelainan adalah ...
A. Glomerulus
B. Tubulus kontortus
C. Vesika urinaria
D. Buluh Malpighi
E. Lengkung Henle

Pembahasan :
Reagen Millon Nase biasa digunakan untuk menguji kandungan protein dalam suatu zat. Setelah ditetesi Millon nase akan terbentuk gumpalan putih.

Kemudian bahan akan dipanaskan. Jika menunjukkan perubahan warna menjadi merah, berarti zat tersebut mengandung protein.

Adanya protein dalam urine merupakan kelainan sistem ekskresi yang disebut albuminuria. Adanya albumin dalam urine merupakan indikasi adanya gangguan pada proses filtrasi yang berlangsung di glomerulus.
Jawaban : A
Ref: https://123belajarlah.blogspot.com
Lanjutkan Baca

Pembahasan Soal SBMPTN Biologi Sistem Koordinasi

Pembahasan soal SBMPTN bidang studi biologi tentang sistem koordinasi ini meliputi beberapa sub topik dalam bab sistem regulasi yaitu sistem saraf pusat, sistem saraf tepi, mekanisme gerak refleks, faktor yang mempengaruhi sistem saraf, sistem hormon atau endokrin, alat indera, dan berbagai kelainan atau penyakit pada sistem koordinasi manusia. Dari beberapa soal yang pernah keluar dalam soal SBMPTN biologi, beberapa model soal yang sering keluar antara lain mengidentifikasi struktur dan fungsi sistem saraf, mengenali struktur dan fungsi otak, mengidentifikasi fungsi sistem hormon dalam sistem regulasi, mengidentifikasi struktur dan fungsi alat indera, dan mengidentifikasi berbagai penyakit atau kelainan pada sistem koordinasi.

Soal 1
Sel saraf yang berfungsi mengirimkan impuls dari sistem saraf pusat ke otot dan kelenjar adalah ...
A. Neuron aferen
B. Neuron intermediet
C. Neuron eferne
D. Neuron sensori
E. Neuroglia

Pembahasan :
Sistem saraf tersusun atas unit-unit pelaksana yaitu:
1. Sel saraf (neuron)
2. Neuroglia

Neuron merupakan sel saraf yang terdiri dari badan sel saraf, benang akson atau neurit, dan sebuah atau lebih dendrit. Berdasarkan fungsinya, neuron dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu:
1. Neuron aferen
2. Neuron intermediet
3. Neuron eferen

Neuron aferen disebut juga sel saraf sensorik adalah sel saraf yang berfungsi untuk menghantarkan impuls dari reseptor ke sarap pusat (otak dan sumsum tulang belakang).

Neuron intermediet atau sel saraf penghubung adalah sel saraf yang berfungsi untuk menghubungkan neuron yang satu dengan neuron yang lainnya.

Neuron eferen atau sel saraf motoris adalah sel saraf yang berfungsi untuk menghantarkan impuls dari saraf pusat ke efektor (otot dan kelenjar).

Jadi, yang berfungsi mengirimkan impuls dari sistem saraf pusat ke otot dan kelenjar adalah neuron eferen.
Jawaban : C

Pembahasan Soal SBMPTN Biologi Sistem Koordinasi
Pembahasan Soal SBMPTN Biologi Sistem Koordinasi

Soal 2
Suatu senyawa kimia yang berperan dalam menghantarkan impuls saraf pada sinapsis adalah ...
A. Esterase
B. Asetikolin esterase
C. Neurilema
D. Kolinesterase
E. Asetilkolin

Pembahasan :
Sinapsis adalah penghubung yang mengendalikan komunikasi antar neuron. Pada setiap neuorn, aksonnya berakhir pada suatu tonjolan kecil yang disebut tombol sinapsis.

Permukaan membran tombol sinapsis disebut membran prasinapsis yang berfungsi melakukan transmisi rangsangan. Permukaan membran dendrit dari sel yang dituju disebut membran post-sinapsis yang berfungsi menerima transmisi rangsangan.

Pada sitoplasma tombol sinapsis terdapat neurotransmitter yaitu zat kimia yang dapat menanggapi impuls elektrik pada neuron dan dapat mentransmisikan impuls ke neuron berikutnya.

Contoh neurotransmitter antaralain asetilkolin, dopamin, noradrenalin, dan serotonin. Jadi, senyawa kimia yang berperan dalam menghantarkan impuls saraf pada sinapsis adalah asetilkolin.
Jawaban : E

Soal 3
Pernyataan yang sesuai dengan saraf parasimpatetik adalah ...
A. Mempercepat denyut jantung
B. Tersusun dari deretan genglion sejajar
C. Menghasilkan kolinesterase untuk menstimulasi kontraksi otot
D. Bekerja berlawanan dengan saraf simpatetik
E. Bekerja sama dengan saraf simpatetik

Pembahasan :
Secara umum, sistem saraf tepi dibedakan menjadi dua bagian, yaitu:
1. Sistem sensori somatik
2. Sistem autonom

Sistem saraf autonom adalah bagian dari sistem saraf tepi yang mengontrol kegiatan-kegiatan organ dalam seperti kelenjar keringat, otot perut, pembuluh darah, dan alat-alat reproduksi.

Sistem saraf autonom dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Sistem saraf simpatetik
2. Sistem saraf parasimpatetik

Sebagian besar organ dalam disarafi oleh saraf simpatetik dan saraf parasimpatetik. Stimulasi dari sistem saraf simpatetik umumnya berakibat merangsang kerja organ.

Sebaliknya, saraf parasimpatetik memberikan stimulasi yang umumnya bersifat menghambat kerja organ. Dengan kata lain, efek kedua sistem saraf ini bersifat antagonis atau saling berlawanan.

Jadi, pernyataan yang benar tentang saraf parasimpatetik adalah saraf simpatetik bekerja berlawanan dengan saraf simpatetik.
Jawaban : D

Soal 4
Gangguan pada perkembangan otak kecil (cerebellum) akan menyebabkan gangguan pada ...
A. Fungsi indera
B. Koordinasi gerak otot
C. Pengaturan aktivitas mental
D. Gerak tubuh
E. Gerak mata

Pembahasan :
Otak kecil merupakan bagian dari otak belakang. Otak belakang dibedakan menjadi dua bagian, yaitu:
1. Otak kecil (cerebellum)
2. Sumsum lanjutan

Otak kecil befungsi sebagai pusat keseimbangan dan koordinasi otot. Cerebellum berkembang dari bagian dorsal metensefalon menjadi pusat keseimbangan dan koordinasi gerakan.

Otak kecil bertugas menerima informasi dari otot dan telinga, memantau orientasi tubuh dalam ruang dan derajat kontraksi otot rangka atau memantau kedudukan posisi tubuh.

Belahan kiri dan kanan ota kecil dihubungkan oleh jembatan Varol. Bila ota kecil mengalami gangguan, maka pusat keseimbangan dan koordinasi otot akan terganggu.
Jawaban : B

Soal 5
Bagian telinga manusia yang disebut rumah siput berfungsi sebagai organ keseimbangan.
SEBAB
Impuls saraf yang berasal dari rumah siput diteruskan ke ota kecil.

Pembahasan :
Secara garis besar, telinga terdiri dari tiga bagian, yaitu:
1. Bagian luar
2. Bagian tengah
3. Bagian dalam

Bagian luar terdiri dari daun telinga dan liang telinga. Rongga telinga bagian tengah terisi oleh udara sedangkan rongga telinga bagian dalam terisi oleh cairan limfa.

Bagian dalam terdiri atas beberapa bagian, yaitu:
1. Jendela oval : penghubunga telinga tengah dan dalam
2. Jendela melingar : reseptor suara
3. Rumah siput : reseptor gerakan kepala
4. Saluran semisirkuler : reseptor gravitasi
5. Membran basiler : meneruskan vibrasi
6. Organ korti : terdapat sel reseptor suara
7. Membran tektorial : meneruskan vibrasi ke organ Korti

Di dalam rumah siput terdapat sel-sel rambut (sel korti) yang akan merangsang dan menimbulkan persepsi suara. Mekanisme penghantaran tulang terjadi melalui tulang tengkorak yang bergetar dan memengaruhi cairan endolimfa dalam rumah siput atau koklea.

Jadi, pernyataan salah dan alasan juga salah.
Jawaban : E

Soal 6
Pada telinga tengah terdapat tulang-tulang kecil yang terangkai berurutan dari luar ke dalam yaitu ...
A. Martil - landasan - sanggurdi
B. Martil - sanggurdi - landasan
C. Landasan - martil - sanggurdi
D. Landasan - sanggurdi - martil
E. Sanggurdi - landasan - martil

Pembahasan :
Di dalam telinga tengah terdapat membran timpani, tulang-tulang pendengaran, dan saluran atau pembuluh Eustachius. Membran timpani merupakan selaput yang berfungsi untuk menerima getaran suara atau gelombang bunyi.

Tulang-tualng pendengaran terdiri atas tulang martil (maleus), tulang landasan (inkus), dan tulang sanggurdi (stapes). Ketiga tulang tersebut bertugas meneruskan getaran suara yang diterima dari membran timpani ke rongga telinga dalam.

Urutan dari luar ke dalam adalah martil - landasan - sanggurdi.
Jawaban : A

Soal 7
Pigmen yang menentukan warna kulit manusia berasal dari stratum ...
A. Germinativum
B. Granulosum
C. Lusidum
D. Dermis
E. Korneum

Pembahasan :
Kulit manusia terdiri dari dua lapisan utama, yaitu:
1. Epidermis (bagian luar)
2. Dermis (bagian dalam)

Dermis merupakan lapisan dalam kulit yang terletak di sebelah dalam epidermis dan mengandung pembuluh darah. Pada dermis terdapat reseptor untuk panas, dingin, dan tekanan yang kuat.

Epidermis adalah lapisan luar kulit yang memiliki reseptor untuk rasa sakit dan tekanan lemah. Epidermis terdiri dari beberapa stratum, yaitu:
1. Stratum corneum
2. Stratum lucidum
3. Stratum granulosum
4. Stratum germinativum

Dari keempat stratum tersebut, yang mengandung pigmen adalah stratum granulosum. Jadi, pigmen yang menentukan warna kulit manusia berasal dari stratum granulosum.
Jawaban : B

Soal 8
Bagian otak yang mengatur suhu atau temperatur tubuh adalah ...
A. Talamus
B. Hipotalamus
C. Cerebellum
D. Medula oblongata
E. Pons

Pembahasan :
Talamus merupakan bagian otak depan yang berfungsi untuk memproses seluruh rangsangan sebelum disampaikan ke bagian lain di otak. Dengan kata lain, talamus merupakan pusat penerus impuls sensori ke berbagai bagian sensori serebrum.

Hipotalamus merupakan bagian otak depan yang berfungsi sebagai pusat pengontrol homeostatis tubuh misalnya suhu tubuh dan osmoregulasi. Hipotalamus juga merupakan pusat untuk emosi, perasaan agresif, dan pengaruh psikosomatik.

Cerebellum atau otak kecil merupakan bagian otak belakang yang berfungsi sebagai pusat keseimbangan dan koordinasi otot. Otak kecil menerima infomrasi dari otot dan telinga, serta memantau kedudukan posisi tubuh.

Medula oblongata atau sumsum lanjutan merupakan bagian otak belakang yang banyak mengandung ganglion yang berfungsi untuk mengatur gerak refleks fisiologis, mengatur denyut jantung, tekanan darah, gerakan pernapasan, dan sebagainya.

Jadi, bagian otak yang mengatur suhu atau temperatur tubuh adalah hipotalamus.
Jawaban : B

Soal 9
Organon korti yang berfungsi sebagai alat pendengaran terdapat pada bagian ...
A. Otak kecil
B. Koklea
C. Retina
D. Hipotalamus
E. Medula oblongata

Pembahasan :
Orgnaon Korti berfungsi sebagai alat pendengaran berarti berhubungan dengan alat indera yaitu telinga. Bagian telinga yang mengandung sel-sel Korti adalah koklea atau rumah siput.

Organ Korti merupakan tempat sel reseptor suara berbentuk rambut yang berfungsi dapat mengubah suara atau getaran menjadi impuls sensorik untuk diteruskan ke pusat pendengaran di otak melalui saraf auditorius.
Jawaban : B

Soal 10
Buta sesaat akibat adanya perubahan yang tiba-tiba dari kondisi sangat terang ke redup yang dialami oleh manusia berkaitan erat dengan aktivitas ...
A. Saraf mata
B. Pupil mata
C. Iris mata
D. Sel kerucut mata
E. Sel batang mata

Pembahasan :
Mata mempunyai lapisan reseptor, sistem lensa untuk memusatkan cahaya pada reseptor, dan sistem saraf yang menghantarkan impuls dari reseptor ke otak.

Secara garis besar, bola mata tersusun atas tiga lapisan, yaitu:
1. Sklera (terluar)
2. Koroid (tengah)
3. Retina (dalam)

Koroid merupakan bagian tengah yang banyak mengandung pembuluh darah. Di bagian depan koroid terdapat iris (selaput pelangi) yang mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke mata.

Retina merupakan lapisan bagian dalam yang peka terhadap cahaya. Pada retina terdapat reseptor cahaya (fororeseptor) dan serabut saraf.

Pada retina terdapat dua macam sel fotoreseptor, yaitu:
1. Sel batang (sel bacilus)
2. Sel kerucut (sel konus)

Sel batang peka terhadap cahaya dengan intensitas rendah, tetapi tidak dapat membedakan warna. Sel batang mengandung pigmen rodopsin yang akan terurai jika terkena cahaya terang dan terbentuk kembali pada keadaan gelap.

Pembentukan rodpsin memerlukan waktu sekitar 20 detik. Akibatnya, akan terjadi buta sesaat jika ada perubahan dari terang ke redup secara tiba-tiba.
Jawaban : E
(ref: Musyawarah Guru Mata Pelaran IPA SMP Dinas Pendidikan Nasional)
Lanjutkan Baca

Pembahasan Soal SBMPTN Biologi Sistem Gerak Manusia

Pembahasan soal SBMPTN bidang studi biologi tentang sistem gerak ini meliputi beberapa sub topik dalam bab sistem gerak yaitu macam-macam dan fungsi tulang, proses pembentukan tulang, struktur rangka manusia, pengertian dan macam-macam persendian, mekanisme kerja otot, dan gangguan atau penyakit pada sistem gerak manusia. 

Dari beberapa soal yang pernah keluar dalam soal SBMPTN biologi, model soal tentang sistem gerak yang sering keluar antara lain mengidentifikasi mekanisme perolehan energi yang dibutuhkan untuk gerak, mengidentifikasi ciri-ciri dari macam-macam otot, menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kontraksi otot, dan mengidentifikasi gangguan atau penyakit pada sistem gerak manusia.

Soal 1
Persendian antara tulang-tulang yang membentuk tengkorak disebut sendi ...
A. Sinfibrosis
B. Sinkondrosis
C. Sinartrosis
D. Endartrosis
E. Diartrosis

Pembahasan :
Persendian atau artikulasi adalah hubungan antar dua atau lebih tulang. Persendian pada manusia dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu:
1. Diartrosis
2. Amfiartrosis
3. Sinartrosis

Diartorosis merupakan persendian yang memungkinkan gerakan yang sangat leluasa dan disebut pula sebagai persendian sinovial. Persendian diartrosis terdiri dari beberapa sendi, yaitu sendi engsel, sendi putar, sendi pelana, sendi luncur, sendi peluru, dan sendi kondiloid.

Amfiartrosis merupakan hubungan antar tulang yang dihubungkan oleh kartilago atau tulang rawan sehingga memungkinkan untuk sedikit gerakan. Persendian ini dibagi menjadi dua macam yaitu simfisis dan sindesmosis.

Sinartrosis merupakan hubungan antar tulang yang dihubungkan oleh jaringan ikat yang mengalami osifikasi sehingga tidak memungkinkan adaya gerakan.Sinartrosis dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
1. Sinkondrosis
2. Sinfibrosis

Sinkondrosis merupakan persendian sinartrosis yang kedua ujung tulangnya dihubungkan oleh kartilago hialin, misalnya hubungan antara tulang rusuk dan ruas-ruas tulang belakang.

Sinfibrosis merupakan persendian sinartrosis yang kedua ujung tulangnya dihubungkan oleh jaringan ikat serabut padat, misalnya hubungan antar tulang tengkorak yang disebut sutura.
Jawaban : A

Soal 2
Hubungan antar tulang yang memunginkan banyak gerakan disebut ...
A. Diartrosis
B. Sinartrosis
C. Sinfibrosis
D. Amfiartrosis
E. Sinkondrosis

Pembahasan :
Berdasarkan keleluasaan geraknya, hubungan antar tulang dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu:
1. Diartrosis
2. Amfiartrosis
3. Sinartrosis

Diartorosis merupakan hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan yang sangat leluasa karena kedua ujungnya tidak dihubungkan oleh jaringan sehingga tulang dapat digerakkan.

Amfiartrosis merupakan hubungan antar tulang yang dihubungkan oleh kartilago atau tulang rawan sehingga memungkinkan untuk sedikit gerakan.

Sinartrosis merupakan hubungan antar tulang yang dihubungkan oleh jaringan ikat yang mengalami osifikasi sehingga tidak memungkinkan adaya gerakan.

Jadi, hubungan antar tulang yang memunginkan banyak gerakan adalah diartrosis.
Jawaban : A

Soal 3
Gerakan lengan bawah hingga telapak tangan menengadah dan menelungkup disebabkan oleh aktivitas otot:
1. Pronator
2. Adduktor
3. Supinator
4. Ekstensor

Pembahasan :
Sifat kerja atau aktivitas otot dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Sinergis
2. Antagonis

Otot sinergis adalah otot-otot yang kontraksinya menimbulkan gerak searah. Otot sinergis bekerja saling menunjang misalnya otot pronator teres dan pronator kuadratus.

Antagonis adalah kerja otot yang kontraksinya menimbulkan efek gerak berlawanan. Beberapa contoh sifat kerja otot antagonis antara lain:
1. Ekstensor (meluruskan)
2. Abduktor (menjauhi badan)
3. Depresor (ke bawah)
4. Supinator (menengadah)
5. Pronator (menelungkup)

Supinator dan pronator merupakan gerakan yang dihasilkan oleh otot antagonis berupa grerakan menengadah dan menelungkup misalnya gerakan telapak tangan menengadah dan gerakan telapak tangan menelungkup.

Jadi, opsi yang benar adalah 1 dan 3.
Jawaban : B

Pembahasan Soal SBMPTN Biologi Sistem Gerak Manusia
Pembahasan Soal SBMPTN Biologi Sistem Gerak Manusia

Soal 4
Miofibril merupakan bagian terpenting untuk kontraksi otot karena mengandung ...
A. Aktomiosin
B. Myoglobin
C. Fascia propia
D. ATP
E. Glikogen

Pembahasan :
Otot tersusun atas dua macam filamen dasar, yaitu:
1. Filamen aktin
2. Filamen miosin

Filamen aktin dan miosin merupakan filamen penyusun miofibril. Miofibril menyusun serabut otot dan kumpulan serabut oto menyusun satu otot.

Kontraksi otot dimulai dengan pembentukan kolin menjadi asetilkolin yang terjadi di dalam otot diiukuti dengan penggabungan ion kalsium, troponium, dan tropomisin.

Penggabungan ini akan memacu penggabungan miosin dan aktin (filamen pada miofibril) menjadi aktomiosin. Terbentuknya aktomiosin mengakibatkan sel otot memendek atau berkontraksi.

Jadi, miofibril merupakan bagian terpenting untuk kontraksi otot karena mengandung aktomiosin.
Jawaban : A

Soal 5
Rongga dada dibentuk oleh sejumlah tulang antara lain yang melekat pada tulang dada dan tulang punggung ialah tulang ...
A. Rusuk pendek
B. Rusuk sejati
C. Rusuk melayang
D. Belikat
E. Skapula

Pembahasan :
Secara garis besar, rangka manusia dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
1. Ranga aksial (sumbu tubuh)
2. Rangka apendikular (angota tubuh)

Rongga dada dibentuk oleh sejumlah tulang yang termasu dalam rangka aksial. Rangka aksial terdiri dari tulang tengkorak, tulang hioid, tulang dada, dan tulang rusuk.

Tulang rusuk manusia terdiri dari:
1. Tiga pasang tulang rusuk palsu (costa spuria)
2. Dua pasang tulang rusuk melayang (costa fluctuantes)
3. Tujuh pasang tulang rusuk sejati (costa vera)

Dari ketiga macam tulang rusuk tersebut, tulang rusuk yang melekat pada tulang dada dan tulang punggung adalah tulang rusuk sejati.
Jawaban : B

Soal 6
Masa menopause dapat memacu timbulnya osteoporosis.
SEBAB
Pada masa menopause, hormon progesteron menurun.

Pembahasan :
Osteoporosis merupakan gangguan pada tulang yang ditandai dengan keadaan tulang yang menjadi keropos dan lapuk. Hal ini berkaitan dengan proses pembentukan tulang yang mengalami penurunan atau gangguan.

Pembentukan tulang sudah dimulai pada akhir bulan kedua masa kehamilan. Sel-sel tulang terbentuk secara konsentris dari dalam ke luar. Matriks sel-sel tulang mengandung protein, kalsium, dan fosfor.

Keberadaan kalsium dan fosfos memiliki peran penting dalam proses pembentukan tulang karena kalsium dan fosfor menyebabkan matriks tulang mengalami pengerasan atau osifikasi.

Pada masa menopause, terjadi penurunan hormon estrogen dan progesteron. Penurunan hormon estrogen dapat menghambat proses penyerapan kalsium sehingga dapat memicu terjadinya osteoporosis.

Jadi, pernyataan benar, alasan benar tetapi tidak menunjukkan sebab akibat.
Jawaban : B

Soal 7
Jaringan tulang rawan terdapat pada:
1. Hidung
2. Persendian
3. Telinga
4. Saluran pernapasan

Pembahasan :
Tulang rawan bersifat bingkasdan lentur. Tulang rawan atau kartilago terdiri dari sel-sel rawan yang dapat menghasilkan matriks berupa kondrin.

Pada anak-anak, jaringan rawan banyak mengandung sel-sel, sedangkan pada orang dewasa jaringan tulang rawan banyak mengandung matriks.

Pada orang dewasa, tulang rawan hanya terdapat pada beberapa tempat, misalnya:
1. Cuping hidung (1)
2. Cuping telinga (3)
3. Sendi-sendi tulang (2)
4. Antara tulang rusuk dan tulang dada
5. Pembuluh bronkus (4)

Jadi, opsi yang benar adalah 1, 2, 3, dan 4.
Jawaban : E

Soal 8
Untuk memeproleh tenaga yang berupa ATP pada peristiwa gerakan tubuh kita, diperlukan glukosa sebagai sumber energi.
SEBAB
Di dalam darah glukosa akan dioksidasi dan menghasilkan energi, karbondioksida, dan air.

Pembahasan :
ATP merupakan sumber energi utama untuk kontraksi otot. ATP berasal dari oksidasi karbohidrat dan lemak. Sumber lain untuk memperoleh energi adalah mengubah glikogen menjadi glukosa.

Glikogen merupakan senyawa yang tidak larut, untuk itu glikogen dilarutkan terlebih dahulu menjadi laktasidogen. Laktasidogen akan diubah menjadi glukosa dan asam laktat.

Glukosa akan dioksidasi dan menghasilkan karbondioksida, uap air, dan energi. Energi yang dihasilkan dibebaskan dan digunakan untuk pembentukan ATP dan fosfokreatin.

Proses pemecahan glikogen menjadi gluosa hingga glukosa dioksidasi menjadi energi berlangsung saat otot dalam keadaan relaksasi dengan menggunakan oksigen bebas.

Jadi, pernyataan benar tetapi alasannya salah karena proses oksidasi glukosa terjadi di dalam sel bukan di dalam darah.
Jawaban : C

Soal 9
Ciri khas otot jantung yang juga sebagai pembeda dengan otot rangka adalah ...
A. Bergaris-garis
B. Tidak bergaris-garis
C. Strukturnya bercabang
D. Inti sel terletak di tepi
E. Berinti banyak

Pembahasan :
Berdasarkan bentuk morfologi, sistem kerja, dan lokasinya dalam tubuh, otot dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Otot polos
2. Otot rangka
3. Otot jantung

Ciri-ciri otot rangka antara lain:
1. Letak inti berada di tepi
2. Struktur serabut memanjang
3. Melekat pada rangka
4. Bekerja di bawah kesadaran

Ciri-ciri otot jantung antara lain:
1. Letak inti di tengah
2. Struktur serabut bercabang
3. Terdapat pada dinding jantung
4. Bekerja di bawah kesadaran

Jadi, salah satu ciri khas otot jantung yang juga sebagai pembeda dengan otot rangka adalah serabutnya bercabang-cabang.
Jawaban : C

Soal 10
Jenis protein struktural yang berperan dalam kontraksi sel otot adalah ...
1. Mikrotubul
2. Aktin
3. Tubulin
4. Miosin

Pembahasan :
Kontraksi sel otot terjadi karena terbentuknya aktomiosin. Aktomiosin merupakan protein utama dalam otot yang terbentuk dari campuran antara aktin dan miosin. Jadi, opsi yang benar adalah 2 dan 4.
Jawaban : C
Lanjutkan Baca

Saturday, March 24, 2018

40 Contoh Soal Sistem Gerak Beserta Kunci Jawabanya

Kumpulan Soal dan Jawaban Sistem Gerak
Kumpulan Soal dan Jawaban Sistem Gerak

Soal 1
Sistem gerak melibatkan tulang dan otot. Berikut yang bukan merupakan fungsi dari tulang adalah ...
A. Alat gerak pasif
B. Tempat penimbunan zat mineral
C. Memberi bentuk tubuh
D. Alat gerak aktif
E. Penyusun rangka

Soal 2
Berdasarkan struktur tulang dan matriksnya, tulang dibedakan menjadi ...
A. Kartilago dan osteon
B. Tulang rawan dan tulang pipa
C. Osteon dan tulang rawan hialin
D. Tulang pipa dan tulang pipih
E. Tulang keras dan tulang pipih

Soal 3
Berdasarkan bahan pembentuknya, tulang raan dapat dibedakan menjadi tiga yaitu ....
A. Hialin, kartilago, dan elastin
B. Hialin, fibrosa, dan elastin
C. Hialin, elastin, kondrin
D. Fibrosa, kartilago, dan osteoblas
E. Elastin, kartilago, dan osteon

Soal 4
Memiliki matriks berwarna putih kebiru-biruan, mengkilat, jernih, dan homogen merupakan ciri-ciri dari ...
A. Tulang rawan hialin
B. Tulang rawan fibrosa
C. Tulang rawan elastin
D. Kartilago
E. Osteon

Soal 5
Tulang berfungsi sebagai alat gerak pasif karena ...
A. Terbungkus oleh daging dan ditempeli otot
B. Pertumbuhannya terbatas
C. Membantu otot untuk menempel
D. Hanya dapat digerakkan oleh otot
E. Tidak dapat bergerak aktif

Soal 6
Secara garis besar, rangka manusia dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu ranga aksial dan rangka apendikular. Yang termasuk ke dalam rangka aksial adalah ...
A. Tulang lengan
B. Tulang tungkai
C. Tulang tengkorak
D. Telapak tangan
E. Tungkai

Soal 7
Tulang keras atau osteon tersusun atas empat bagian, kecuali ....
A. Osteoblas
B. Osteosit
C. Osteoklas
D. Kondroblas
E. Osteoprogenator

Soal 8
Sel-sel pembentuk tulang rawan disebut ...
A. Kartilago
B. Cakra epifis
C. Perikondrium
D. Osteoblas
E. Kondroblas

Soal 9
Sel khusus yang merupakan derivat mesenkim yang memiliki potensi mitosis dan mampu berdiferensiasi adalah ...
A. Osteoprogenator
B. Osteoblas
C. Osteosit
D. Osteoklas
E. Kondroblas

Soal 10
Sel yang berkembang dari monosit dan terdapat di sekitar permukaan tulang adalah ...
A. Osteon
B. Osteoblas
C. Osteosit
D. Osteoklas
E. Kondroblas

Soal 11
Bagian tulang pipa yang berada di antara kedua ujung dan tengah adalah ...
A. Epifisis
B. Cakra epifisis
C. Diafisis
D. Osteoklas
E. Osteoblas

Soal 12
Tulang yang tersusun atas dua lempengan tulang kompak dan tulang spons yang di dalamnya terdapat sumsum tulang adalah ...
A. Tulang pipih
B. Tulang pipa
C. Tulang pendek
D. Tulang tak berbentuk
E. Tulang rawan

Soal 13
Berdasarkan matriksnya, jaringan tulang dibedakan menjadi dua macam, yaitu ...
A. Tulang kompak dan tulang rawan
B. Tulang kompak dan tulang spons
C. Tulang keras dan tulang rawan
D. Tulang kompak dan tulang pipih
E. Tulang pipa dan tulang pipih

Soal 14
Hubungan antar tulang yang tidak memiliki celah sendi dan dihubungkan erat oleh jaringan ikat yang menulang disebut ...
A. Amfiartrosis
B. Simfisis
C. Sindesmosis
D. Sinovial
E. Sinartrosis

Soal 15
Suture adalah hubungan antar tulang yang dihubungkan oleh ....
A. Jaringan ikat serabut padat
B. Kartilago hilain
C. Kartilago elastin
D. Kartilago serabut pipih
E. Jaringan ikat serabut ligamen

Soal 16
Bagian dalam kapsul dibatasi oleh membran jaringan ikat yang menghasilkan cairan sinovial untuk mengurangi gesekan merupakan salah satu ciri-ciri dari ....
A. Suture
B. Simfisis
C. Sindesmosis
D. Diartrosis
E. Sinkondrosis

Soal 17
Berdasarkan jaringan penghubungnya, amfiartrosis dibedakan menjadi dua yaitu ...
A. Sinartrosis dan diartrosis
B. Simfisis dan sinesmosis
C. Suture dan sinkondrosis
D. Simfisis dan sinkondrosis
E. Sinkondrosis dan sinesmosis

Soal 18
Persendian yang terdapat pada sendi antartulang belakang dan pada tulang kemaluan adalah ...
A. Suture
B. Sinkondrosis
C. Sinesmosis
D. Simfisis
E. Diartrosis

Soal 19
Sendi yang terdapat pada hubungan antar tulang atlas dan tulang aksis yang menyebabkan kepala dapat berputar dan menggeleng adalah ...
A. Sendi engsel
B. Sendi luncur
C. Sendi putar
D. Sendi peluru
E. Sendi pelana

Soal 20
Tulang kelangkang manusia terdiri dari ruas-ruas yang jumlahnya ...
A. 12 ruas
B. 10 ruas
C. 7 ruas
D. 6 ruas
E. 5 ruas

Soal 21
Ketika otot berkontraksi, terdapat urat otot yang melekat pada tulang yang bergerak. Urat otot tersebut dinamakan ...
A. Insersio
B. Origo
C. Ventrikel
D. Tendon
E. Miosin

Soal 22
Otot yang dapat berkontraksi dengan cepat dan mempunyai periode istirahat berkali-kali adalah ...
A. Otot polos
B. Otot lurik
C. Otot jantung
D. Otot viseral
E. Otot volunter

Soal 23
Kemampuan otot untuk memanjang dari ukuran semula disebut ...
A. Iritablilitas
B. Konduktivitas
C. Ekstensibilitas
D. Kontraksibilitas
E. Elastisitas

Soal 24
Zat kimia yang dapat menyebabkan kelelahan pada otot adalah ...
A. Glikogen
B. Asam laktat
C. Asam lemak
D. Glukosa
E. Asam posfat

Soal 25
Otot yang dilatih terus-menerus akan membesar. Peristiwa ini disebut ...
A. Atrofi
B. Hipertropi
C. Osifikasi
D. Ekstensi
E. Tonus

Soal 26
Ketika otot berkontraksi akan terjadi perubahan kimia yaitu ATP menjadi ...
A. Oksigen + energi
B. Oksigen + uap air + energi
C. ADP + oksigen + energi
D. ADP + asam fosfat + energi
E. ADP + glikogen + energi

Soal 27
Gangguan sistem gerak yang ditandai dengan tidak bertenaganya sendi akibat infeksi sifilis ketika bayi berada dalam kandungan disebut ...
A.Osteoartritis
B. Layuh sendi
C. Ankilosis
D. Artritis eksudatif
E. Kifosis

Soal 28
Kekurangan vitamin D dan zat kapur pada orang dewasa akan menyebabkan ...
A. Osteomalasia
B. Rakitis
C. Kifosis
D. Skoliosis
E. Lordosis

Soal 29
Berikut ini termasuk tulang penyusun rangka aksial, kecuali ...
A. Tulang rusuk
B. Tulang belakang
C. Tulang tengkorak
D. Tulang selangka
E. Tulang dada

Soal 30
Tulang yang berbentuk seperti huruf U dan terletak di antara laring dan mandibula adalah ...
A. Tulang belakang
B. Tengkorang
C. Tulang selangka
D. Tulang rusuk
E. Hioid

Soal 31
Untuk berkontraksi, otot memerlukan ...
A. Energi dan karbondioksida
B. Oksigen dan uap air
C. Energi dan oksigen
D. Asam fosfat dan ATP
E. ATP dan asam laktat

Soal 32
Sumber energi penting untuk kontraksi otot adalah ATP yang berasal dari oksidasi ...
A. Protein
B. Kalsium
C. Glukosa dan asam lemak
D. Asam laktat
E. Asam fosfat

Soal 33
Melemahnya otot secara berangsur-angsur sehingga menyebabkan kelumpuhan disebut ...
A. Miestenia gravis
B. Stiff
C. Atrofi
D. Tetanus
E. Distrofi

Soal 34
Nekrosa merupakan penyakit matinya sel tulang. Penyakit ini terjadi karena adanya kerusakan pada ...
A. Osteoblas
B. Selaput pembungkus tulang
C. Cakra epifisis
D. Tulang leher
E. Persendian

Soal 35
Jenis gangguan artritis yang ditandai dengan penipisan tulang rawan sehingga mengalami degenarasi adalah ...
A. Osteoartritis
B. Artritis gout
C. Artritis eksudatif
D. Artritis sika
E. ankilosis

Soal 36
Kelainan pada tulang belakang yang terjadi akibat kebiasaan membawa beban terlalu berat di bagian punggung sehingga menyebabkan tubuh membungkuk disebut ...
A. Rakitis
B. Skoliosis
C. Mikrosefalia
D. Kifosis
E. Lordosis

Soal 37
Jenis fraktur yang ditunjukkan dengan robeknya kulit akibat tulang patah yang mencuat keluar disebut ....
A. Fraktur tertutup
B. Patah tulang terbuka
C. Fisura
D. Fraktur sederhana
E. Fraktur green stick

Soal 38
Berikut ini yang termasuk gangguan pada otot adalah ...
A. Artritis
B. Miastenia grafis
C. Rakitis
D. Skoliosis
E. Fraktur kompleks

Soal 39
Berikut ini merupakan penyakit atau gangguan yang terjadi pada persendian, kecuali ....
A. Dislokasi
B. Keseleo
C. Artritis sika
D. Artritis eksudatif
E. Kifosis

Soal 40
Gangguan pada persendian yang terjadi akibat gerakan yang tiba-tiba atau tidak biasa dilakukan sehingga ligamen tertarik dan membengkak adalah ...
A. Artritis sika
B. Terkilir
C. Artritis
D. Artritis eksudatif
E. Dislokasi

Lanjutkan Baca

Thursday, March 08, 2018

Mengenali Struktur Anatomi Akar Tumbuhan dan Bagian-Bagiannya

Akar merupakan salah satu bagian penting pada tumbuhan. Umumnya, akar berwarna putih dan berbentuk meruncing yang memudahkan untuk menembus lapisan tanah. Adapun dalam menunjang fungsinya, akar tersusun atas beberapa bagian penting. Bagian-bagian akar tersebutlah yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini. Bagian-bagian tersebut akan diuraikan secara khusus menurut struktur anatomi akar berikut ini.
Struktur Anatomi Akar Tumbuhan dan Bagian-Bagiannya
Struktur Anatomi Akar Tumbuhan dan Bagian-Bagiannya

Struktur Anatomi Akar

Akar merupakan salah satu organ tumbuhan yang paling vital. Tumbuhan tidak dapat bergerak dengan bebas (mobile) seperti hewan dan manusia, namun tumbuhan mempunyai akar untuk tetap tegak berdiri. Selain sebagai penopang tubuh tumbuhan seperti pada akar tunggang dan serabut, akar juga mempunyai fungsi sebagai berikut:

  1. Organ penyerap dan pengambil air dan mineral hara dari dalam tanah. Air dan mineral hara yang jauh dari zona perakaran dapat diserap akar dengan bantuan rambut-rambut akar;
  2. Akar dapat bermodifikasi menjadi tempat menyimpan cadangan makanan. Misalnya pada wortel dan bengkuang;
  3. Sebagai alat reproduksi. Misalnya pada tumbuhan yang berimpang, seperti jahe, kunyit serta tanaman lain seperti sukun dimana bagian akarnya dapat tumbuh tunas yang dapat menjadi tumbuhan baru;
  4. Tumbuhan tertentu menggunakan akar untuk bernafas yang disebut akar nafas. Contohnya pada tumbuhan bakau.

Dari gambar di atas terlihat bagian-bagian akar jika dipotong secara melintang. Bagian terluar dari akar disebut epidermis, lalu korteks, endodermis dan silinder pusat (stele).

1. Epidermis

Dalam struktur anatomi akar, epidermis merupakan bagian terluar dari akar yang berasal dari protoderm. Sel epidermis akar berdinding tipis, tersusun rapat dan biasanya tidak memiliki kutikula sehingga mudah ditembus air. Pada bagian epidermis ini tumbuh rambut-rambut akar yang berfungsi untuk pengambilan air dan garam mineral. Rambut-rambut akar merupakan modifikasi dari sel sepidermis akar. Pertumbuhan rambut-rambut akar menyebabkan permukaan akar lebih luas sehingga proses penyerapan lebih efisien.

2. Korteks

Setelah epidermis, struktur anatomi akar dilanjut dengan keberadaan korteks yang tersusun atas jaringan parenkim. Jaringan parenkim ini berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan. Dalam sel-sel korteks terdapat cadangan makanan berupa amilum dan substansi lain.

Sel-sel korteks berbentuk relatif bulat (isodiametris) dengan ruang interseluler yang jelas. Air dan garam-garam mineral yang masuk melalui bulu akar akan melewati sel-sel korteks melalui ruang-ruang interseluler yang disebut dengan peristiwa transportasi ektravasikuler secara apoplas.

3. Endodermis

Endodermis merupakan jaringan antara korteks dan silinder pusat atau stela. Jaringan ini terdiri dari satu lapis sel dengan dinding sel yang tebal dan mengandung lilin. Di jaringan endodermis ini terjadi pengaturan pemasukan air ke dalam jaringan angkut yang berada di dalam silinder pusat.

4. Silinder pusat (stele)

Silinder pusat atau stele merupakan bagian terdalam dari struktur anatomi akar. Jaringan pembuluh primer dikelilingi oleh kumpulan sel yang disebut jaringan perisikel yang terletak berdampingan. Jaringan perisikel ini bersifat meristematis dan mampu membentuk cabang akar. Bagian dalam perisikel ini terdapat jaringan sekunder, yaitu floem dan xilem.

Sel-sel pada perisikel mudah membelah dan membentuk percabangan, sehingga pertumbuhan cabang akar bersifat endogen. Fungsi dari perisikel ini yaitu sebagi penunjang pertumbuhan sekunder dan pertumbuhan akar ke samping. Xilem dan floem terletak pada bagian dalam perisikel. Stele ini dapat membentuk empulur pada tumbuhan monokotil tetapi tidak pada tumbuhan dikotil.

(ref: ebiologi.com)
Lanjutkan Baca

7 Fungsi Akar pada Tumbuhan dan Penjelasannya

Setiap tumbuhan sejati pastilah memiliki 3 organ utama pada tubuhnya, yakni akar, batang, dan daun. Ketiga organ ini merupakan organ yang paling vital peranannya bagi kelangsungan metabolisme tumbuhan. Organ-organ tersebut mempunyai fungsinya masing-masing. Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai fungsi dari salah satu organ tersebut. Kita akan membahas tentang fungsi akar pada tumbuhan.
Fungsi Akar pada Tumbuhan
Fungsi Akar pada Tumbuhan
Ada banyak fungsi akar pada tumbuhan. Fungsi-fungsi akar tersebut antara lain sebagai penopang tumbuh tegaknya tanaman, sebagai organ penyerapan air dan hara tanah, penyimpan cadangan makanan, fotosintesis, respirasi, gerakan, dan reproduksi (perkembangbiakan).

Fungsi Akar pada Tumbuhan


1. Fungsi Penopang Tumbuh Tegaknya Tanaman

Fungsi akar yang paling utama adalah sebagai organ penopang tumbuh tegaknya tanaman. Akar tumbuh menembus tanah, memanjang, kemudian mengait tanah dan membuat tumbuhan kuat menahan terpaan angin. Semakin tumbuh memanjang dan membesar, kemampuan akar dalam menopang tanaman akan semakin kuat.

2. Fungsi Penyerapan Air dan Hara

Fungsi akar bagi tanaman selanjutnya adalah sebagai organ penyerap air dan nutrisi tanah. Fungsi akar ini ditinjau terutama oleh rambut akar. Rambut akar mampu menyerap nutrisi organik dan anorganik dalam larutan dengan gradien konsentrasi tertentu. Keberadaan air tanah sangat menunjang kemampuan dan fungsi akar yang satu ini. Pada tanah dengan kondisi titik layu permanen, fungsi akar dalam menyerap nutrisi tanah akan terhambat secara otomatis.

3. Fungsi Penyimpanan Cadangan Makanan

Akar juga dapat berfungsi sebagai organ penyimpan cadangan karbohidrat dan air. Beberapa akar tanaman dengan kemampuan menyimpan cadangan makanan misalnya akar wortel, ubi jalar, dan bengkuang. Adapun akar yang mampu menyimpan sejumlah besar air misalnya akar-akar dari tanaman gurun (higrofit). Akar tanaman higrofit bahkan ada yang mampu menyimpan lebih dari 70 kg air dalam jaringannya.

4. Fungsi Melakukan Fotosintesis

Fotosintesis tidak hanya bisa dilakukan di daun. Beberapa akar tanaman yang mengandung klorofil juga diketahui dapat melakukan aktivitas metabolisme ini. Tanaman-tanaman seperti anggrek epifit dan akar pohon bakau mengubah karbondioksida dan air menjadi karbohidrat. Kemampuan tanaman-tanaman tersebut juga merupakan salah satu fungsi akar pada tumbuhan yang tidak bisa dilupakan.

5. Fungsi Respirasi

Akar juga dapat berfungsi sebagai alat respirasi bagi tumbuhan. Fungsi akar satu ini dapat kita temukan pada akar tanaman beringin, akar tanaman bakau, dan akar beberapa tanaman lain yang habitatnya tergenang air (hidrofit). Akar yang termodifikasi fungsinya sebagai alat respirasi disebut pneumatophores. Struktur sel dan jaringan penyusun akar ini memungkinkan terjadinya difusi udara.

6. Fungsi Gerakan Tanaman

Akar juga dapat membantu gerakan tanaman. Melalui mekanisme gerak tropisme seperti geotropisme, fototropisme, tigmotropisme, kemotropisme, dan hidrotropisme, akar membantu tanaman untuk menemukan air dan hara dalam tanah. Fungsi akar bagi tanaman ini menunjang metabolisme tanaman untuk melakukan proses fotosintesis.

7. Fungsi Reproduksi

Pada beberapa tanaman, akar juga berfungsi sebagai organ reproduksi. Melalui perbanyakan vegetatif stolon dan rhizoma, tanaman memperbanyak dirinya, melakukan duplikasi, dan berkembang biak. Pada tanaman dengan akar berbonggol seperti ubi jalar dan bengkoang, kemampuan dan fungsi akar ini juga dimiliki.

(ref: ebiologi.com)
Lanjutkan Baca

Friday, October 20, 2017

Jaringan Saraf : Fungsi, Ciri, Struktur, Gambar, dan Letaknya

Manusia dan hewan dapat merasa sakit, dingin, panas, mendengar, melihat, atau mencium dan melakukan respon terhadap kondisi tersebut karena disebabkan adanya sebuah jaringan yang mampu menghantarkan impuls (rangsangan) dari indra yang dimiliki ke sistem saraf pusat (otak).

Jaringan tersebut bukan berupa jaringan epitel, jaringan ikat, ataupun jaringan otot, melainkan suatu jenis jaringan lain yang bernama jaringan saraf. Nah, di kesempatan artikel kali ini kita akan mengulas tentang seperti apa bentuk, struktur, ciri, dan fungsi jaringan tersebut beserta penjelasan bagian-bagian dan jenis-jenisnya. Ingin tahu lebih lengkap tentang jaringan saraf? Silakan simak dengan seksama pembahasan berikut ini!

Jaringan Saraf

Jaringan saraf adalah jaringan yang hanya terdapat pada manusia dan hewan. Jaringan ini berfungsi untuk menghantarkan impuls (rangsangan) yang diterima sistem syaraf tepi menuju sistem syaraf pusat, dan sebaliknya.
Jaringan Saraf : Fungsi, Ciri, Struktur, Gambar, dan Letaknya
Jaringan Saraf : Fungsi, Ciri, Struktur, Gambar, dan Letaknya

Perlu diketahui, sistem saraf pada hewan tingkat tinggi dan manusia dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu sistem saraf pusat yang terdiri dari sumsum tulang belakang dan otak; serta sistem saraf tepi yang terdiri dari sistem saraf somatik (sistem indra) dan sistem saraf otonom (sistem saraf di luar kesadaran).

Keduanya saling terhubung untuk dapat berfungsi sebagai sebuah sistem koordinasi, mulai dari menerima informasi dalam bentuk rangsangan (stimulus), memproses informasi yang diterima, dan memberi tanggapan (respon) terhadap rangsangan.
Sistem saraf - Fungsi Jaringan Saraf
Sistem saraf - Fungsi Jaringan Saraf

Struktur Sel Saraf

Sistem saraf, baik yang berupa sistem saraf pusat maupun sistem saraf tepi, tersusun atas jaringan-jaringan saraf. Jaringan saraf tersebut tersusun lagi oleh jutaan sel saraf dengan struktur yang sama. Sel saraf inilah yang dinamakan neuron.

Neuron atau sel saraf adalah sel yang berbeda dengan sel-sel pada jaringan penyusun tubuh lainnya. Terdapat ciri spesifik yang dimilikinya yaitu adanya penjuluran sitoplasma yang panjang, serta adanya komponen penyusun lain seperti dendrit dan akson.

Secara lengkap, struktur dan bagian-bagian sel saraf dapat Anda lihat pada gambar di bawah ini!
Bagian-bagian sel saraf (neuron) - Jaringan Saraf
Bagian-bagian sel saraf (neuron) - Jaringan Saraf

1. Badan Sel

Badan sel adalah komponen sel syaraf yang berukuran paling besar. Di dalamnya terdapat nukleus (inti sel) dan sitoplasma yang memanjang dan bercabang. Badan sel berfungsi sebagai penerima impuls (rangsangan) dari cabang sitoplasma yang bercabang (dendri) menuju ke akson.

2. Inti Sel (Nukleus)

Inti sel adalah inti dari sel saraf yang berfungsi sebagai regulator segala kegiatan yang terjadi di sel saraf. Intisel berada di tengah badan sel, mengambang di antara sitoplasma.

3. Sitoplasma

Sitoplasma adalah cairan sel yang mengandung protein tinggi. Sitoplasma dibungkus atau diselubungi oleh sel neurologia yang juga membantu sel dalam memperoleh suplai makanan.

4. Dendrit

Dendrit adalah sekumpulan serabut sel saraf pendek yang bercabang-cabang halus dan merupakan perluasan dari badan sel. Dendrit berfungsi sebagai penerima impuls dan menyampaikan impuls yang diterimanya menuju badan sel.

5. Neurit (Akson)

Neurit atau akson adalah sebuah serabut sel saraf panjang yang merupakan perluasan dari badan sel. Akson berfungsi untuk mengirimkan impuls yang telah diolah badan sel menuju sel saraf lainnya melalui sinapsis. Akson dilindung oleh selubung meilin. Selubung ini berupa selaput berbahan lemak yang berfungsi melindungi akson dari kerusakan.

6. Sel Schwann

Pada beberapa vertebrata, akson pada sel sarafnya diselubungi oleh sel schwann. Sel schwann adalah sel penyokong akson yang berfungsi menyediakan suplai makanan bagi metabolisme akson dan membantu regenerasi akson. Antara satu sel schwan satu dengan sel schwann lainnya terdapat pengubung yang berfungsi untuk mempercepat pengiriman (transmisi) impuls menuju sinapsis. Penghubung ini bernama nodus rainver.

7. Sinapsis

Sinapsis adalah ujung dari akson yang berfungsi untuk meneruskan impuls menuju ke neuron lainnya. Sinapsis dari satu neuron akan terhubung dengan dendrit dari neuron lainnya. Transmisi impuls dilakukan dengan mengeluarkan bahan kimia yang bernama neurotransmitter sebagai impuls baru bagi dendrit di neuron lainnya.

Neurotransmitter dihasilkan oleh kantong yang terdapat di ujung akson, bernama bulbus akson. Neurotransimitter sendiri berupa campuran asetilkolin dan kolinesterase yang berfungsi dalam penyampaian impuls saraf dari sinapsis.

Jenis Jenis Sel Saraf

Berdasarkan cara kerjanya dalam mengirim impuls dan posisinya dari sel lain, sel saraf dapat diberdakan menjadi 3 jenis. Jenis-jenis sel saraf tersebut yaitu sel saraf sensorik (neuron sensori), sel saraf penghubung (neuron intermediat), dan sel saraf motorik (neuron motor).

1. Sel Saraf Sensorik (Neuron Sensori)

Sel saraf sensorik adalah sel saraf yang berfungsi menyampaikan impuls (rangsangan) dari reseptor (penerima rangsangan) menuju ke sel saraf penghubung atau sistem saraf pusat (sumsum tulang belakang dan otak). Sel saraf ini memiliki badan sel yang saling bergerombol membentuk ganglion dan sambung menyambung menuju sumsum tulang belakang.

2. Sel Saraf Penghubung (Neuron Intermediat)

Sel saraf penghubung adalah sel saraf yang membentuk rantai penghubung antara sel saraf sensorik dan sistem saraf pusat, atau antara saraf pusat dengan sel saraf motorik. Sel saraf penghubung terdapat hampir di seluruh bagian tubuh dan menjadi lintasan impuls bagi koordinasi saraf. (Baca selengkapnya : Bagian Bagian Otak dan Fungsinya)

3. Sel Saraf Motorik (Neuron Motor)

Sel saraf motorik adalah sel saraf yang berfungsi mengirimkan impuls berupa perintah dari sistem saraf pusat menuju ke jaringan otot dan kelenjar untuk melakukan respon. Secara sederhana, hubungan ketiga jenis sel saraf ini dapat diilustrasikan sebagaimana berikut.

Kulit kita digigit nyamuk – sistem saraf tepi (dalam hal ini indera peraba atau kulit) menerima impuls adanya gigitan nyamuk – sel saraf tepi mengirimkan impuls tersebut menuju sel saraf sensorik – sel saraf sensori meneruskan impuls tersebut ke sel saraf penghubung – sel saraf penghubung menyampaikan impuls ke sistem saraf pusat (otak) – otak mengolah impuls menjadi data yang berupa rasa sakit dan perintah untuk menghilangkan rasa sakit itu – data berupa perintah dikirim ke sel saraf motorik melalui sel saraf penghubung – sel saraf motorik merespon perintah tersebut dengan tindakan – sel saraf yang ada di otot tangan diperintahkan untuk menepuk pipi agar si nyamuk yang menggigit mati.

Rangkaian proses pengiriman dan penerimaan impuls serta respon yang dihasilkan otak atas sebuah impuls terjadi dalam waktu yang sangat-sangat singkat. Bayangkan, bila rangkaian tersebut terjadi dalam waktu seperti yang dibutuhkan Anda untuk membaca ilustrasi di atas, tentu darah Anda sudah akan habis saat tangan mulai bergerak untuk menepuk si nyamuk. Itulah keistimewaan dari kerja sel-sel di jaringan saraf.

(ref: ebiologi.com)
Lanjutkan Baca

4 Alat Ekskresi Pada Manusia : Struktur, Bagian-Bagian, dan Fungsinya

Proses metabolisme yang dilakukan oleh tubuh setiap hari telah menghasilkan energi dan zat-zat yang berguna bagi kehidupan kita. Akan tetapi, selain menghasilkan zat-zat yang diperlukan, proses metabolisme nyatanya juga menghasilkan berbagai zat sisa yang akan membahayakan tubuh apabila tidak dikeluarkan. Pengeluaran zat-zat sisa metabolisme dari dalam tubuh ini dilakukan melalui proses ekskresi.

Proses ekskresi adalah proses pengeluaran zat sisa yang dilakukan oleh beberapa organ di tubuh kita yang memiliki fungsi sebagai alat ekskresi. Nah, di artikel kali ini kita akan membahas tentang apa saja alat ekskresi pada manusia tersebut lengkap dengan fungsi, bagian-bagian, serta gambarnya.

Alat Ekskresi Pada Manusia

Ada banyak organ di tubuh kita, namun, di antara organ-organ tersebut, yang memiliki peran sebagai alat ekskresi pada manusia hanya ada 4, yaitu kulit, ginjal, paru-paru, dan hati.
4 Alat Ekskresi Pada Manusia
4 Alat Ekskresi Pada Manusia

1. Kulit

Kulit adalah organ yang terdapat di seluruh permukaan tubuh manusia. Organ ini berupa lapisan tipis yang tebalnya hanya beberapa milimeter saja. Meski tipis, kulit ternyata dapat dibagi menjadi beberapa lapisan, yaitu kulit ari (epidermis), kulit jangat (dermis), dan jaringan bawah kulit (subkutan). Secara lengkap, bagian-bagian kulit tersebut dapat Anda lihat pada gambar di bawah.

Meski merupakan organ yang tipis, kulit manusia nyatanya memiliki beragam fungsi penting bagi kelangsungan hidup kita. Selain sebagai organ pelindung tubuh, pencegah masuknya kuman penyakit, pengatur keseimbangan suhu tubuh, dan sebagai indra peraba, kulit juga berfungsi sebagai salah satu alat ekskresi pada manusia.

Fungsi kulit sebagai alat ekskresi terkait dengan proses pengeluaran keringat dari dalam tubuh. Air keringat sendiri secara umum mengandung garam dan urea, 2 zat sisa metabolisme kita.

Keringat dihasilkan dari kelenjar keringat yang terdapat pada lapisan kulit jangat (dermis). Air keringat tersebut kemudian dikeluarkan dalam jumlah tertentu ke permukaan kulit untuk mengatur keseimbangan suhu tubuh. Jumlah keringat yang keluar dari kulit dapat dipengaruhi beberapa faktor, seperti aktivitas yang dilakukan, suhu lingkungan, suhu tubuh, emosi, makanan, dan kondisi kesehatan.
Bagian-bagian Kulit dan Fungsinya
Bagian-bagian Kulit dan Fungsinya

2. Ginjal

Ginjal adalah organ berbentuk seperti biji kacang merah yang terdapat di bagian kiri dan kanan rongga perut manusia. Organ ini berwarna merah keunguan, berjumlah 2 buah dengan ginjal kiri terletak lebih tinggi dibanding yang kanan. Meski beratnya tidak lebih dari 170 gram pada orang dewasa, namun fungsi ginjal ternyata sangat penting bagi kesehatan hidup manusia, terutama dalam hal mekanisme ekskresi atau pengeluaran zat sisa yang bersifat racun dari hasil metabolisme tubuh kita.
Bagian-bagian Ginjal dan Fungsinya
Bagian-bagian Ginjal dan Fungsinya

Sebagai salah satu alat ekskresi pada manusia, ginjal tersusun atas 3 bagian utama, yaitu kulit ginjal (korteks), sumsum ginjal (medula), rongga ginjal (pelvis renalis). Bagian-bagian ini terhubung langsung dengan beberapa organ lainnya di dalam rongga perut seperti pembuluh arteri dan ureter. Hubungan ini sangat menunjang fungsi ginjal sebagai alat ekskresi terutama dalam hal penyaringan darah dan pembentukan urine.

Untuk diketahui, mekanisme pembentukan urine yang dilakukan ginjal melalui 3 tahapan, yaitu filtrasi (penyaringan darah), reabsorbsi (penyerapan kembali zat-zat yang berguna di dalam urin), dan augmentasi (pengumpulan urin).

3. Paru-paru

Selain sebagai organ penting dalam sistem pernapasan, paru-paru juga berfungsi dalam sistem ekskresi manusia. Zat sisa yang dikeluarkan paru-paru dalam fungsinya sebagai alat ekskresi adalah uap air (H2O) dan karbondioksida (CO2). Kedua zat ini dihasilkan dari proses pernapasan.
Bagian bagian paru paru dan fungsinya
Bagian bagian paru paru dan fungsinya

Mekansime pernapasan manusia dimulai dengan masuknya udara melalui hidung. Paru-paru kemudian mengikat oksigen dari udara tersebut menggunakan alveolus. Alveolus adalah bagian paru-paru berbentuk gelembung-gelembung berukuran kecil yang berfungsi untuk mengikat oksigen serta melepaskan karbondioksida dan air.

4. Hati

Hati adalah kelenjar terbesar yang ada di dalam rongga perut manusia. Kelenjar ini terletak di sebelah kanan rongga perut, tepat di bawah diafragma. Beratnya sendiri bisa mencapai 2 kg dan warnanya merah.
Bagian bagian hati dan fungsinya
Bagian bagian hati dan fungsinya

Sebagai alat ekskresi pada manusia, hati menghasilkan empedu. Empedu adalah cairan racun berwarna kehijauan, berasa pahit, berpH netral, serta mengandung kolesterol, garam-garam mineral, dan zat warna empedu (bilirubun dan biliverdin). Empedu merupakan akumulasi racun-racun yang secara sengaja maupun tidak sengaja, masuk ke dalam tubuh kita melalui makanan, udara, maupun dari penyerapan kulit. Jika tidak disaring oleh hati dan disimpan dalam kantung empedu, racun-racun tersebut tentu akan menyebabkan kerusakan pada organ-organ tubuh yang lain.

(ref: ebiologi.com)
Lanjutkan Baca

Saturday, August 12, 2017

6 Daur Biogeokimia : Proses dan Gambar Ilustrasinya

Daur biogeokimia adalah proses daur ulang komponen-komponen kimia (unsur kimia) seperti air, fosfor, sulfur, nitrogen, karbon, dan oksigen yang melibatkan peran serta seluruh komponen penyusun ekosistem baik biotik maupun abiotik. Daur biogeokimia punya peranan penting bagi kelangsungan hidup manusia. Mengenalinya lebih dalam tentu adalah hal wajib agar kita bisa memahami bagaimana sebetulnya seluruh unsur yang kita gunakan ini tetap tersedia meski telah digunakan secara terus menerus. Berikut  6 daur biogeokimia sebagai bahan belajar kita bersama.

Daur Biogeokimia


Biogeokimia adalah suatu perubahan atau pertukaran unsur-unsur penting yang berlangsung secara terus menerus antara komponen abiotik dan komponen biotik. Fungsi daur biogeokimia adalah untuk menjaga keberlangsungan kehidupan di bumi, karena materi hasil daur biogeokimia ini bisa digunakan oleh semua komponen penyusun ekosistem untuk memperoleh kondisi homeostatis.

Daur Biogeokimia
Gambar Ilustrasi Proses Daur Biogeokimia

Ada 6 daur biogeokimia di alam semesta ini. Keenam daur tersebut antara lain daur air, daur fosfor, daur sulfur, daur nitrogen, daur karbon, dan daur oksigen.

1. Daur Air

Daur air adalah sirkulasi tiada henti dari air yang di bumi, dimana air mampu berpindah dari daratan ke udara, lalu kembali ke daratan lagi melalui 3 fase perubahan yaitu cair dalam berbentuk air, padat dalam berbentuk es, dan gas dalam berbentuk uap air.

Daur biogeokimia air dimulai dari adanya penguapan yang terjadi di permukaan bumi. Panas matahari membuat air berubah menjadi uap air. Karena massa jenis uap air yang lebih rendah dibanding massa jenis udara, uap air kemudian naik ke atas atmosfer, terkondensasi, dan akhirnya membentuk awan. Awan yang terbentuk kemudian berubah menjadi hujan karena pengaruh udara panas dan perubahan suhu. Air hujan jatuh ke permukaan bumi, mengalir ke tempat terendah, dan kembali ke lautan. Air yang sampai di laut kemudian menguap kembali dan begitu seterusnya. Nah, untuk lebih jelas mengenai bagaimana daur air berlangsung, kamu dapat lihat gambar di atas atau menuju link ini.

2. Daur Fosfor

Daur fosfor adalah daur biogeokimia yang berlangsung dengan memakan waktu paling lama. Daur posfor dimulai dari terjadinya erosi atau pelapukan batuan. Ion fosfor atau ion fosfat (PO43-) digunakan oleh tanaman untuk pertumbuhannya. Tanaman dimakan oleh hewan dan manusia dan fosfor di dalamnya sebagai sumber energi metabolisme pada sel. Semua organisme yang mati kemudian juga akan melapuk sehingga fosfor akan terlepas ke tanah, terbawa oleh aliran air hujan dan tertumpuk menjadi sedimentasi posfor di dasar lautan. Sedimen ini akan naik kembali ke ke atas permukaan jika terjadi geseran gerak dasar bumi yang membentuk daratan baru.

3. Daur Sulfur

Di alam, sulfur hanya tersedia dalam bentuk sulfur anorganik. Sulfur akan direduksi menjadi sulfur dioksida (SO2) atau hidrogen sulfida (H2S) oleh bakteri desulfibrio dan desulfomaculum.

Daur sulfur dimulai dari adanya proses pembakaran bahan bakar fosil atau karena adanya aktivitas gunung berapi. Terjadinya proses pembakaran sulfur ini kemudian membuat gas sulfur naik ke atmosfer bersatu dengan uap air dan membentuk awan. Sulfur akan ikut turun bersama air hujan dan kondisi inilah yang dikenal dengan istilah hujan asam.

Air hujan asam akan masuk ke dalam tanah, dan sulfur akan diubah menjadi Sulfat, zat yang sangat peting untuk metabolisme tumbuhan. Sulfat di alam hanya tersedia dalam bentuk anorganik (SO42-). Sulfat ini mampu berpindah dari bumi atau alam ke tubuh tumbuhan melalui penyerapan akar.

4. Daur Nitrogen

Senyawa organik seperti protein dan asam nukleat serta senyawa anorganik seperti nitrat, nitrit, dan amonia adalah senyawa-senyawa yang dibentuk oleh unsur nitrogen. Unsur nitrogen dapat tersedia di alam karena adanya daur nitrogen yang berlangsung secara terus menerus melalui pola berikut ini:

Nitrogen yang terdapat di atmosfer jatuh ke permukaan tanah ikut bersama air hujan atau karena proses fiksasi N oleh beberapa bakteri akar dan ganggang seperti bakteri Rhizobium, bakteri Azotobacter, Clostridium, dan ganggang hijau.

Nitrogen di tanah kemudian digunakan oleh produsen dan tanaman sebagai bahan baku pembentukan protein. Tanaman tersebut dikonsumsi oleh hewan dan manusia dan oleh manusia nitrogen di dalamnya diubah ke dalam bentuk NH3 (gas amoniak) dan NH4+ melalui proses amonifikasi.
Bakteri Nitrosomonas bia mengubah ammonium dan amoniak menjadi Nitrat melalui proses denitrifikasi dan menjadikannya kembali berubah sebagai nitrogen dalam bentuk gas untuk memulai kembali daur biogeokimia nya.

5. dan 6. Daur Karbon dan Oksigen

Daur karbon dan oksigen adalah daur biogeokimia yang terkait erat dengan terjadinya proses respirasi dan fotosintesis yang berlangsung antar mahluk hidup. Tanaman dan para produsen menggunakan karbondioksida sebagai bahan baku dalam proses fotosintesis yang menghasilkan oksigen, sedangkan manusia, hewan, dan para konsumen menggunakan oksigen dan menghasilkan karbondioksida melalui proses respirasi atau pernapasan.

(ref: ebiologi.com)
Lanjutkan Baca